Typo adalah bagian dari ke estetikan 😌😌😌
selamat membaca
Perusahaan ternama, Kim Coporation baru saja menyambut CEO baru mereka yang tidak lain adalah putra dari CEO sebelumnya sekaligus pemilik perusahaan.
Seluruh karyawan berdiri menyambut sang CEO. saat sang CEO masuk serentak semua karyawan membungkuk.
"Selamat datang tuan Kim Namjoon". ucap semua karyawan serempak.
Sang CEO yang kini kita tau namanya adalah Kim Namjoon berjalan lurus tanpa memperdulikan ataupun membalas ucapan selamat datang para karyawan. Yah semuanya memaklumi karena sudah tau sifat sang CEO, sifatnya begitu dingin, tidak suka di ganggu dan begitu kaku. Sikapnya menjadi begini sejak kehilangan tunangannya karena kecelakaan pesawat tujuh tahun lalu. Kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa tunangannya menjadi trauma yang begitu hebat di hidup Namjoon. Rasa penyesalan yang amat dalam Namjoon rasakan karena beberapa hari sebelum kecelakaan keduanya sempat bertengkar hebat dan berakhir saling tidak bicara. Bahkan sampai keberangkatan tunangan Namjoon untuk urusan bisnisnya, keduanya masih saling diam. Sebenarnya masalah yang mereka perdebatankan termasuk masalah kecil, tapi karena keduanya berbicara disaat sama sama lelah jadi pembicaraan tersebut berubah menjadi pertengkaran. Itulah yang Namjoon sesalkan, seharusnya dia tidak marah sedalam itu, tidak memaki sejauh itu. Namun apalah daya semua sudah berlalu dan kini hanya menjadi kenangan yang begitu pait terpatri di hati dan pikiran Namjoon.
"Kim Namjoon!!!" Teriak Min Yoongi selaku sekretaris Namjoon.
"Ah ya hyung ada apa?" Tanya Namjoon dengan wajah polosnya.
"Kau melamun lagi?? kau tidak mendengar apa yang ku jelaskan panjang lebar tadi??".
Namjoon menggeleng sebagai jawabannya. Jangan salah paham, keduanya sudah kenal dekat sejak masih di bangku sekolah dasar. Jadi maklum jika hanya berdua bahasa mereka seperti itu.
"Kau masih memikirkan Hobi?? mau sampai kapan Kim Namjoon?? ini sudah tujuh tahun. Apa kau masih saja ingin menyiksa Hobi dengan kau masih memikirkan dan menangisinya??. Aku tau kau sangat mencintai dan sangat menyesali tindakanmu sebelum kecelakaan, tapi kau tidak bisa terus begini Joon. Kasian Hobi, dia pasti tersiksa dan sedih melihatmu terus seperti ini". Lagi dan lagi Yoongi menasehati Namjoon untuk kesekian kalinya.
"Aku tau aku salah hyung, tapi aku benar benar tidak bisa melupakannya. Setiap apapun yang kulakukan, semua tempat ada kenangan Hobi, bagaimana caraku melupakannya hyung?". Suara Namjoon cukup tenang tapi jelas sekali tersirat rasa sakit yang amat dalam.
"Kim Namjoon, aku tau kau sangat mencintainya melebihi apapun itu aku tau. Tapi dia sudah pergi, mulai coba lepaskan dia dari pikiranmu. Kau tidak perlu melepasnya dari hatimu, tapi lepaskan dari pikiranmu. Dengan begitu kau akan dengan perlahan bisa menerima kepergiannya, Jika kau masih saja tidak melepaskan dia dari pikiranmu maka selamanya kau akan tidak bisa menerima kepergiannya. Oke, Jebal Joon. Aku tidak bisa melihat kau terus sengsara seperti ini, menyalahkan diri seperti ini terus. Kau harus melihat, masih banyak orang disekitarmu yang menyayangimu, jadi ingat mereka dan mulai terima kepergian Hobi". Yoongi tidak pernah bosan mengatakan hal yang sama setiap melihat Namjoon mulai menyalakan dirinya sendiri. Karena bisa dikatakan Namjoon cukup depresi dan saat ini dalam masa penyembuhan. Namun belakangan Namjoon tidak mau melakukan pengobatan lagi dengan alasan tidak mau kehilangan memori dengan Hobi.
***
Rumah sakit umum Soul.
"Bagaimana?? apa ada perkembangan??"
"Sejauh ini, kondisinya sudah membaik hampir 90%. ini adalah perkembangan yang sangat pesat mengingat bagaimana keadaan anda saat pertama kali ke sini". Jelas sang dokter.
