sudah beberapa hari Vanilla berusaha menghindari Aiden namun laki-laki itu sepertinya gencar untuk mendekati nya. suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja, apalagi sebentar lagi acara pensi akan segera tiba.
"Vanilla, lo masih diemin dia?" tanya Aurel dengan hati-hati.
Vanilla menoleh. "masih."
"tapi di lihat-lihat Aiden kaya mau jelasin alasan dia pindah. Vanilla, coba lo dengerin dulu penjelasan dia, jangan sampai lo nyesel pas dia udah pergi." ujar Aurel. "gue tau kok perasaan lo tuh kaya gimana pas denger Aiden mau pergi."
ucapan Aurel membuat Vanilla terdiam seketika, sudah cukup dirinya menghindari Aiden.
🌱🌱🌱
Vanilla akhirnya mau menemui Aiden setelah mendengar ucapan Aurel tadi, mereka akan bertemu di sebuah kafe.
gadis itu duduk dengan tenang sambil memakan kentang goreng, kafe yang mereka kunjungi terbilang cukup sepi saat jam segini.
"Vanilla." panggil Aiden yang baru saja datang.
"sekarang lo bisa jelasin semuanya." ucap Vanilla tanpa basa-basi.
"oke, gue bakal jelasin semuanya." Aiden lalu menjelaskan semua akan kepindahannya.
"jadi... lo masih ada waktu 1 bulan lagi sebelum pindah?" pertanyaan Vanilla membuat Aiden mengangguk pelan.
lalu Aiden menggenggam tangan Vanilla. "kita gunain waktu 1 bulan ini sebelum gue pergi."
memang berat menerima kenyataan bahwa mereka berdua akan berpisah untuk waktu yang cukup lama. Vanilla harus menerima nya karena ini pilihan Aiden sendiri.
🌱🌱🌱
sesuai perkataan laki-laki itu kemarin, mereka akan menghabiskan waktu berdua sebelum perpisahan.
sepulang sekolah mereka berdua berniat membuat kue di rumah Aiden.
"bunda cantik, pinjam dapur nya sebentar yaa." ucap Aiden kepada Ratu yang sedang duduk di ruang keluarga.
Bunda nya hanya mengangguk saja mengiyakan, dia tidak bisa menjawab karena sedang memakai masker wajah.
"terimakasih Kanjeng ratu." ucapan anaknya membuat Ratu melotot dan bersiap untuk melempar majalah di tangan nya.
"kaburr!"
Vanilla yang sudah di dapur sedang menyiapkan bahan-bahan mendengar suara Aiden yang sedang berbicara dengan bunda nya.
"udah semuanya kan?" tanya Aiden yang baru saja datang.
"udah kok, niat nya mau bikin cookies." Vanilla sengaja bikin yang gampang saja.
"sini biar gue bantuin."
mereka berdua sibuk membuat kue, saat Aiden menuangkan tepung ke dalam adonan dengan jahil nya dia menempelkan tepung ke muka Vanilla. seketika muka Vanilla menjadi putih, Aiden tertawa melihat wajah kesal gadis di depan nya. lalu dia merasakan Vanilla menempelkan tepung juga ke wajahnya.
"biar adil!
kondisi dapur yang tadinya rapi sekarang berantakan semua ini ulah Aiden.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone (On Going)
Genç Kurgubagaimana kamu menyukai seseorang tetapi dia hanya menganggap mu hanya sebagai teman saja? pasti sakit. sama halnya dengan Vanilla Aldinata, gadis cantik itu sudah lama menyukai seorang Raiden Dewangga Smith. Aiden belum mengetahui perasaannya, mesk...
