EPT 21

51 2 0
                                        

Happy Reading
.

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

Bulan merebahkan tubuhnya dikasur dengan gerakan sedikit kasar. Ia cukup lelah hari ini, dimulai dari pagi ia harus latihan bersama Angkasa, menonton film di rumah Rena sampai menjelang sore, dan tadi harus berbicara dengan Papanya.

Bulan bingung, ia tak tahu harus merespon bagaimana karena secara tiba-tiba Papanya menyinggung masalalu yang selalu menghantui Bulan.

Bulan tak mengerti, selama ini mereka diam seolah tak peduli seolah-olah Bulan orang asing disini. Bulan kadang merasa menjadi orang asing dikelurga Papanya karena ia merasa tak pernah dianggap sebagai keluarga.

"Kenapa ya, Papa tiba-tiba minta maaf sama gue setelah sekian lama diam dan terlihat gak peduli." gumam Bulan menatap langit-langit kamarnya dengan bingung.

"Kalau emang mereka peduli, seharusnya keluarga ini tidak sedingin dan sesepi ini." ujar Bulan dengan menegakan tubuhnya menjadi duduk diatas kasur.

Bulan cukup stres hari ini, ia butuh teman untuk berbicara. Ia membuka laptopnya lalu membuka video call bersama Rena.

tut...tut..

"Halo Bulan, kenapa lo? kangen ya." ucap Rena bercanda.

Bulan memutar bola matanya malas.

"Eh by the way, muka lo kenapa beda? mata lo kok bengkak? habis nangis ya lo? siapa yang nyakitin lo? bilang sama gue, biar gue kasih tahu tu orang." tanya Rena secara beruntun tanpa henti dengan menggebu-gebu.

"Lebay banget, mana banyak lagi pertanyaan nya." jawab Bulan malas.

"Serius Bulan, lo kenapa?" tanya Rena kembali.

"Enggak papa." jawab Bulan berusaha baik-baik saja.

"Alah, jangan bohong ya, gue tahu lo bohong." ucap Rena merasa tak percaya.

"Serius gue enggak papa."

"Bul, lo tuh enggak pandai bohong. Mata lo tuh kelihatan tau gak kalau lo lagi bohong." Rena memperhatikan wajah Bulan yang nampak sekali tidak baik-baik saja.

"Gue tuh pengen ngobrol aja sama lo." jelas Bulan.

"Ngobrol apaan sih, kan siang tadi kita udah ngobrol sampe sore, masih gak puas lo?" tanya Rena.

"Bukan gitu, gue pengen ada temen ngobrol aja sih." jawab Bulan memperhatikan Rena.

"Bul, lo masukin Aya nih? kalau tu anak tau kita vidcall berdua bisa marah terus ngambek." ucap Rena.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Epilog Tanpa PrologTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang