Empat Belas

333 32 50
                                        

Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan.

Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.

Selamat membaca-!!

••••••

Lapangan golf khas mainan anak old money di malam hari memancarkan nuansa elegan dan eksklusif. Dikelilingi oleh hamparan rumput hijau yang terawat dengan sempurna, suasana tenang dan damai terasa kental. Lampu-lampu taman yang terletak strategis memancarkan cahaya lembut, menciptakan bayangan halus yang menambah kesan magis.

Di tengah-tengah lapangan golf, Leo dan Noah terlihat bermain bersama. Mereka berdua mengenakan pakaian kasual yang nyaman namun tetap stylish, mencerminkan latar belakang keluarga mereka yang terpandang.

Dengan stik golf di tangan, mereka bergantian memukul bola golf, mencoba mengalahkan satu sama lain dalam permainan ini.

"Lo udah ngabarin Cheryl dengan bener gak sih?" Noah berdecak sebal.

"Udah," ucap Leo dengan fokus, memasang ancang-ancang memukul bola.

"Terus mana orangnya?"

"Dia gak mau kesini kalo ada lo nya," Leo menanggapi santai.

Noah menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya, berusaha mengatasi nyut-nyutan yang terasa di kepalanya. "Harusnya lo gak usah bilang gue ada disini."

Leo melirik Noah datar usai mendengarkan peringatan barusan yang penuh tekanan. "Harusnya lo yang hubungin Cheryl sendiri "

"Lo pikir kenapa gue nyuruh lo yang hubungin? gue di blok anjing sama Cheryl!"

"Siapa suruh."

Ingin rasanya Noah membenturkan kepalanya ke dinding saking frustasinya dengan keadaan. Ini semua gara-gara Leo! Apa Noah tonjok lagi saja? Ugh, itu pemikiran yang bagus jika Noah ingin benar-benar membuat Cheryl membencinya.

"Terus gue harus gimana?" Noah berujar putus asa.

"Gak tau, gue gak pernah bujuk orang."

"Sialan," umpat Noah. "Lo main sendiri ajalah, gue gak mau main lagi!" Noah berbalik hendak pergi.

"Dasar bocah puber," Leo menggerutu pelan. "Woy, mau lanjut minum gak?" teriak Leo agak keras.

"Gue gak minum alkohol berdua bareng cowok."

Leo ikut berbalik, sedikit berlari menghampiri Noah kemudian merangkul lehernya. "Bokap gue punya koleksi wine baru dari Prancis, kelihatannya sih mahal."

"Gue gak tertarik sama vintage baru."

For your information, wine dikategorikan sebagai vintage tua ataupun baru berdasarkan beberapa faktor, yang biasanya melibatkan waktu, kualitas, dan kondisi. Secara umum, wine yang dianggap vintage tua adalah yang telah disimpan selama beberapa dekade.

Leo bergumam, mencoba mengingat detail wine tersebut. "Seingat gue itu wine Domaine de la Romanee-Conti 1945."

Mata Noah seketika terbuka sempurna. "Kenapa gak ngomong dari tadi? Ayo buruan gue mau cobain."

••••••

Notifikasi ponsel Cheryl terus berbunyi sejak beberapa saat yang lalu, memecah keheningan malam. Siapa yang mengirimkan spam di tengah malam? Pikir Cheryl dengan kesal.

Make You Feel My LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang