Hii seperti biasa sebelum mulai membaca jangan lupa vote dan komen yang banyakkkk biar aku makin semangat update, kalau perlu ramein tiap paragrafnya yaa. Terakhir, klik share buat ajak temen kalian agar ikut baca cerita ini.
Selamat membaca-!!
••••••
6 Tahun Lalu....
Noah berlari kecil menuju tribun usai ronde permainan lacrosse yang dimainkan timnya selesai. Tangannya menangkap dengan tangkas botol air minum yang dilemparkan oleh salah satu temannya. Masih dengan ngos-ngosan, ia duduk dan meneguk minumannya dengan kehausan. Keringat bercucuran di dahinya, namun senyum kepuasan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya setelah pertandingan yang menegangkan itu.
"Itu si murid pindahan, kan? Gila, cakep banget!" celetuk salah seorang anggota timnya yang duduk di samping Noah. Noah menoleh, penasaran dengan siapa yang dimaksud oleh temannya.
Noah mengikuti arah pandang yang dimaksud. Seorang gadis yang sangat mencolok berbeda dari yang lain duduk tidak jauh dari tempatnya. Dengan rambut coklat yang tergerai indah dan mata hazel yang memikat, gadis itu jelas terlihat berbeda dari kerumunan. Bahkan di tengah segerombolan anak perempuan, Noah bisa langsung mengenali gadis yang dimaksud.
"Cheryl, bukan namanya?" anggota timnya yang lain ikut menimpali, mencoba mengingat kembali nama gadis tersebut.
Telinga Noah seketika menajam mendengar namanya. Cheryl?! Gadis si pengirim surat cinta tempo hari?!
"Iya, bener. Tapi katanya orangnya judes. Kemarin diajak jalan sama si Rian atlet renang sekolah, tapi ditolak."
Rian adalah atlet renang berbakat dan salah satu penyumbang medali emas terbanyak di sekolah. Ia sangat populer di kalangan gadis-gadis dengan penampilan hot-nya, dikatakan Rian selalu sibuk latihan hingga tidak pernah pacaran. Tapi bisa-bisanya rumor pertama yang menimpanya malah ditolak oleh seorang gadis pindahan.
"Kali aja udah punya pacar, secantik itu pasti udah punya cowok."
Mana mungkin, toh gadis itu baru saja memberikan surat cinta pada Noah tempo hari, pikir Noah.
Anehnya, sampai hari ini belum ada pergerakan dari Cheryl. Gadis itu tidak menghampirinya bahkan sekadar untuk bertanya tentang tanggapan Noah. Hal ini membuat Noah semakin bingung. Dipikir-pikir, kenapa Cheryl suka padanya? Mereka bahkan belum pernah berinteraksi. Noah mencoba mengingat-ingat apakah pernah ada momen di mana mereka berpapasan atau saling bertukar kata, namun tidak ada yang muncul di benaknya.
Tanpa disengaja, mata Cheryl dan Noah berpapasan untuk sesaat, karena setelahnya Cheryl langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Cantik," refleks Noah bergumam pelan, hampir tidak terdengar, menyuarakan isi kepalanya.
Bagaimana mungkin seorang gadis secantik itu tertarik padanya? Detak jantung Noah berpacu dua kali lebih cepat, membuatnya merasa aneh dengan reaksi tubuhnya sendiri. Matanya tanpa sadar tetap terpaku pada Cheryl, meskipun ia berusaha keras untuk mengalihkan pandangannya. Ada apa dengannya? Dasar gila, pikirnya, mencoba memahami perasaan yang tiba-tiba muncul.
••••••
Noah berdiri di depan pintu toilet wanita dengan punggungnya bersandar pada tembok, tangan kanannya memegang sepucuk surat berwarna merah muda. Senyum kecil tersungging di bibirnya saat ia sekali lagi mengingat isi surat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make You Feel My Love
RomanceSelama tiga tahun terakhir, Cheryl dan Leo menjalani hubungan jarak jauh antar negara. Namun, ketika akhirnya Cheryl pulang ke negaranya, hal pertama yang menyambutnya justru sebuah paper bag dengan kartu selipan yang bertuliskan, 'For Kak Leo matah...
