"Saya akan percaya dengan Anda jika Anda mampu berjanji suatu hal kepada saya," berbicara dengan serius
//flashback on
"Bagaimana Chaka, apakah kamu bersedia menuntaskan kasus 2 tahun yang lalu?"
Chaka menimang-nimang tawaran tersebut. Ia ingin terbebas dari hukum yang tertunda selama ini karena kesalahpahaman 2 tahun lalu. Tapi disatu sisi ia akan menghancurkan kehidupan orang lain meskipun orang itu bersalah. Apa yang harus Chaka putuskan.
Chaka menarik napas dan berdoa sebentar sebelum mengambil keputusan, "baik, saya bersedia."
"Baiklah, yang lain bisa keluar sebentar?"
"Mereka boleh keluar, tapi izinkan Jian berada disini menemani saya."
"Bukan masalah asalkan Jian bisa menjaga kerahasiaan interogasi ini. Apakah Jian bisa berjanji?"
Jian menatap ke arah Chaka. Dapat Jian lihat tatapannya yang memohon agar ia tetap berada bersama dengan Chaka.
"Saya berjanji," ucapnya tegas
//flashback off
"Apa yang kamu inginkan, Chaka."
"Setelah kasus ini selesai apakah nama saya akan terbebas dari hukum yang tertunda?"
"Tergantung. Jika memang kamu terbukti bersalah, maka kamu akan mendapatkan hukuman yang seharusnya. Jika kamu tidak bersalah, kamu akan bebas dan statusmu berubah menjadi saksi."
"Apa Anda bisa berjanji jika saya memberikan penjelasan dan bukti yang ada pada saya, Anda akan membebaskan pelaku tersebut?"
Ayah Nabil—Jamal—terkejut mendengar penuturan anak yang ada dihadapannya. Berarti dugaannya benar jika anak ini mengetahui semua fakta yang ada dan menutupinya.
"Kalau memang kamu tahu kebenarannya, bukankah malah kamu tetap menjadi tersangka karena menutupi kebenaran?" Memancing Chaka
"Saya baru saja mendapatkan fakta ini."
Ahhh Jamal paham, ternyata anak dihadapannya juga menyelidiki kasusnya sendiri. Sungguh mandiri anak dihadapannya ini.
"Apakah Anda bisa menjamin itu?"
"Untuk itu maaf saya tak bisa, tapi saya akan membantu untuk meringankan hukumannya."
"Baik, kalau begitu saya siap memberikan keterangan," mencengkram erat tangan Jian
Jian yang ada disebelah Chaka hanya bisa menepuk pundak Chaka memberikan semangat dan memberikan afeksi bahwa ia ada bersama Chaka.
"Sebenarnya bagaimana awal dari kejadian tersebut?"
"Saat itu saya dan Kak Gian sedang mencari adik kami yang bernama Fahrezi karena belum kunjung pulang hingga saat itu waktu menunjukkan pukul setengah 8 malam. Saya dan Kak Gian akhirnya mencoba menyusuri jalan yang biasanya dijadikan tawuran antar pelajar karena kami berdua tahu kalau adik kami suka mengikuti tawuran dengan mengatas namakan nama saya. Tepatnya dipinggir jembatan kami melihat Fahrezi dan kawan-kawannya terlibat tawuran. Niat kami hanya akan menarik Fahrezi, tapi siapa sangka kami malah ikut terserang. Tapi ternyata ada seseorang yang sedari awal mengincar kami berdua. Ada 1 orang berpakaian tertutup dari atas hingga bawah. Kami pikir itu adalah musuh dari adik kami karena menyerang adik kami juga hingga kita lengah dan Kak Gian tertusuk tepat diperutnya," suara Chaka semakin terdengar lirih kala menceritakan Gian yang terluka
"Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali hingga Kak Gian......." menarik napas dan menghembuskannya
"Calm down, Chaka. Jangan dipaksa...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Chaka, Congrats!! || END
Teen FictionSequel of 'Cerita Kos-an' Hay... ini kisah Chakarana Efendi sebelum Chaka dan mereka menjadi kita. -------- Kehidupan seorang Chakarana Efendi tak seindah yang terlihat. Terlalu banyak tebing yang landai dan curam disaat yang bersamaan. --------
