Masih dihari yang sama hanya berbeda tempat saja.
Bogor, 20.14 WIB
"Tuan Muda Ryan."
"Bagaimana?"
"Saya sudah melaksanakan semua yang Tuan Muda perintahkan."
"Bagus, terima kasih Hardian."
"Sama-sama, Tuan Muda."
"Gue harap lo bisa nemuin yang namanya teman, dek," gumamnya
"Saya juga Tuan Muda," batin Hardian yang masih mendengar gumaman Ryan
Hardian berharap sangat banyak kepada mereka. Mungkin hanya dengan mereka, Chaka bisa kembali seperti dulu. Ya, ia harap seperti itu.
Jakarta
Chaka masih setia berada di apartemen Nabil. Bagaimana tidak, Nabil saja masih menahannya. Hernes dan Jian sudah pulang karena besok mereka semua masih harus melanjutkan kegiatan sekolah.
"Lo tidur disini, gua tidur di kamar tamu," ucap Nabil setelah membenahi piring bekas cemilan
"Gua aja."
"Lo mau gua bius lagi?" Ancamnya
"Ck, serah lo."
"Huftt..." helaan napas terdengar dari Nabil, "ini udah malam Chak, diluar juga hujan."
"Hmm," merebahkan tubuhnya
Helaan napas kembali terdengar dari Nabil. Tanpa pikir panjang, Nabil langsung membawa piring bekas dan tak lupa mematikan lampu. Ia terbiasa mematikan lampu tanpa sadar bahwa Chaka memiliki trauma berada di dalam ruang gelap. Tak usah dijelaskan bukan alasan Chaka trauma berada di dalam ruang gelap.
Gelisah, itu yang dirasakan Chaka saat ini. Ingatannya melayang pada saat ia kecil.
"Bukan.... bukan salah Chaka...." lirihnya seraya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
"Kak Hana.... jangan tinggalin Chaka," ucapnya dengan getir
Tubuh Chaka bergetar hebat dengan diiringi peluh yang membanjiri tubuhnya. Ia butuh obat itu, benar, Chaka butuh obar itu. Tidak... tidak... Chaka tak boleh keluar dari selimutnya bukan? Atau Chaka akan tertangkap mereka.
"Kak Hana..... Chaka takut...." lirihnya
//flashback on
13 tahun yang lalu, Chaka ingat itu. Kejadian yang tak akan pernah Chaka lupakan walaupun ia masih berumur 3 tahun. Chaka bukanlah 5 bersaudara. Harusnya ia 6 bersaudara dengan 1 kakak perempuan.
Hanara Ayumi, kakak ketiga sekaligus kembaran Gian. Hana merupakan satu-satunya anak perempuan saat sang Mama mengumumkan hasil USG kalau anak keenam yang berada dikandungannya adalah laki-laki.
Singkatnya saat sang Mama memasuki usia kandungan 8 bulan, mereka semua piknik di taman terdekat.
"Adek Kara," panggil Hana
Kara merupakan panggilan yang Hana berikan untuk Chaka karena Chaka adalah adik kesayangannya yang menurutnya imut, tampan dan cantik disaat yang bersamaan. Maka dari itu, Hana memanggilnya Kara supaya berbeda dari yang lain.
"Iya?" Memiringkan kepalanya
"Ughhhh Adek Kara lucuu," mencubit pipi Kara
"Unggg kakak.... anan di ubitt....." rengeknya
Hana tertawa sebelum akhirnya sadar bahwa ia dan Chaka ternyata terpisah dari orang tua mereka.
"Adek Kara, kita ke pisah sama Mama dan Papa, Adek gandeng tangan Kakak terus ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Chaka, Congrats!! || END
Novela JuvenilSequel of 'Cerita Kos-an' Hay... ini kisah Chakarana Efendi sebelum Chaka dan mereka menjadi kita. -------- Kehidupan seorang Chakarana Efendi tak seindah yang terlihat. Terlalu banyak tebing yang landai dan curam disaat yang bersamaan. --------
