⚠️ FOLLOW SEBELUM DIBACA ⚠️
________
Azzam pernah mengira kalau semua cinta yang ia punya telah habis pada orang di masa lalunya. Mengubur kisah itu sedalam mungkin membuatnya lupa bagaimana rasanya membuka hati. Ia pikir, luka yang dipendam akan se...
Jatuh cinta denganmu Itu terasa menyenangkan Juga menyedihkan Dimana kepastian sangat sulit Untuk ku temukan
-Hafidza Ameera-
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Azzam adalah orang pertama yang bangun di antara mereka. Lelaki itu membuka mata saat merasakan ada tubuh lain yang beringsut mendekat ke arahnya sembari mengusalkan kepala di dadanya. Azzam tersenyum ketika mendapati Meera yang masih tertidur pulas di sampingnya. Tubuh perempuan itu meringkuk bak janin di dalam kandungan, terlihat tengah menahan dingin karena suhu pendingin ruangan yang disetel terlalu rendah
Tangan lelaki itu terulur meraih remote AC di atas meja, kenaikan suhu dan kembali memeluk Meera, menjaga perempuan itu agar tetap merasa hangat. Napas Meera terdengar teratur, Azzam lagi-lagi tersenyum, kemudian dia hadiahkan sebuah kecupan gemas di kening istrinya hingga membuat Meera menggeliat kecil, untungnya, Meera tidak sampai terbangun
Azzam baru saja hendak memeluk Meera sekali lagi sebelum dirinya beranjak, tapi niatnya berhenti karena suara ponsel yang berdering dan menampilkan nama Iqbal di sana. Azzam mengernyitkan keningnya heran, tumben sekali Iqbal menghubunginya sepagi ini
"Ada ap-"
"Lo kemana aja sih? Gue telepon dari pagi juga, lo dimana sekarang?"
"Apaan sih lo, pagi-pagi udah marah-marah, gue baru bangun."
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Azzam. Lo sekarang lagi dimana?"
"Gue masih di bogor, nginep di villa. Kenapa, sih?"
"Lagi sama istri lo, kan? Sekarang dengerin gue, lo pergi dulu kemanapun asal gak deket sama Meera. Ada yang mau gue omongin sama lo."
"Mau ngomong apa? Kenapa gue sampe harus ngejauh dari Meera?"
"Soal Kaatiya."
Azzam seketika mengatupkan bibirnya. Pria itu menoleh ke arah Meera sejenak, lalu melangkah menjauh agar percakapan mereka tidak terdengar oleh perempuan itu. "Kenapa?"
Dari seberang sana terdengar hembusan napas panjang. Azzam tanpa sadar ikut menahan napas, menunggu apa yang akan Iqbal sampaikan.
"Kaatiya udah balik."
Azzam menggenggam ponselnya semakin erat. Di seberang sana, Iqbal menghela napas sekali lagi, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu.
"Dia ternyata nggak melanjutkan S2 di sana. Selama ini dia ada di Indonesia, Zam... dan sekarang lagi nyari keberadaan lo."
Hening.
Azzam menggenggam ponselnya semakin erat. Di seberang sana, Iqbal tampak masih menimbang-nimbang kata yang tepat untuk diucapkan.