"Eh? Hai Win"
Wina yang mendengar namanya dipanggil, spontan menoleh ke arah wanita itu.
"H-hai kak"- sapa Wina gagap.
"Kamu ngapain disini?"- tanya wanita itu.
"Aku... nemenin eum... Jake kak"- jawab Wina.
Wanita itu pun mengangguk ngangguk dan melihat sekeliling.
"Masih ingat aku kan?"- tanya wanita itu lagi.
"Ingat, kak Laila"- jawab Wina.
"Kamu ngapain nemenin Jake?"- tanya Laila.
"Disuruh sama dia kak"- ucap Wina.
"Kalian pacaran? Soalnya setau aku, dia bukannya risih ya sama kamu?"- tanya Laila.
Mendengar pertanyaan Laila, membuat Wina terheran-heran.
Ni orang kenapa sih?
Ya, jadi dulu Laila ini pernah bilang ke Wina kalau dia deket sama Jake dan mengatakan kalau Jake risih dengan Wina. Yang tentu saja membuat Wina jaga jarak dengan Jake.
"Oh iya ya? Wah, aku inget sih kak. Sebentar kak, mau ke toilet dulu"- ucap Wina.
Wina kemudian jalan ke toilet dan masuk ke salah satu biliknya. Disana ia menutup WC dan duduk diatasnya. Dia menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya. Ia harus bisa mengatur emosi menghadapi Laila.
Wina memang sempat slek alias memiliki hubungan kurang baik saat SMA. Mereka memang ga dekat, tapi pernah suatu saat Wina ke kantin, ia kontak mata dengan Laila dan Laila langsunh membisikkan sesuatu ke temannya tetapi dengan pandangan ke arah Wina.
Wina tau maksudnya apa, Wina langsung mengirim pesan kepada Laila. Wina minta maaf karena sudah foto bareng dengan Jake, tanpa mengetahui kalau Jake punya "pacar" saat itu. Dan Laila mengatakan kalau Jake risih dengan Wina.
Wina kemudian berdiri dan keluar dari bilik tersebut. Ia keluar dari toilet , tetapi tiba-tiba ia ditarik oleh Laila ke pojok ruangan.
"Apasih kak? Kakak kenapa?"- tanya Wina dengan nada kesal.
"Inget ya, Jake itu punya gue. Jangan berani-beraninya lo ngambil dia dari gue!"- tegas Laila.
"Lo kenapa sih kak?! Datang-datang marah² sama gue. Ga jelas banget suer deh"- balas Wina.
"Ya lo ngapain kesini sama Jake? Perempuan kaya lo sama dia? Ganjen. Lo kan tau dia risih sama lo. Pasti lo ngebet pengen ikut kan? Halah Win gue tau. Masa iya sih Jake mau sama lo. Lo tuh ga pinter, ga pernah ranking waktu dulu di sekolah. Lo cuman murid bodoh"- tegas Laila.
"Heh, yang sekarang ya sekarang, dulu ya dulu. Lagian lo tau apa soal gue? Lo tau nilai gue jelek darimana? Gue ga pernah dapat nilai sejelek itu, gue memang ga ranking, tapi setidaknya akhlak gue ga minus kaya lo! Lo juga aneh, ngapain bawa-bawa zaman sekolah. Heh bangun! Ini udah ga zaman² kita sekolah. Sekarang udah dewasa, dan otak lo masih ngestuck di SMA?"- tegas Wina kepada Laila.
"Berani-beraninya-"- ucap Laila terpotong dan tangan yang siap-siap menampar Wina.
Wina kemudian menepis kuat tangan Laila yang membuat Laila mundur sedikit. Wina kemudian maju mendekat kearah Laila.
"Dan satu lagi"- ucap Wina kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan wajah Laila.
"Lo liat cincin di jari manis gue? Gue udah nikah sama Jake. Gue udah jadi istri sah nya, dia suami gue. Dan lo ga siapa siapanya"- ucap Wina penuh penekanan kemudian pergi dari hadapan Laila, yang membuat Laila kesal setengah mati.
*****
Acara sudah selesai, dan kini Wina dan Jake sedang di dalam mobil menuju perjalanan pulang.
"Thanks Win"- ucap Jake.
"For What? Gue datang bareng lo?"- tanya Wina.
"Nope"- jawab Jake.
"Jadi?"- tanya Wina.
"Gue tadi dengar percakapan lo sama Laila. And yea, i heard everything. Gue denger apa yang lo bilang ke dia. Lo bilang kalau kita udah nikah. Thanks udah mau mengakui gue"- jawab Jake.
"Memang lo ngakuin gue sebagai istri lo?"- tanya Wina mengangkat satu alisnya.
"Ya.. iya dong. Kan tadi gue bilang lo istri gue waktu jumpa sama salah satu investor"- ucap Jake yang dibalas anggukan oleh Wina.
"Perusahaan lo kerja sama, sama si Laila?"- tanya Wina.
"Iya, tapi bukan perusahaan dia. Dia cuman sekretaris dari perusahaannya si Jayendra. Gue kerja sama, sama si Jay btw"- ucap Jake.
"Bakalan sering ketemu dong?"- tanya Wina.
"Iya, kenapa?"- tanya Jake.
"Gapapa"- jawab Wina.
*****
Sesampainya dirumah, Wina langsung masuk ke kamarnya. Ia menyalakan handphone nya dan membuka whatsapp untuk menelepon pesan pada seseorang.
Jayendra
Wina kemudian menelepon Jayendra. Ia menunggu sekian detik, sampai akhirnya Jayendra mengangkat teleponnya.
"Halo Jay"
"Yo? Kenapa Win?"
"Eee... kak Laila sekretaris lo ya?"
"Iya, kenapa? Oh lo tadi bareng sama Jake ya ke acara nya itu. Si Laila yang gantiin gue, karena gue ga di indo sekarang. Lo jumpa sama dia?"
"Iya, gue gatau kenapa dia manas manasin gue. Padahal gue ga panas. Gue boleh minta jadwal dia ga?"
"Boleh sih, but promise me. Diem-diem aja ya. Gue send melalui chat aja"
Jay kemudian mengirim dokumen lewat chat pribadi dengan sambungan telepon yang belum putus.
Wina kemudian membuka dokumen itu dan melihat jadwal Laila.
"Berarti besok dia jumpa Jake ke kantor nya dong?"
"Yap, kenapa? Lo takut si Jake diambil si Laila?"
"Engga, siapa bilang begitu? Ngarang lo"- jawab Wina.
"Udahla Win, gue tau lo masih suka sama si Jake, and gue sadar kok masalah kalian apa. Gatau ya kalau si Jake nya. Wajar juga kalau lo jealous liat Jake sama Laila. Dan gue dukung lo kok Win. Semangat ngejaga suaminya"
"Apaandah anjir, ngapa jadi begitu? Udah ah, thanks ya bantuannya"- ucap Wina dan langsung memutus sambungan teleponnya.
"Gue besok ke kantornya aja kali ya?"- monolog Wina.
"Disini jumpanya jam 10 pagi, gue kesana sebelum jam 10 berarti"- monolog Wina lagi.
"Kenapa sih Win? kok jadi mikir kesono? Yaudah sih, biarin aja si Jake"
"Tapi gabisa, ga tenang gue. Udah ah gue datengin aja besok"- monolog Wina.
Wina kemudian membersihkan dirinya dan berganti menjadi baju piyama. Kemudian tidur, sebelum itu tidak lupa mengabarkan ke karyawannya kalau besok cafe tidak buka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Fiksi Penggemar"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
