Part 4 -Awal Kutukan-

803 57 11
                                        

Hamariad sosok wanita atau yang disini Terlly. Terlly tak usah cari makan banyak karena sekarang dirinya bisa menghasilkan makanan sendiri lewat fotosintesis. Ia menjadi manusia yang kaki dan perutnya bergabung dengan dahan pohon. Atau lebih tepatnya Makhluk yang tempat hidupnya di pohon dan mengabdi pada pohon hingga ia bisa menempel atau satu tubuh sama pohon. Tenang aja Terlly kutukanmu tak begitu menyusahkan.Kau perut karet bisa menghasilkan buah sendiri melalui pohonmu. Simaklah kisahnya di part selanjutnya.

*****

"Pokoknya gue gak mau tunangan sama dia, titik!" teriak Sherlly mantap. Semua orang langsung mengarah pada suaran Sherlly yang cetar membahana itu.

"Tapi aku mencintaimu sher," Nathdlan berujar lirih.
"Aku udah gak mempercayaimu. Bunda Ayah ayo sekarang kita pulang. " Ajak Sherlly.

Namun semua orang hanya menatpnya binggung. Sherlly pun kesal dan segera berlari keluar dari istana megah ini. Verlly, Terlly dan Velly mengejar Sherlly di belakangnya. Mereka tak pernah melihat Sherlly marah dan menangis seperti ini. Sherlly adalah orang yang kuat. Untuk itu mereka mengejar Sherlly yang telah lari menjauh.

"Ayo kejar Sherlly, gue khawatir sama dia" Verlly cemas.
"Highheels ini ya bikin lariku kayak semut. Kita buang aja sandalnya, trus kita lari! Beres deh" Velly mencopot hak coklat yang bertengger manis di kakinya.

Velly pun berlari lebih cepat dari sebelumnya, ia berlari bagai copet dikejar petani. Namun ia berhenti karena tak melihat Sherlly lagi.

"Hosh..hosh...hosh... Kemana Sherlly? Cepet banget perginya. Jangan jangan dia masuk kantong doraemon!" Velly berujar pelan. Tiba tiba ia mendengar suara isak tangis yang mengalun indah namun sangat menyayat hati. Ia pun segera mencari asal suara itu. Ternyata di balik pohon, Sherlly sedang menangis tersedu sedu.

"Heh ngapain loe?" Terlly memengang bahu Velly yang sontak membuat Velly kaget setengah hidup.

"Sttt.... Sherlly disana! Sedang nangis dia! Jangan berisik!" Velly membungkam mulut Terlly. Namun Terlly segera bertindak, ia tak mau diperlakukan kayak KPK yang tutup mulut terhadap Koruptor. Ia pun langsung menancapkan gigi tangkasnya tepat di tangan Velly.

"Aww.. Apaan sih loe, main gigit aja!! Loe kira ini daging?? Salah ini tulang bodoh" Umpat Velly.

"Jangan berisik!" Verlly menengahi keadaan sebelum semuanya berubah menjadi kapal pecah.

"Loh kemana perginya Sherlly?" tanya Terlly bingung.
"Ia kemana dia? Bukannya tadi disana!" Velly menunjuk pohon.

"Loe sih berisik! Kedengeran kan dari sana!" Terlly menyalahkan Velly.

"Loe itu yang gigit gue, kampret!" Velly balik menyalahkan. Karena gak kuat dengan sirkulasi udara yang rentang panas. Verlly segera meninggalkan mereka dan mulai mencari Sherlly.

'Nah itu dia, apa yang dia lakukan?" batin Verlly. Verlly melihat Sherlly berjalan pelan sambil tertawa manis menuju suatu tempat. Ah! Lebih teparnya suatu kumpulan bunga lily putih. Lily putih adalah bunga kesayangan Sherlly. Dimanapun ia melangkah kalau ia telah melihat bunga itu, pasti ia menghampirinya.

'Kenapa perasaanku gak enak? Apa ada sesuatu yang akan terjadi pada Sherlly? Feelingku mengatakan ada yang gak beres. This is Problem!"

Sherlly semakin melangkah mendekati bunga lily itu. Mungkin hanya beberapa langkah lagi, ia akan sampai. Verlly melihat ada tulisan Don't touch me di depan hamparan bunga itu. Lantas iapun berlari mengejar Sherlly sebelum hal buruk terjadi.

"Tunggu.....!" teriak keenam putri Ereshia itu tepat di belakang Sherlly. Sherlly mendongak dan berbalik menatap saudarnya.

"Kenapa ?" tanya Sherlly binggung.
"Ituh ada tulisanya Don't touch me!" Kelly menjerit pelan karena dia sangat disiplin sehingga ia sangat menghormati rambu rambu taman.

"Iyah, terus kenapa?" Sherlly geleng geleng kepala.
"Ya terus kamu gak boleh menyentuhnya. Aku takut kejadian buruk menimpamu!" Menimpa kita lebih tepatnya. Verlly berbicara serius seolah dia adalah dosen matematika yang sedang memberikan rumus Al jabar.

"Gue gak bakal kenapa napa!" Sherlly tertawa dan menunjukan satu tangkai bunga lily putih tanda ia tak kenapa napa saat menyentuh bunga itu.

"Loe beneran gak papa?" tanya Velly khawatir dan merangsek mendekat.

"Gak papa. Tuh sehat walafiat!" Jawab Sherlly heran dengan pertanyaan Velly.

"Waw, indah banget!" teriak Chelly menatap kagum hamparan bunga didepannya. Ia pun mencium bunga itu satu persatu.

Namun tiba tiba langit menggelap menyisakan awan mendung berwarna gelap. Suara suara gemuruh saling bersahutan di halaman istana Shensei tersebut.

"Udah mau hujan, berteduh yuuk!" ajak Kelly.
"Sebentar, aku mau petik dulu buat dirumah.!" Sherlly segera memetik bunga lily putih itu sampai hanya menyisakan hamparan daun nya saja.

"Udah ayoo!" Velly menarik tangan Sherlly. Merekapun berlari menembus hujan teras dan angin kencang. Mereka kemudian segera masuk kedalam kereta kencananya.
Disana telah ada Raja dan Ratu Ereshia. Merekapun langsung duduk.

"Darimana kalian?" Tanya Raja Aldirch.
"Kami habis memetik bunga ayah!" Sherlly mengangkat seikat bunga lily putih. Aldirch menghela nafas dan tersenyumm.

"Kamu itu, selalu saja mencari bunga lily putih di manapun. Sekarang di istana Shensei, kamu juga menemukanya.!" Aldirch tersenyum mengingat putrinya yang satu ini sangat menyukai bunga Lily putih.

"Oh ayolah. Kita pulang! Disini dingin!" Chelly merajuk.

"Oh iya. Yaudah ayo kita pulang!" Aldirch segera menjalankan keretanya keluar dari halaman Kerajaan Shensei.

******

Seorang gadis bergaun putih nampak keluar dari balik pohon dengan wajah merahnya. Gaunya melambai lambai tertiup angin kencang. Ia berjalan pelan melewati hujan deras dengan santainya.

Ia terduduk lemas di sepan mantan hamparan lily putih. Ia pun menangis sejadi jadinya.

"Arnold, maafkan akuu! Aku tak bisa menjagamu..!" Gadis itu menangis tersedu sedu. Ia menatap marah papan bertuliskan Don't touch me yang sangat tak berguna menurutnya.

"Manusia memang serakah, sudah diberi tanda bahwa tak ada yang boleh menyentuhnya. Eh malah di petik abis abisan. Kalau saja ini hanya lily biasa aku pasti gak akan marah. Tapi ini kekasih ku, pacarku. Arnold telah dibunuh oleh gadis sialan itu."

"Aku bersumpah! Besok malam, aku akan merubahnya menjadi makhluk menjijikan. Hahaha!! Itu lah balasan bagi orang yang telah merenggut kekasihku. Mereka juga harus mendapatkan apa yang aku rasakan. Aku tak akan membiarkan mereka merasakan jatuh cinta. Tunggu saja gadis cantik!" Gadis bergaun putih itu menyeringai tajam.

Sementara itu dibalik pohon, Nathland tengah mengintip kejadian itu.

"Siapa yang akan dikutuk olehnya? Sebenarnya siapa dia? Kenapa bisa masuk istanaku?" Nathland bertanya dalam hati. Namun saat Gadis itu membalikan badan dan menghilang dibalik pohon dengan asap tebal yang mengelilinginya.

" Apa benar dia fung in? Kakakku? Tapi apa yang dilakukanya? Siapa yang dimaksud gadis sialan itu? Aku harus mencari tau! Yang pasti aku akan menyelamatkan gadis itu!"

Entah mengapa Nathland merasa ia harus mencegah perbuatan Fung in. Padahal ia tak tau siapa gadis itu. Yang pasti ia merasa harus melindunginya.

Nathland pun segera kembali menuju istananya. Ia masuk kedalam tanpa menghiraukan orang yang berlalu lalang menyapanya. Ia diam membisu masih memikirkan perkataan fung in. Ia memang sebelumnya pernah mengetahui fung in, kakaknya. Tapi itu dulu saat ia kecil. Dan sampai sekarang orang tua nya tak pernah menyinggung tentang kakaknya. Seolah kakaknya itu tak pernah ada. Tapi ia merasa yakin kalau itu benar benar fung in, kakaknya.

******

Vote and coment yah para Reader's yang baik hati dan tidak sombong. Penulis udah "berhasil-berhasil horee!" *Dora* untuk menyelesaikan part 4 pagi ini. Nah loh- dikit gak papa ya??

Magic AccursedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang