EPT (EDISI PUASA TERBARU)

75 28 16
                                        

Hallo, happy reading!!

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

"BANGUN! BANGUN GAK LO SEMUA!!" teriak Igel dengan menggunakan toa yang entah ia dapat dari mana.

Marcel mengerjapkan matanya pelan menyesuaikan cahaya. Ia bangun sembari mengucek matanya. Ia mengambil handphone yang berada disampingnya.

02.49, tulisan yang tertera pada layar handphonenya.

"Apaan sih lo gel, baru juga jam segini udah teriak-teriak aja, ganggu tau gak." dumel Marcel.

"Ini kan udah jamnya orang sahur kalian aja nih tukang molor, gue aja bangun jam 02.00 tadi."  ujar Igel sinis.

"Tau deh." Marcel kembali merebahkan badannya dengan memeluk guling kembali memejamkan matanya.

"Heh malah tidur lagi, telat sahur tau rasa lo." Igel naik keatas kasur dengan menarik kaki Marcel. "BANGUN CEL! BANGUN!" teriak Igel dengan menarik kaki Marcel brutal.

Marcel menggeram pelan. Ia mencoba menendang-nendang dan menutupi telinganya dengan guling.

Angkasa yang merasa terganggu pun terbangun. "Haduh kalian apa-apaan sih, pagi-pagi rusuh banget." ucap Angkasa dengan muka bantalnya.

"Ini nih sa, gak mau bangun dari tadi." adu Igel kepada Angkasa.

Angkasa bodo amat saja mendengarnya, ia bangun lalu keluar kamar menuju dapur guna menyiapkan makanan sahur.

Igel mengikuti Angkasa keluar kamar.

"Mau bikin apaan lo, sa?" tanya Igel.

Angkasa melirik Igel sekilas.

"Mie instan." jawab Angkasa.

Igel menganga tak percaya. "Masa sahur makan mie instan sih anjir." protes Igel.

"Salah sendiri lo nginep di rumah gue, dah tau  gue tinggal sendiri gak pernah masak malah numpang sahur." ucap Angkasa sedikit sinis.

"Ye lo mah pelit banget sih."

"Gue enggak pelit emang adanya ini, lo mau makan enggak kalau enggak beli aja sendiri di luar." ucap Angkasa.

"Masak apa lo, sa?" tanya Zerren dari arah belakang mereka. Igel terkejut dengan kedatangan Zerren tiba-tiba.

Zerren terkekeh geli melihat Igel. Ia menyomot satu kudapan kering yang tersedia.

Epilog Tanpa PrologTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang