Setelah salat subuh, Rendi mengajak Chaka untuk sedikit berbincang-bincang.
"Chak, jawab jujur," memulai pembicaraan serius
"Hmmm," dehemnya tanpa minat
Chaka tahu kalau Rendi pasti akan menginterogasinya. Peduli apa Chaka tentang apa yang akan ia jawab.
"Kenapa dengan tubuh lo?"
"Kenapa?" Tanyanya balik
"Gua tanya ada apa sama luka yang ada ditubuh lo bukan lo malah balik nanya," kesalnya
"Ya terus?"
"Chak? Kenapa setiap kita tanya ada apa sama lo, kenapa lo selalu ngehindar? Lo mau sembuh kan?"
"Apa hubungannya?" Kini Chaka juga ikut kesal mendengar penuturan Rendi
"Kalo lo aja sama kita nggak terbuka, gimana mau ke psikiater?"
"Cih," decaknya
"Pemikiran lo emang dewasa, tapi secara mental lo nggak dewasa, Chaka," ucapan Rendi berhasil memancing Chaka
"Maksud lo apa? Setau apa lo tentang gua," ucapnya seakan-akan menantang Rendi
Tanpa kata, Rendi keluar dari kamarnya dan mematikan lampu serta dengan sengaja mengunci pintu kamarnya.
Rendi antara tega dan tak tega, tapi hanya cara ini saja agar ia bisa mengetahui kenapa tubuh Chaka penuh dengan luka. Jika Chaka beralih menjadi Kara, Rendi akan dengan mudah mengetahui semuanya.
"Loh Ren, ngapain di depan kamar?"
"Enggak Bu," berbalik badan menghadap sang ibu
"Ibu mau kemana, kok rapi gini?"
"Ibu mau ke Bandung sama ayah karena ada acara nikahan rekan kerjanya ayah," sahut sang Ibu
"Ohh ya udah."
"Ren, yang di garasi itu motor siapa?" Tanya ayah yang baru saja datang setelah memanaskan mobil
"Motor temen Rendi, Yah," sahutnya
"Ouhh temen mu mana?"
"Lagi tidur, soalnya dia nginep disini karena abis perjalanan jauh."
Bohong
Nyatanya Rendi membawa Chaka karena anak itu terluka.
Setelah ibu dan ayah Rendi berpamitan, Rendi mengabari teman-temannya.
Kumpulan AL (Anak iLang)
Cepet kerumah gua |
Bang Mark
| Kenapa Ren, tumben banget lo nyuruh kerumah?
Jiantaka
| Iya nih, ada apa sih, Bang?
| Nggak biasanya lo nyuruh kita kerumah
Biang Rusuh
| Lah tumben banget maneh
| Makanan aman kan? Biasalah anak kos nih
BURUAN OTW AJA APA SUSAHNYA SIH NJIR?! |
Galang
| OTW
Nanampret
| Hamba sedang dalam perjalanan ke rumah paduka Afrendi Yoga Pratama
Setelah mengabari teman-temannya, Rendi mekilih berkutat didapur karena sang ibu tidak memasak.
Tak banyak yang Rendi buat, hanya nasi goreng dengan telur ceplok dan nugget.
Tok...tok.....
"Buset, sapa nih yang udah dateng," gumam Rendi sambil berjalan menuju pintu
KAMU SEDANG MEMBACA
Chaka, Congrats!! || END
Teen FictionSequel of 'Cerita Kos-an' Hay... ini kisah Chakarana Efendi sebelum Chaka dan mereka menjadi kita. -------- Kehidupan seorang Chakarana Efendi tak seindah yang terlihat. Terlalu banyak tebing yang landai dan curam disaat yang bersamaan. --------
