Delapan Belas

457 35 6
                                        

Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.

Selamat membaca-!!

••••••
6 Tahun lalu...

"Stop manfaatin Noah lagi!" titah Cheryl dengan sorot mata dingin.

Tiga orang cowok di depannya saling pandang. Farel yang dari dulu paling sok jagoan dan paling sering memanfaatkan Noah, mendecih sambil memasukkan kedua tangannya ke saku jaket.

"Apa kata lo? yang bener aja, kita ga pernah manfaatin Noah tuh."

Cheryl tahu persis Farel tidak akan pernah mengaku. Sudah cukup lama Farel memperlakukan Noah seperti sumber daya yang bisa ia hisap sesuka hati mulai dari barang, uang, bantuan, bahkan status sosial.

"Oh really?" Cheryl tersenyum sinis, ia menatap Farel dari ujung kepala sampai kaki.

"Jam tangan itu..."

"Sepatu itu..."

"Tugas-tugas sekolah..."

"Bahkan pacar kamu yang sekarang, itu semua dari Noah," ejek Cheryl merendahkan.

Farel menggeram marah. "Hati-hati sama omongan lo!" Ia bangkit dan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Cheryl.

"What?" tanya Cheryl sambil menatap mata Farel lurus tanpa rasa takut.

Farel menarik napas kasar, kepalan tangannya mengencang. Ia kemudian sedikit mundur untuk menjaga jarak, bukan karena respect, Farel jelas tidak punya itu. Tapi ia tahu, semua orang tahu, bahwa menyentuh Cheryl itu sama saja memancing Noah datang dengan gila-gilaan.

Cheryl menurunkan tatapannya dan matanya langsung terpaut ke sepatu Farel, lebih tepatnya sepatu yang dulunya milik Noah. Walau Noah hampir tidak pernah memakainya sama sekali.

Balenciaga Triple S Black Yellow. Sneaker mahal, chunky, branding besar-besaran yang mencolok. Sayangnya, Farel memakainya seperti barang obral. Bahkan cara dia melangkah pun tampak sok kaya ala orang kampung yang tiba-tiba punya uang.

Cheryl mengusap hidungnya pelan. "Dasar kampung," gumamnya, namun tidak cukup pelan.

Farel langsung meledak. "Cewek sialan!" tangan kanannya mendorong kasar bahu kiri Cheryl dengan kuat.

"Huh?!" Cheryl tersentak.

Cheryl hendak maju membalas, ada kilat amarah di matanya, wajahnya memancarkan ketidaksukaan yang selama ini ia tahan.

Sampai tiba-tiba tangan besar menarik tubuh Cheryl ke belakang. Cheryl mendapati dirinya ditarik hingga bersembunyi dibalik punggung seseorang yang lebih tinggi, lebih besar, dan sangat ia kenal.

"Noah..." desisnya.

Cowok itu berdiri tegap, tubuhnya menjadi perisai penuh antara Cheryl dan Farel. Untuk sedetik ekspresinya jauh lebih gelap dari biasanya, rahangnya mengeras dan sorot matanya dingin. Lalu dengan cepat Noah tersenyum ramah. "Farel, lo dipanggil ke Finance Office."

Farel mengepalkan tangan. Ia menatap Noah, lalu Cheryl, namun tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berbalik dengan langkah berat diikuti kedua temannya.

"Hey, where the hell you goin'?! hold up!" Cheryl berseru. Ia baru mau menyusul Farel yang sudah menjauh ketika Noah menahan, menyentuhkan telunjuk ke kening Cheryl dan mendorongnya pelan.

Make You Feel My LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang