Jakarta, 22 November 20XX
Pemuda dengan kulit pucat dan juga beberapa lebam di badannya tengah termenung disalah satu bangku taman yang tersedia di tempat ia berada.
Luka lebam seperti ini sudah biasa ia dapatkan. Tapi kenapa rasanya tetap berbeda? Rasanya setiap luka itu datang, bukan tubuhnya yang merasakan sakit tetapi, hatinya. Kenapa?
"Happy birthday to me," lirihnya
Tepat hari ini adalah ulang tahunnya ke-16. Tepat saat itu juga luka baru timbul di tubuhnya.
"Kenapa?"
"Gua capek, gua lelah, kapan ini semua selesai?"
Chaka, anak itu hanya bisa berharap setelah ia menutup mata, hanya akan ada hal yang indah yang ada di hadapannya. Hanya itu, sederhana tetapi susah untuk terwujud.
//flashback on
Tungkainya membawa dirinya menuju tempat yang entah ia sendiri pun tak tau.
"Heh, dateng juga si bisu," ejek seseorang yang menghadang jalan
Chaka hanya bisa menatap orang tersebut dengan malas. Jujur, ia hanya ingin semuanya selesai.
"Wawww ada apa nih si bisu dateng, atau jangan-jangan dia mau daftar jadi babu?"
"Hahaha lo bener, kebetulan banget kita butuh babu, ya gak guys," serunya
Tawa terdengar menggema diakibatkan tidak sedikitnya orang yang berada disana.
"Berhenti," satu kata yang berhasil membuat mereka yang tertawa terdiam sejenak
"Loh? Nggak bisu toh?" Bukan, bukan berarti mereka berhenti tertawa. Hal itu malah membuat mereka yang ada disana tambah menertawakan Chaka.
"Tunggu dulu nih ya, maksud lo berhenti tuh apa? Kita emang lagi berhenti ya kan guys? Hahaha."
"Berhenti bikin hidup adek gua jadi lebih rumit," ucap Chaka yang masih menahan dirinya
Hening....
Seseorang yang sedari tadi terdiam mulai memajukan langkahnya lagi.
Greppp......
"Maksud lo apa hah? Siapa adek lo," mencengkram kerah baju Chaka
"Fahrezi Putra Widana," tekannya
Tidak ada yang terjadi selanjutnya. Hanya ada keheningan.
"Oh jadi lo si bangsat yang dibenci Ezi? Wahhh gila banget ini, nggak nyangka gua kalo si bangsat yang dibilang Ezi berani banget nyamperin kita."
"So, bro, lo tau kan di sini nggak menerima orang asing?" Tanyanya sembari melepaskan cengkramannya pada kerah baju Chaka
"Berhenti bikin hidup adek gua jadi rumit gegara gang nggak berguna yang lo bikin," ucapnya menggebu
Bughh....
Satu bogeman mentah jatuh di pipi Chaka.
"F*ck, lo cuma si bangsat yang bahkan adek lo sendiri nggak ngakuin elo, jadi lo nggak bisa seenaknya menyuruh ini dan itu," ucapnya setelah melayangkan bogeman pada Chaka
"Lo semua cuma jadi pengaruh buruk buat adek gua, tawuran sana-sini, cih... menjijikan," ucapnya seraya meludah kesamping
"Si bangsat ini," mulai terbawa amarah
//flashback off
"Habis berantem dimana kamu?"
"Sudah merasa menjadi jagoan? Pulang dengan babak belur seperti itu, mau jadi apa kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Chaka, Congrats!! || END
Teen FictionSequel of 'Cerita Kos-an' Hay... ini kisah Chakarana Efendi sebelum Chaka dan mereka menjadi kita. -------- Kehidupan seorang Chakarana Efendi tak seindah yang terlihat. Terlalu banyak tebing yang landai dan curam disaat yang bersamaan. --------
