Mereka telah sampai di restaurant tempat mereka akan mengadakan makan malam dengan si 'calon suami'. Mereka segera masuk dan diarahkan ke salah satu ruangan vip tertutup. Keluarga si 'calon suami' lebih tepatnya ayah, ibu, si 'calon suami' dan adik perempuannya telah sampai duluan.
"Selamat malam pak, bu, maaf kami terlambat"- ucap papa dengan senyuman dan berjabat tangan dengan ayah, ibu beserta kedua anaknya tersebut dan dibalas dengan hal yang sama.
Wina yang berjalan paling belakang melihat mereka dan tersenyum, tapi tunggu...
'Ck'
Wina mendecak pelan melihat siapa si 'calon suaminya' tapi Wina lebih terkejut lagi melihat si ibunya.
Bu Anna, alias langganan cafe nya. Lebih tepatnya jauh sebelum Wina membuka cafe, ibu ini sering memesan kue awan nya Wina, melalui online maupun datang langsung mengambil pesanannya. Wina tersenyum dan bu Anna membalasnya dengan senyuman lebar.
"Loh, kamu anaknya pak Djamara toh"- ucap Anna sembari menyalam dan tersenyum kearah Wina.
"Hehe, iya tante"- balas Wina dengan senyuman.
"Eh duduk dulu semuanya"- ucap Anna.
"Kenapa ma? Kamu kenal?"- tanya Bramastyo alias suami dari Anna.
"Itu loh pa, kan mama sering bawa kue yang lembut lembut kerumah, yang papa sering makan itu loh. Nah, Wina ini yang punya usaha nya. Iih mama ga nyangka loh Wina yang jadi calon mantu"- ucap Anna kegirangan.
Sementara Wina hanya tersenyum kepada Anna dan juga suaminya.
"Eh ini satu nya lagi kaka kamu Win? Halo kenalin nama saya Anna"- Anna
"Saya Larissa tan"- balas Larissa juga dengan senyuman.
"Eh bang, kenalan dong sama calon istrinya kok diam aja"- Bramastyo.
Wina yang mendengar itu spontan melihat kearah pria yang seumuran dihadapannya. Wina bingung harus senyum atau gimana, tapi dia tetap senyum tipis ke pria yang berada dihadapannya ini.
Ga expect kalau dia yang jadi calon suami gue, males banget-wina
Pria tersebut menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Gue Jake, nice to meet you"-Jake
"Wina, nice to meet you too"- balas Wina dengan membalas juluran tangan Jake.
Yahh Wina dan Jake sudah kenal, tapi disini mereka pura pura ga kenal karena suatu masalah...
Masalah apa hayo?? Wkwkwk stay tune.
Setelah Wina berjabat tangan dengan Jake. Perempuan yang disebelah Jake, lebih tepatnya anak baru puber tersebut menjulurkan tangan juga.
"Kenalin kak, aku Sasya"- ucap Sasya sumringah.
Wina yang melihat itu ikut tersenyum dan membalas perkenalan Sasya alias adik perempuan Jake.
"Nah, Wina pasti udah tau kan tujuan kita ngumpul disini ngapain. Pertama tante mau minta maaf dulu, mungkin terlalu tiba tiba buat kalian berdua menikah. Tetapi karena suatu masalah, pak Djamara menyarankan agar bisa terjalin dengan baik hubungan bisnisnya, Wina dinikahin dengan Jake"- ucap Anna hati-hati.
"Iya tante, Wina udah tau kok. Wina ga masalah kok, kalau memang udah keputusan papa, Wina ga bisa nolak"- ucap Wina tersenyum.
Iya gabisa nolak, kalau nolak bisa habis gue
"Kamu gimana nak Jake? Setuju kan?"- tanya Djamara.
Jake menatap Djamara kemudian mengangguk.
"Iya, saya setuju om"-ucap Jake.
"Yaudah, saya dan istri saya sudah menyediakan semuanya, gedung, catering udah siap semuanya. Tinggal Pak Djamara aja yang nyebar undangan. Nak Larissa juga boleh ngundang temen-temennya. Pernikahannya 2 minggu lagi kok, masih ada waktu"- ucap Bramastyo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Fanfiction"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
