The very last day

470 38 2
                                        

Wina membuka matanya perlahan. Sinar matahari yang masuk dari jendela kaca hotel membuat Wina mengubah posisinya. Walaupun musim dingin, mataharinya masih keliatan yagesya. Ia berbalik menghadap Jake yang awalnya memeluknya dari belakang. Ia dapat merasakan tangan Jake yang memeluk pinggangnya.

Wina memandangi wajah Jake yang sedang tertidur. Ganteng, kata itu yang selalu terlintas di pikiran Wina kalau melihat Jake. Wina mengelus pipi Jake dengan lembut.

Mimpi apasih gue dapat suami modelan begini- Wina

Ya gimana engga? Kadang kalau lagi berdua sering masuk notifikasi dari handphone Jake. Notifikasi ig, cewe cewe yang follow Jake pada ngereply sg nya Jake. Bahkan ada yang ngasih emot love. Fyi aja, ig Jake ga di private.

Yang naksir Jake udah jelas banyak. Dari masa sekolah juga sebenrnya banyak kok yang naksir Jake. Cuma  kadang gamau confess aja. Ada beberapa yang confess, ada yang engga.

Oke balik lagi.

Jake membuka matanya perlahan ketika Wina mengelus pipinya. Dengan kesadaran yang belum terkumpul banyak, tangan Jake yang awalnya di pinggang Wina, beralih kepalanya. Ia mengelus kepala Wina lembut dan tersenyum kecil.

"Morning love"- ucap Jake dengan suara baru bangun tidurnya.

"Juga"-ucap Wina.

"Gimana tidurnya? Nyenyak gak?"-tanya Jake yang dibalas anggukan oleh Wina.

"Bagus deh. Hari ini mau makan apa sayangku?"-ucap Jake.

Jantung Wina kaya mau berhenti berdetak aja dengar Jake ngomong kaya gitu.

"Makan pepper lunch mau? Makan nasi, masih pagi"-ucap Jake.

"Boleh"- balas Wina.

Pandangan Jake beralih ke bibir Wina yang agak bengkak karena kejadian kokop-kokopan semalam. Jake meletakkan jarinya di bibir bawah Wina dan mengusapnya lembut.

"Bengkak, Win"- ucap Jake sambil terkekeh kecil.

"Ya ulah lo sih"- ucap Wina.

"Gue ngisepnya kuat banget kah?"- tanya Jake bercanda.

"Ih jangan bilang ngisep-ngisep gitu ah, geli"- ucap Wina.

"Ya gimana ya, gue udah haus bangwt itu. Haus bibir lo. Ntar kalau ciuman tiap hari mau ga Win?"- tanya Jake usil.

"Ih udah ah, masih pagi. Jangan bicara jorok-jorok"- ucap Wina kemudian bangkit dari tidurnya.

Wina kemudian duduk di pinggir kasur dan mengambil handphonenya. Banyak notif masuk. Apalagi dari grup dia sama 5 manusia itu.
Wina kalau liburan agak males buka handphone. Palingan buka handphone kalau mau foto doang.

Jake bangkit dari tidurnya kemudian duduk di samping Wina.

"Win, minta tolong ambilin handphone gue dong"- ucap Jake.

Wina yang posisinya duduk di dekat nakas mengambil handphone Jake kemudian menyodorkannya kepada Jake.

"Hapus-hapusin deh dm-dm ig gue"- ucap Jake.

"Maksud lo?"- tanya Wina yang bingung.

"Lo kan tau laki lo ini ganteng, fans nya banyak. Lo kalau buka dm ig gue pada ngereply genit-genit semua itu. Eits, tapi jangan salah sangka. Gue liat dari notif doang. Hapusin dong itu semuanya, gue risih banget. Udah tau gue punya bini cantik jelita bak bidadari kaya gini, masih aja digenitin. Heran deh"- ucap Jake.

Untuk kalimat pertama, jujur Wina agak gimana gitu dengan tingkat kepedean-nya si Jake ini. Cuman menurut Wina mending punya laki yang confident begini daripada yang insecure-an.

Tendresee (Jake x Winter)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang