23. Carousel and Drama in real life

648 61 22
                                        

"WOYYY SABTU NIHH MAIN LAHH," teriakan itu berasal dari Hernes yang membuka asal pintu apartemen Nabil

"Brisik gembul," menoyor kepala Hernes

"KDRT njir," mengusap kepalanya

"Matamu sepuluh," dumelnya

"Udah astaga, Bang.... masih pagi juga udah ngerusuh di apartemen orang," kali ini Jian bersuara lelah menghadapi abang-abangnya

"Ekhemm...."

Deheman tersebut membuat Hernes yang ingin berbicara langsung terdiam. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Nabil yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil bersidekap dada.

"Lo...lo...lo... semua ngapain pagi-pagi mengganggu?" Tanyanya dengan mata yang mengintimidasi

"Ekhemm.... itu....." gugup

"Kita mau ngajak lo main, Bang," ucap Jian tanpa kegugupan sedikitpun

"Ya udah, lo semua udah pada sarapan?"

Mereka dengan kompak menggeleng dan membuat Nabil menghela napas berat. Pantas saja pagi-pagi merusuh, mereka saja belum sarapan pastilah mereka merusuh.

"Beli sarapan sana, gua nggak ada bahan," ujarnya tanpa melihat ke arah mereka

"Bang Mark sama gua aja yang beli," Galang bersuara dengan menarik tangan Mark

"Jian, pergi ke kamar gua dan bangunin Chaka, gua mau ke dapur bikin bubur instan," ucapnya sembari berjalan ke arah dapur

Jian mengangguk dan memasuki kamar Nabil untuk melaksanakan perintah Nabil.

"Chaka nginep?"

"Iya, mungkin sampai beberapa hari kedepan," membuka laci dan mengambil bubur instan

"Ouhh ada masalahkah?" Hernes menghampiri Nabil dengan mangkok ditangannya

"Entah, tapi gua harap dia bisa tinggal disini selamanya," mengambil mangkok yang berada ditangan Hernes

Tak ada yang memulai percakapan lagi. Hanya ada bunyi kompor sebagai pengisi keheningan di dapur.


....


"Chak," mengguncang sedikit badan Chaka

Nihil, tak ada respon yang membuat Jian menghela napas. Ternyata membangunkan Chaka sedikit susah ya atau sangat susah?

"Chak, bangun dulu lah, sarapan dulu," ucapnya dengan sedikit lembut

"Eungghhh berisik," menepis tangan Jian yang berada di lengannya

"Sarapan dulu Chak, your badan sedikit hot," ucapnya dengan sedikit candaan

"Ji.... astaga....." kesalnya

Chaka membuka mata dan benar dugaannya bahwa Jian lah pelaku dari guncangan tersebut. Ia menatap Jian dengan sayu karena badan yang sedikit tak enak.

"Apasih..."

"Sarapan dulu, Bang Nabil nyuruh gua bangunin lo."

"Males," membenarkan posisi tidurnya dan kembali memejamkan mata

"Astagfirullah, istigfar banyak-banyak gua, Chak," mengelus dadanya

"Alhamdulillah, pahala lo banyak, Ji."

"Berantem aja lah, Chak," ucapnya yang sudah sangat kesal dengan Chaka

"Dosa, Ji."

"Pengen tak hih... gitu loh," membuat pose seolah-olah akan mencekik Chaka

Chaka, Congrats!! || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang