Jake membuka matanya perlahan saat ia merasakan cahaya matahari masuk dari jendela kamarnya.
Di sebelahnya, istrinya masih tertidur pulas, hanya berbalutkan selimut yang sama dengannya. Lipstick di bibirnya compang-camping, berantakan karena ciuman tadi malam.
Ia menatap lamat istrinya, mengelus pipinya lembut dan mencium keningnya. Hal itu membuat sang istri membuka matanya perlahan.
"Morning sayang"-ucap Jake dengan senyumannya.
Wina yang masih setengah sadar, membuka matanya perlahan. Dapat ia lihat wajah tampan suaminya di hadapannya, dengan rambut yang berantakan tentunya.
"How's last night?"-tanya Jake.
"It hurts, a little. But, i'm okay"-jawab Wina.
"Really? I'm so sorry. Tapi, kamu bisa jalan ga?"-tanya Jake.
"Gak tau, baru bangun juga"-ucap Wina.
"Lo... pakai pengaman ga?"-tanya Wina ragu.
Jake spontan menggeleng polos.
"I let it out inside you... so-"
"Gapapa, ga usah minta maaf. That's okay, Jake. Harusnya memang kaya gitu dari awal"-ucap Wina memotong ucapan Jake.
Wina kemudian bangkit dan duduk di kasur. Ia menutupi bagian depan tubuhnya dengan selimut. Wina melihat sekitar kamar Jake, dress nya, underwear miliknya dan milik Jake, kemeja Jake. Semua berantakan.
"I really did it... didn't i?"-ucap Wina tidak menyangka, bahwa ia benar-benar melakukan hal itu bersama Jake.
"Kita Win, kita bener-bener ngelakuin hal itu"-ucap Jake bangkit dari baringnya dan memeluk Wina dari belakang.
Jake mengecup sekilas leher Wina dan membisikkan sesuatu.
"Mandi bareng yuk"-ucap Jake sepert tanpa dosa.
"Ih apaansih!"-ucap Wina menepuk pelan tangan Jake.
"Ya kenapa?? Gue kan juga udah liat kali, udah gue masu-"
"Sssuttt! Jangan bilang gitu!"-ucap Wina menutup mulut Jake.
"Ih kan fakta Win"-ucap Jake.
"Masih sakit, Jake. Jangan dulu deh"-ucap Wina.
"Justru karena sakit, kita bareng. Lo pasti susah jalan, harus gue gendong"-ucap Jake bangkit dari kasur dan menggendong Wina ala bridal style.
Without any clothes on, mereka berjalan ke kamar mandi Jake.
Jake mendudukkan Wina di meja dekat cermin kamar mandinya.
Ia menyalakan keran bathubnya dan mengisinya dengan air hangat.
Selama menunggu itu, mereka flashback dengan apa yang mereka lakukan tadi malam sambil ketawa-ketawa receh.
*****
Setelah selesai mandi, Wina membalut tubuhnya dengan handuk. Begitu juga dengan Jake. Jake kemudian memakai pakaiannya. Pakaian untuk pergi ngantor. Sementara itu, dia menyuruh Wina untuk duduk di kasur, menunggunya sebentar.
Setelah selesai berpakaian, Jake menggendong Wina ke kamarnya. Jake mendudukkan Wina di meja riasnya.
"Lo mau ke cafe hari ini?"-tanya Jake.
"Iya"-ucap Wina.
"Lo mau pakai baju yang mana? Biar gue yang pakein"-ucap Jake.
"Gue ga bocah kali. Lo kaya momong anak kalau begini"-ucap Wina.
"Soon, anak kita. Jadi gue momong mamanya dulu"-ucap Jake santai.
"Apa deh"-ucap Wina.
"Yaudah, lo mau pakai yang mana?"-ucap Jake membuka lemari baju Wina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Fanfiction"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
