Jung Hoseok, seorang dokter spesialis kehamilan. Dokter yang memiliki wajah begitu manis dan cantik, membuat banyak orang berusaha untuk mendekatinya, namun sampai saat ini masih belum ada yang berhasil mendapatkan hatinya karena...
"Hallo sayang... aku pulang jam 9 seperti biasa. Ada apa?"
"......."
"Ahhh tidak apa apa"
"......"
"Kenapa harus marah? itu kan kewajiban kamu sebagai anak".
"......."
"Emm saranghae"
Hoseok menutup panggilan teleponnya. Ya, Hoseok sebenarnya sudah memiliki kekasih, hanya saja hubungan mereka tidak di publikasikan. Jadi bisa dibilang seperti backstreet? mungkin seperti itu.
Hoseok tengah merapihkan meja kerjanya saat pintu ruangan miliknya dibuka oleh seseorang.
"Dokter Jung, shifmu sudah selesai kan? ayo kita makan malam" Tanpa melihat siapa yang mengatakannya Hoseok sudah sangat hafal suara tersebut.
"Boleh dokter Jeon, sebentar aku selesaikan dulu ini". Dokter Jeon, atau nama lengkapnya Dokter Jeon Jungkook saat ini begitu senang karena ajakannya kali ini tidak di tolak.
"Ayo".
Kini Hoseok dan Jungkook sudah berada di restoran terdekat dari rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Mau pesan apa hyung?"
"Samakan saja denganmu, aku bisa makan apa saja".
"Baiklah, aku pesankan".
Di luar jam kerja, Hoseok memang selalu meminta siapapun untuk memanggil namanya ataupun hyung. Karena baginya di luar jam kerja, title seperti itu sangat menggangu kenyamanan. Yah meskipun dokter, tapi mereka kan juga manusia. Butuh me time tanpa gangguan.
"Oh ya hyung, tumben sekali mau ku ajak makan di luar, biasanya selalu menolak". Tidak langsung menjawab, Hoseok menunduk cukup dalam membuat Jungkook agak khawatir. Namun setelahnya Hoseok mengangkat kepalanya dan tersenyum.
"Aku hanya bosan sendirian Kook, pertahankan sudah hancur. Ku pikir Taehyung hanya akan pergi sebentar nyatanya sampai sudah dua bulan dia seperti mencari cari alasan terus untuk tidak menemuiku. Kali ini dia beralasan ibunya sakit, hahh aku jadi curiga kalau sebenarnya dia sekarang selingkuh. Atau jangan jangan justru aku selingkuhannya, jika benar. Berarti aku sangat menjijikkan ". Pertahanan Hoseok runtuh, Hoseok akhirnya meneteskan air matanya. Jungkook langsung saja mendekati Hoseok dan memeluknya.
"Aku memang pernah bilang kalau pacarmu itu tampang pria yang tidak baik, tapi bukan berarti kau bisa menyimpulkan sesuatu tanpa bukti terlebih dahulu hyung."
"Bagaimana aku mencari bukti? sedangkan dia saja terus menghindariku".
"Kau bilang pernah di beri alamat rumahnya, kenapa tidak coba saja kau datangi rumahnya?" Hoseok tersadar karena ucapan Jungkook.
"Benar juga, kenapa aku bisa sampai lupa?" Jungkook melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Hoseok.
"Karena hyung terlalu larut dengan pikiran negatif hyung, harusnya hyung bisa lebih mengontrol pikiran hyung. Bukankah itu yang selalu hyung katakan pada pasien hyung? Hyung juga harus mempraktekkan pada diri sendiri. Ingat bayi yang dalam perutmu hyung, dia juga perhatian darimu." Hoseok menunduk dan melihat ke arah perutnya yang masih rata. Benar Hoseok tengah hamil, dan itu adalah anak dari Kim Taehyung. Tapi pria itu justru saat ini sulit sekali di dekati.
