27 Agustus
Wina terbangun tepat jam 12 malam, ia melihat pintu kamarnya terbuka sedikit.
"Udah gue tutup perasaan"- ucap Wina.
Wina memang lumayan lelah pada hari itu. Ia ikut serta menjadi pelayan di cafe nya, karena pelanggan tiba-tiba membludak dan karyawannya kewalahan. Setidaknya nambah 1 orang cukup membantulah.
Wina meregangkan tubuhnya dan merubah posisi nya menjadi duduk. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, kemudian turun dari kasurnya. Berjalan pelan-pelan menuju pintu kamarnya, sampai ia melihat ada cahaya merah di depan pintunya. Wina membelalakkan matanya dan reflek mundur selangkah.
"Jake? JAKE?!?! KEBAKARAN!!!"- teriak Wina.
Wina bingung, ia berusaha membuka pintu ke arah balkon kamarnya. Tapi pintunya terkunci, dan kuncinya berada di tas nya yang ia letakkan asal di ruang tamu.
Wina mencoba mendobrak pintunya, sampai akhirnya....
"Happy Birthday, Winaa. Happy Birthday Winaa"
Wina membalikkan tubuhnya, dan melihat Jake yang memakai topi kerucut dan membawa kue ulang tahun beserta lilin yang menyala di atas kuenya.
Jake masuk dengan membawa paperbag kecil yang ia tenteng di tangannya.
Wina yang melihat itu reflek tersungkur dam terduduk di lantai. Jantungnya lemas, mengira itu kebakaran. Wina menangis dan menutup wajahnya dengan tangannya.
Jake mendekat dan jongkok di dekat Wina. Ia meletakkan kue nya dan menarik tangan Wina, ia melihat wajah Wina yang sembab karena menangis.
"Jangan nangis dong, kan hari ini lo ulang tahun. Happy happy harusnya"- ucap Jake.
"Ya lo sih! Gue kira kan kebakaran! Ni juga lilinnya gede amat"- ucap Wina.
"Ya maaf, gue ga expect lo ngiranya kebakaran. Tapi nevermind, lo ultah hari ini!"- ucap Jake.
Ia menarik Wina untuk duduk diatas kasur. Jake mengambil kue nya dan mereka sekarang duduk berhadapan dengan kaki yang di lipat.
"Tiup lilinnya dong. Eh, make a wish dulu"- ucap Jake.
Wina menutup matanya dan melipat tangannya. Kemudian setelah berdoa, ia meniup lilinnya.
"Horeee. Selamat ulang tahun ya Winaa"- ucap Jake sambil meletakkan kue nya di sebelah Wina.
"Gue harap lo selalu sehat, umur lo panjang, lo bahagia selalu, ntah sama gue atau sama siapapun, bisnis lo lancar. Gue tau kurang lebih 5 tahun terakhir, life is hard for you. Dan lo bisa ngelewatin itu semua, gausah tanya, gue tau semuanya dari siapa. Maaf sebelumnya, mulai dari mama yang pergi, lo bangkit, lo bangun bisnis sendiri, lo bisa bangun cafe sendiri, lo yang kelola semuanya. Lo yang didepan teman-teman lo selalu senang, happy, padahal lo nyimpen semuanya sendiri. Sampai lo yang nikah sama gue. Gue seneng nikah sama lo, tapi gue yakin pasti beban banget bagi lo nikah sama gue. Gue hargai semua keputusan lo ke depannya mau gimana sama gue. Kalau ada masalah jangan sungkan buat cerita sama gue Win. Walaupun kita nikah karena perjodohan, ibaratnya cuman diatas kertas, tapi mau gimanapun gue suami lo, setidaknya biarin gue ngejalanin kewajiban sebagai suami. Gue bersedia kok lo repotin, lo omelin juga gapapa. Gue cuman pengen liat lo bahagia. Gue pengen ngewujudin semua keinginan lo. Gue pengen selalu ada buat lo. Temen lo selalu bilang kalau lo pendengar yang baik tapi bukan orang yang mau cerita masalahnya. Kalau begitu, gantian. Kalau sama gue lo jangan jadi pendengar, biarin gue yang jadi pendengar, lo yang cerita. Keluarin semua nya di depan gue, luapin semuanya di depan gue. Gue pengennn banget jadi orang yang berguna buat lo"-ucap Jake panjang lebar, ia menjeda sebentar.
"Intinya Win, lo harus selalu sehat dan happy. Gue ga akan maksa lo buat suka balik sama gue lagi. Gue tetap akan setuju gimana keputusan lo ke depannya. Mau lanjutin ini atau engga"- ucap Jake.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Fiksi Penggemar"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
