Saranghae (Sope).

1.1K 40 0
                                        

Typo adalah bagian dari ke estetikan.

Selamat membaca 😘😘😘

Hari ini Hobi alias Hoseok akan memulai dunia barunya, yaitu menjadi seorang mahasiswa. Dan yang lebih baiknya lagi, Hoseok diterima di kampus impiannya. Kampus terbaik di Seoul bahkan di Korea, tentu saja Seoul National university atau bisa disingkat SNU. Hoseok melangkah kan kakinya dengan mantap dan senyuman yang mampu membuat siapapun yang melihatnya terpana.

Hari pertama Hoseok berjalan cukup lancar, karena hanya diisi dengan perkenalan mahasiswa dosen dan lingkungan kampus.

Satu bulan sudah berlalu sejak hari pertama Hoseok masuk kampus, dan kini Hoseok sudah memiliki beberapa teman akrab dan banyak teman yang sekedar kenal dan saling sapa.

Jam pertama Hoseok sudah usai, dan jam ke dua berjarak dua jam. Niat awal Hoseok ingin tidur saja di kelas, namun niat itu ia urungkan karena perutnya yang bernyanyi dengan keras minta diisi, dengan terpaksa Hoseok melangkah kan kakinya ke kantin kampus.

"Tumben dia ke kantin sendiri?" Batin seseorang yang memperhatikan Hoseok dari kejauhan.

Ketika Hoseok tengah mengantri untuk membeli makanan, dari belakang ada seseorang yang memeluknya dengan erat. Tanpa perlu Hoseok menoleh, Hoseok sudah tau siapa yang memeluknya itu.

"Mau pesan apa Seok??".

"Pesan Ramyeon, dan bisa tolong lepas pelukan mu?? itu sakit tuan Kim Namjoon".

"Kenapa Ramyeon? ya Hoseok... jangan terlalu sering makan Ramyeon, itu tidak baik untuk kesehatan mu".

"Mau bagaimana lagi, aku belum di beri uang lagi.." Hoseok memberi jeda ucapannya.

"Oleh suamiku". Lanjut Hoseok dalam hatinya.

"Haahhh kalau begitu biar aku yang mentraktir mu, lebih baik sekarang kau cari tempat duduk biar aku yang memesan makanan nya oke". Sebelum Hoseok menolak, Namjoon lebih dulu mendorong Hoseok agar segera mencari tempat kosong.

Mau tidak mau Hoseok mencari tempat kosong untuk nanti mereka duduk makan siang.

Kini Hoseok dan Namjoon tengah menikmati makan siang mereka, di tambah beberapa teman lain yang baru bergabung.

Sedang di sebuah ruangan, tampak seseorang yang memperhatikan dengan seksama gerak gerik Hoseok. tangannya tampak mengepal sampai urat uratnya terlihat saking kencangnya kepalan tangannya.

"Kau milikku tapi kenapa aku merasa hanya memiliki ragamu?".

Jam terakhir sudah usai, Kini Hoseok sudah pulang ke apartemen nya, atau lebih tepatnya apartemen Suaminya?. Ya seperti yang sudah kalian tau, Hoseok sudah menikah. Hanya kalian (readers)  yang tau, sedangkan teman teman Hoseok tidak ada yang tau satupun kalau Hoseok sudah menikah. Maka dari itu banyak wanita dan juga para Seme yang mengejar Hoseok untuk dijadikan kekasih.

Baru Hoseok menutup pintu, Hoseok sudah di buat terkejut dengan suara suaminya yang begitu mengitrupsi, seolah Hoseok baru saja melakukan kesalahan fatal.

"Apa kau senang?!". Pertanyaan yang lebih terdengar seperti bentakan benar benar membuat jantung Hoseok berdegup kencang, jujur sifat suaminya yang ini adalah sifat yang paling Hoseok benci sekaligus takuti. Siapa yang tidak takut, jika diberi pertanyaan seperti itu dengan tatapan yang begitu mengintimidasi.

"Apa maksudmu hyung?". Hoseok menjawab dengan suara yang begitu lirih dan ketakutan yang begitu kentara.

Suami Hoseok melangkahkan kakinya perlahan, mengikis jarak antara dirinya dengan Hoseok. Begitu jarak keduanya tinggal tersisa 10 cm, barulah suami Hoseok menghentikan langkahnya. Tangan kekarnya bergerak mengusap pipi Hoseok, berharap apa yang dia lakukan dapat membuat Hoseok tidak lagi ketakutan.

All HOSEOK Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang