Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.
Selamat membaca-!!
••••••
6 tahun lalu..
Noah berjalan menghampiri Cheryl sambil membawa dua botol air mineral. Gadis itu duduk tenang di salah satu bangku taman sekolah, dengan garis wajah tegas dan sorot mata tajam yang membuat Cheryl terkesan dingin dan tak tersentuh ketika sedang diam seperti sekarang. Menurut Noah, karakter itu sangat pas untuknya.
Saat Noah mendekat, Cheryl mengangkat wajahnya sedikit, membuat Noah bertatapan langsung dengan mata hazelnya yang indah namun penuh ketegasan. Untuk sejenak, Noah merasa seperti ditelanjangi oleh tatapan itu, tapi ia tetap melangkah maju dengan senyum hangat.
Noah membukakan salah satu tutup botol air mineralnya kemudian menyerahkannya pada Cheryl. "Nih!"
"No thanks, aku gak minum air yang dikasih sama orang asing," tolak Cheryl sambil mendorong pelan botol minuman tersebut kembali. Ada ketegasan dalam suaranya yang membuat Noah sadar bahwa gadis ini bukan tipe yang mudah didekati.
Noah tertawa kecil menanggapi. Bagaimana ya gadis ini bisa bergaul dengan siswa yang lain? Dia pasti tidak punya teman, pikir Noah.
"Fine," Noah mengedikkan bahunya, lalu mengambil tempat duduk di sebelah Cheryl. "Kenalin, gue Noah," ucap Noah sambil mengulurkan tangan kanannya mengajukan salam pertemanan.
Cheryl menatap Noah dan tangannya secara bergantian selama beberapa detik. Ada keraguan dalam matanya, namun akhirnya ia memutuskan untuk membalas uluran tangannya. "Cheryl."
Setelah beberapa detik keheningan yang canggung, Cheryl menarik tangannya kembali dan berkata, "Sekarang tolong balikin surat aku."
Noah mengulum bibirnya, berusaha menahan tawa yang hampir pecah. "Bukannya itu buat gue?" godanya dengan nada jahil.
"Of course not!!" sentak Cheryl refleks dengan nada yang agak keras, membuat beberapa orang di sekitar mereka menoleh. Wajahnya memerah sedikit, tapi ia tetap mempertahankan sikap dinginnya. "Surat itu bukan buat kamu, tolong balikin."
Noah, yang masih berusaha menahan tawanya, mengangguk. "Oke, oke, jangan marah. Gue cuma bercanda," katanya sambil mengeluarkan surat itu dari saku seragam sekolahnya dan menyerahkannya pada Cheryl. "Nih, sorry kalau gue bikin lo kesel."
Cheryl meraih surat itu dengan cepat, seolah takut Noah akan berubah pikiran. "Kamu gak baca isinya kan?"
"Hm.." Noah bergumam ambigu, menggantung jawaban dari pertanyaan Cheryl.
"Kamu baca?!"
Lagi, Noah tertawa. "Gak gue baca, tenang aja. Emang isinya apaan?"
Yah Noah pikir tidak ada salahnya berbohong demi melindungi harga diri Cheryl.
"Bukan apa-apa."
Cheryl menghela napas lega, syukurlah dia berhasil mempertahankan harga dirinya. Kalau tahu akan seperti ini, ia tidak akan pernah menulis surat cinta. Ini akan menjadi pengalaman pertama dan terakhirnya, penyesalannya cukup sampai sini saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make You Feel My Love
RomanceSelama tiga tahun terakhir, Cheryl dan Leo menjalani hubungan jarak jauh antar negara. Namun, ketika akhirnya Cheryl pulang ke negaranya, hal pertama yang menyambutnya justru sebuah paper bag dengan kartu selipan yang bertuliskan, 'For Kak Leo matah...
