Pukul 08.00 pagi.
Notifikasi ponsel Astrid berbunyi. Sambil tetap mengunyah roti yang ada di mulutnya, Astrid meraih ponselnya dan memeriksa notifikasi tersebut dari layar kunci.
Astrid menyipitkan matanya. Loh? Akun Instagram Cheryl mengikuti akunnya? Hah? Benarkah? Cheryl yang itu? Cheryl tunangannya Leo?
Dengan perasaan tak percaya, Astrid membuka aplikasi Instagram. Hampir saja ia tersedak saking terkejutnya ketika melihat bahwa ternyata dialah yang telah mengikuti akun Cheryl terlebih dahulu.
"GAK! GAK MUNGKIN?!" teriaknya histeris.
Astrid menjatuhkan ponselnya di atas meja makan, lalu menjambak rambutnya sendiri. "SEJAK KAPAN?!"
Seingatnya, ia tidak pernah mengajukan permintaan untuk mengikuti akun Instagram Cheryl. Mengapa ini bisa terjadi? Apakah ia salah pencet ketika sedang men-stalking Cheryl semalam saat mabuk? Akun Cheryl bahkan masih private semalam. Ah! memalukan!
"Kenapa sih, masih pagi udah teriak-teriak aja?" Ibu Astrid datang dari arah dapur, membawa segelas teh jahe untuk putrinya.
Astrid menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. "Aku malu, Ma!"
Ibu Astrid meletakkan gelas tersebut di depan Astrid dan duduk di hadapannya. "Kenapa lagi? Pasti habis ngelakuin hal memalukan."
Astrid mengangkat kepalanya, matanya membulat sempurna. "Kok Mama tau?"
"Kamu gitu soalnya kalau mabuk, malu-maluin."
Astrid membenturkan kepalanya ke meja makan tidak dapat membendung rasa malu ini. "Mama bener, lebih baik keknya aku mati karena saking malunya."
"Gak boleh lah, Mama udah biayain kuliah kedokteran mahal-mahal padahal," Ibunya Astrid mengomel serius sambil mengoleskan selai ke roti tawar. "Makanya kalau gak bisa minum alkohol, gak usah sok-sokan. Minum sekaleng bir aja udah tepar, kalau temenmu gak nganterin pulang semalam, udah viral kamu hari ini divideoin mabuk di lampu merah. Umur doang yang 20 tahun, tapi fisik sama sikap kamu masih aja kek bocah. Heran Mama!"
"Ugh..." Astrid mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi. Bukannya mendapat solusi, dia malah kena ocehan. Dengan dagu bertumpu di meja makan, Astrid kembali membuka akun Instagram Cheryl. Nasi sudah menjadi bubur, mau diapakan lagi? Toh, sejak kemarin ia memang sangat penasaran dengan isi akun Instagram tunangan Leo.
Kebetulan sekali, baru beberapa detik yang lalu Cheryl memposting sebuah instastory.
DEG!
Saat itu juga, Astrid langsung menyesal telah membukanya. Di layar ponselnya terpampang foto Leo yang bertelanjang dada sedang tertidur dengan sebelah tangan Cheryl menangkup pipinya. Seakan-akan ada sesuatu yang meremas-remas hatinya, rasa sakit itu begitu nyata dan menusuk. Dia disadarkan sekali lagi bahwa Leo adalah milik perempuan lain.
Sejak kejadian di kafe seminggu lalu, Astrid sudah berusaha keras untuk melupakan Leo, namun ternyata melihat kemesraan Cheryl dan Leo, hatinya kembali terluka. Betapa menyakitkan mencintai seseorang yang tidak bisa dimilikinya.
Ting!
Kak Leo : Ke kampus jam 10 nanti, kita harus kumpul tugas kelompok.
Begitulah pesan yang muncul di jendela notifikasinya. Astrid menghela napas berat, kini ia harus fokus move on, ketika tugas kelompok mereka berakhir, seterusnya ia akan menghindari Leo.
Tapi tunggu, masalahnya Astrid tidak bisa ke kampus hari ini. "Mama, Papa gak ada di rumah yah?"
"Papamu kan berangkat perjalanan dinas dari kemarin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Make You Feel My Love
RomanceSelama tiga tahun terakhir, Cheryl dan Leo menjalani hubungan jarak jauh antar negara. Namun, ketika akhirnya Cheryl pulang ke negaranya, hal pertama yang menyambutnya justru sebuah paper bag dengan kartu selipan yang bertuliskan, 'For Kak Leo matah...
