Gambar Siren sungkar*plakkk oh maaf siren atau seireness. Verlly nih si peramal filling dikutuk menjadi manusia sètengah ikan. Kau yang biasanya diam. kini bersiap siaplàh menyanyi yàng memekakan telingga verlly. Carilah mangsamu dengan suara pemikatmu ítu. haha !! Semoga berhasil!
****
"Gue ngimpi kalau kita jadi monster mengerikan!" Velly menggigit bibir bawahnya dengan wajah sangat ketakutan.
"APAA???" teriak mereka semua berbarengan tanpa di komando dirigen.
Suasana pun menjadi hening, mereka tampak melirik satu sama lain dengan tatapan binggung dan bertanya tanya. Angin berhembus melalui celah tirai golden dengan pelan memeluk tengkuk mereka. Mereka kembali terdiam. Bingung dengan pikiran masing masing.
"Hahahaghahah.." Tanpa ba bi bu, mereka semua tertawa terbahak bahak dengan tawa khas putri sambil memegangi perut mereka kecuali Velly.
"Eh Velly, garing loe! Mana ada wajah semulus gue berubah jadi monster! Aneh loe!" Cherlly menatap Velly dengan raut muka yang sedikit takut namun di buat pengelakan olehnya.
"Tap-pi itu tadi seperti nyata!" Velly masih menunjukan ekspresi takutnya dengan keringat yang semakin deras mengucur dari dahinya.
Tiba tiba angin berhembus sangat kencang hingga menggerakan perabotan perabotan kecil di kamar mereka. Mereka hanya diam sambil berdiri ketakutan. Angin berwarna abu abu masuk melalui jendela kemudian mengepul menggelilingi sosok wanita atau lebih tepatnya gadis dengan mini dress selutut berwarna putih bersih dengan hiasan yang sederhana namun membuatnya nampak cantik. Gadis itu tersenyum sangat manis sehingga layak semua semut kerajaan berbondong bondong mendatanginya.
Ketujuh putri tersebut hanya diam sambil menatap bingung siapa gadis yang berada dalam kamar mereka. Salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk bertanya, yang tak lain adalah Sherlly.
"Em-um, maaf! Anda siapa? Dan kenapa anda kemari?" tanyanya gemeteran sambil meremas ujung gaun tidurnya.
"Hahahaghh... Kau tanya mengapah aku kemari?" Gadis itu tertawa devil dengan memperlihatkan gigi putihnya yang nampak rapi dimulutnya.
Tanpa ditanya mereka semua pun hanya mampu menundukan kepala berarti "ya" dalam kamus anggota gerak.
"Tlukk" Gadis itu mengetukan tongkat yang mirip tongkat sihir itu ke lantai marmer dibawahnya yang menimbulkan suara yang sangat gemertak.
"Aku kesini untuk balas dendam!" lanjutnya berbisik pelan namum membuat suasana dikamar ini terlihat mencekam dengan pencahayaan yang remang remang.
"Maksudnya? Kami salah apa?" Sherlly memberanikan bertanya akibat beribu pertanyaan yang tak mampu dibendung dalam benaknya.
"Satu hal yang paling penting dalam hidupku adalah belahan jiwaku. Walau aku harus menukar tubuhku dengan keimananku namun aku rela demi tetap memeluk kekasihku. Namun takdir berkata lain! Saat aku telah resmi mengenyam keyakinan hitam itu kekasihku tak ubahnya menjadi sebuah bunga lily putih akibat ulahku sendiri. Aku sangat menyayanginya, melebihi diriku sendiri. Hingga aku berjanji akan selalu menjaganya di balik awan hitamku. Namun seseorang tlah menghancurkannya. Menghancurkan satu satunya alasan mengapa aku disini. Aku tak habis pikir, mengapa ia tega memotong leher kekasihku dengan tangan mungilnya? Merobek robek kulitnya dengan kukunya. Menyayatnya tanpa tersisa satu daging sedikitpun. Saat ku kembali aku tak menemukanya..Dia telah pergi dan semua itu GARA GARA KAMU BODOH!" Suasana yang tadinya mellow dengan suara tangis gadis misterius yang menyayat hati kini berubah mencekam akibat kemarahnya yang diubun ubun saat menunjuk Sherlly. Wajah manisnya kini berubah seperti anjing liar yang menggigit ekornya. Gaun putihnya kini terlihat tetesan tetesan darah yang menjijikan. Wajah mulusnya kini berubah menjadi seringaian tajam. Giginya bertaring runcing. Dan senyumannya mendadak kejam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magic Accursed
FantasíaSebelum kejadian itu terjadi.. Sebelum kutukan itu merubah semuanya. Merubah kehidupanya Merubah tempat tinggalnya Merubah wujud aslinya, Bahkan merubah taqdir hidupnya Sherlly, hanya satu yang dapat menyelamatkan mereka. Karena dia satu satunya yan...
