Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.
Selamat membaca-!!
••••••
Mobil Mercedes-Benz E-Class Cabriolet berwarna Designo Magno Alanite Grey berhenti di depan gerbang sekolah dasar, memancarkan kemewahan yang mencolok. Mobil itu segera menarik perhatian para penjemput lain yang menunggu anak-anak mereka. Di dalam mobil, Cheryl duduk di kursi pengemudi, sesekali melihat jam tangannya. Masih ada setengah jam sebelum adiknya, Adit, selesai sekolah. Mengisi waktu, Cheryl menghela napas dan meraih ponselnya, membuka aplikasi media sosial untuk mengusir kebosanan.
Setelah beberapa saat, bel pulang sekolah berbunyi. Cheryl segera keluar dari mobilnya, berdiri di samping pintu dengan pandangan tertuju pada gerbang sekolah. Senyum mengembang di wajahnya ketika ia melihat Adit, adik kecilnya, berjalan keluar bersama teman-temannya. Cheryl melambaikan tangan, mencoba menarik perhatian Adit.
"Adit!" panggil Cheryl.
Namun, Adit tampaknya tidak mendengar panggilannya, mungkin karena suasana yang ramai dan bising di sekitar gerbang sekolah.
Cheryl melangkah maju, bersiap untuk memanggil lagi. "Adit! Disin.." namun, ia berhenti ketika melihat seorang pemuda mendekati Adit.
"Noah?" gumam Cheryl, sedikit terkejut melihat kehadiran Noah di sana. Ia tidak menyangka Noah akan datang menjemput Adit.
Adit tampak sangat senang melihat Noah, terlihat dari senyum lebar di wajahnya dan cara dia dengan antusias menggenggam tangan Noah.
Cheryl merasa bimbang. Sejenak ia berpikir untuk kembali ke mobil dan membiarkan Noah membawa Adit pulang. Tapi tunggu! Cheryl kan sudah menunggu selama setengah jam lamanya disini?! mengapa harus ia yang pergi?! tidak, pokoknya hari ini Adit akan pulang bersamanya!
Dengan tekad yang bulat, Cheryl melangkah mendekati mereka. "Adit!"
Noah dan Adit menoleh, akhirnya menyadari kehadiran Cheryl.
"Kakak!" seru Adit dengan wajah cerah.
"Loh Cheryl? ngapain disini?" tanya Noah.
Huh?! tidak salah? Harusnya Cheryl yang bertanya seperti itu, mengingat inikan sekolah adiknya?!
"Adit, ayo kita pulang," Cheryl meraih tangan kanan Adit yang bebas, terang-terangan dengan sengaja mengacuhkan keberadaan Noah.
Raut wajah Adit seketika berubah tidak nyaman. Kedua tangannya dipegang oleh dua orang dewasa ini, tapi yang membuat Adit bingung adalah tingkah mereka yang mirip bocah SD sedang bertengkar. Adit menatap Cheryl, kemudian Noah secara bergantian, mencoba memahami situasi yang tidak biasa ini.
"Hey, hold up! I got here first," Noah sedikit menarik Adit untuk lebih dekat dengannya.
Cheryl melirik tajam Noah. "Seriously? I've been waiting here for half an hour!" Cheryl balik menarik Adit kearahnya.
"Sorry Cheryl, tetap gak bisa. Adit bakal balik bareng gue," Noah menarik Adit, lagi.
"Emang kamu siapa? aku lebih berhak, orang aku kakaknya Adit!" Cheryl balas menarik Adit, tak mau kalah.
"Did you even tell your mom you were picking him up? 'Cause I'm here on her orders," Noah tersenyum sombong, lagi-lagi tentunya sambil menarik Adit kembali.
Cheryl melongo, merasa tertekan dengan kepongahan Noah. Namun, ia tetap tidak berniat mengalah. "Aku tinggal telpon Mama dan ngomong kalau hari ini Adit aku yang jemput kan? Now, go away!" kali ini Cheryl menarik Adit dengan agak keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make You Feel My Love
RomanceSelama tiga tahun terakhir, Cheryl dan Leo menjalani hubungan jarak jauh antar negara. Namun, ketika akhirnya Cheryl pulang ke negaranya, hal pertama yang menyambutnya justru sebuah paper bag dengan kartu selipan yang bertuliskan, 'For Kak Leo matah...
