Sherlly berlari kencang menuju halaman Zahtraj Academy. Seperti biasa, latihan fisik jam malam. Namun kali ini ada yang berbeda. Sherlly tiba ketika latihan sudah dimulai. Dalam artian, dia terlambat.
"Sorry Miss, I'm late," ujar Sherlly masih dengan deru nafas yang begitu berat. Ia baru saja tiba di Zahtraj Academy.
Miss Fisses tersenyum maklum. "No prob, Sherlly. Miss tau, kamu baru saja tiba. Sekarang kamu nyusul latihan saja. Dan jangan lupa, itu!" Miss Fisses mengarahkan dagunya ke beberapa botol yang terbungkus kantong putih.
Sherlly mengangkat kantong yang dibawanya. Lalu cengar-cengir. "Iya Miss."
Sherlly meletakan air Qiesis yang hari ini diambilnya susah payah. Tak mudah untuk menemukan air yang tak pernah ia tau sebelumnya. Tapi, Sherlly bersyukur. Ia masih mempunyai Verlly yang tadi sempat membantunya menemukan air itu.
"Sherlly teman kamu yang lain sudah mulai berlatih. Apa kau sudah siap?"
Sherlly mengeluarkan kotak yang ada dalam tas ranselnya. Tangannya membuka isi kotak itu dan langsung mengambil sebuah busur juga beberapa panah.
Ditatapnya panah itu dengan intens sebelum benar-benar memutuskan untuk memakainya.
"Siap Miss," seru Sherlly. Ia menutup kotak itu yakin lalu memasukannya kembali kedalam ransel abu-abu miliknya.
"Baiklah. Miss yakin, kau pasti bisa melakukannya. Ayo ikut!"
Ms. Fisses mengajak Sherlly ke tempat dimana semua siswa yang ditugaskan untuk bertarung berkumpul.
Ada beberapa bangsa penyihir yang sedang berlatih pedang ; sebagian penyihir hitam melatih kekuatan gelap mereka ; ada yang berlatih belati ; dan hampir seluruh bangsa eurotopia berlatih panah.
Miss Fisses mengajak Sherlly untuk mendekati kerumunan bangsa Eurotopia. Ada banyak papan berbentuk lingkaran dengan lingkaran kecil berwarna merah ditengahnya. Dan beberapa panah hanya menancap di lingkaran kedua setelah bulatan hitam, belum menancap sempurna.
"Baiklah Sherlly. Sekarang waktumu. Saya akan melihat dari jauh bagaimana kamu akan berlatih. Saya tidak akan mengajarkanmu apapun. Berfikirlah dan simpulkan sendiri. Jadi, gunakanlah instingmu."
Sherlly mengangguk paham. Diamatinya orang-orang disekitarnya lekat-lekat. Hingga matanya menangkap sosok gadis cantik yang sedang berlatih panah dengan lincah.
Sherlly terus mengamati bagaimana Fung in melempar panahnya. Cara melesatkan panah, menarik busur dan, ... Bam! Tepat sasaran.
Sherlly dapat melihat, jikalau wajah Fung in tetap datar. Padahal menurut Sherlly, itu sangat keren. Sherlly geleng-geleng kepala.
Namun kini ia tertegun, panah yang tadi dilesatkan oleh Fung in dan melesat tepat di bundaran merah kini berbalik arah. Melesat dengan kecepatan sama ke arah Fung in. Sherlly dapat melihat bahwa Fung in berlari cukup kencang lalu menunduk. Menghindari lesatan anak panah.
Sherlly semakin kagum akan Fung in. Di saat ia memperhatikan gerak-gerak Fung in lagi. Gadis itu menoleh ke arahnya dengan tatapan super tajam.
Sherlly segera memalingkan wajahnya. Menatap busur di genggamannya dan berfikir apa yang harus ia lakukan.
Kini ia sedikit mengerti. Miss Fisses menyuruhnya menggunakan insting. Dan ia yakin, bahwa ia harus melakukan hal yang sama dengan Fung in. Membidik papan sasaran, lalu berlari secepatnya untuk menghindari serangan balik. Ya, itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Magic Accursed
FantasySebelum kejadian itu terjadi.. Sebelum kutukan itu merubah semuanya. Merubah kehidupanya Merubah tempat tinggalnya Merubah wujud aslinya, Bahkan merubah taqdir hidupnya Sherlly, hanya satu yang dapat menyelamatkan mereka. Karena dia satu satunya yan...
