Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.
Selamat membaca-!!
••••••
Noah memasuki kamar dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam hangat yang tentu saja tanpa kacang, segelas jus hijau campuran sayur dan buah, serta satu set vitamin lengkap. Wajahnya menunjukkan perhatian dan kesungguhan, seakan memastikan semua yang dia bawa akan membantu pemulihan orang yang akan dia rawat. Sesaat kemudian, dia meletakkan nampan tersebut di meja samping tempat tidur dan berkata, "Lo ngapain?"
Cheryl duduk bersandar di kepala tempat tidur, dengan pahanya menjadi alas bagi MacBook nya. Matanya terpaku pada layar, jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard. "Bentar, ini dokumen penting perusahaan," katanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.
Noah menyilangkan tangan di dada, kakinya mengetuk lantai dengan ritme yang semakin cepat. Dia menatap Cheryl dengan alis yang sedikit berkerut, jelas menunjukkan rasa tidak sabarnya. Pasien yang satu ini benar-benar tidak patuh rupanya! Bukannya beristirahat, Cheryl malah sibuk dengan pekerjaannya.
"Udah?" tanya Noah dengan nada sedikit mendesak.
"Dikit lagi," jawab Cheryl, masih fokus pada pekerjaannya. Dia mengetik beberapa kalimat lagi, kemudian mengirim email penting tersebut.
Beberapa detik kemudian, Cheryl menutup laptopnya dan menarik napas panjang. "Okay, now I'm done," katanya sambil meletakkan laptop di sampingnya. Dia menatap Noah dan menyengir tanpa rasa bersalah. "Sorry, I know I should be resting, but this is seriously urgent. You know how my dad is, right?"
"Lo gak ngasih tau kalau lo sakit?" tanya Noah menduga.
"Ga usahlah, Papa kadang suka dramatis."
Noah menghela napas. "Sekarang makan dulu. Lo butuh energi buat sembuh," ujarnya tegas.
Noah mengambil semangkuk bubur ayam dari nampan dan dengan lembut menyuapkan Cheryl. "Buka mulut," pinta Noah. Cheryl menuruti dengan patuh, bibirnya membuka dengan senyum kecil saat ia menerima suapan pertama. Suapan demi suapan, perlahan tapi pasti, Cheryl mulai merasakan kehangatan bubur itu membanjiri lidahnya, sementara Noah tetap duduk di sisinya, memberinya perhatian penuh.
"Hambar," Cheryl mengomentari setelah tiga suapan.
"Makanya jangan sakit," sindir Noah.
Cheryl menggerutu pelan, meski begitu ia tetap membuka mulutnya untuk menerima suapan berikutnya.
"Besok gue buatin Loco Moco," Noah memulai pembicaraan baru.
Wajah Cheryl langsung berseri-seri. "Janji yah?!"
Noah bergumam pelan menjawab sambil tersenyum kecil, mudah sekali menghibur gadis ini.
"Rasanya jadi pengen makan lavish dessert juga," celetuk Cheryl, matanya tiba-tiba membulat. "Loh?! Aku baru sadar semua yang aku suka, awalannya L."
"Loco Moco, lemon tart, linzer torte, linguine, lobster, lamb..."
"Literature, lavish parties.."
"Lawn tennis, lacrosse.."
"Terus hm.. Luxury travel, Legacy philanthropy.."
"Apa lagi yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Make You Feel My Love
RomanceSelama tiga tahun terakhir, Cheryl dan Leo menjalani hubungan jarak jauh antar negara. Namun, ketika akhirnya Cheryl pulang ke negaranya, hal pertama yang menyambutnya justru sebuah paper bag dengan kartu selipan yang bertuliskan, 'For Kak Leo matah...
