Arriveee

392 38 3
                                        

Jake dan Wina sedang berada di mobil. Mereka sampai di Indonesia pada pagi hari. Sesampainya mereka di bandara, mereka sudah di sambut oleh 2 asisten Jake dan 1 supir yang sudah menunggu.

Sesuai rencana, mereka pergi ke makam mama Wina. Selama perjalanan menuju ke makam, Wina hanya diam. Dia hanya menatap ke luar jendela. Jake yang awalnya mau ngajak Wina bicara, dia urungkan dan lebih memilih diam menikmati perjalanan.

Sesampainya di area makam, mereka berdua turun dan masuk ke dalam limgkungan makan tersebut. Terdapat gerbang yang tidak terlalu besar, mereka membukanya dan masuk ke dalam.

Ini adalah makam keluarga Wina dari mama-nya. Terdapat kuburan buyut Wina juga. Wina menghampiri makam dengan keramik pink muda, kesukaan mama-nya.

Oh iya sebelum sampai di Indonesia, Jake sudah mengirimkan pesan ke asistennya saat dia masih di Australia. Untuk membeli bunga biasa dan bunga tabur. Wina rikues beli bunga mawar putih setangkai. Kesukaan mama-nya.

Wina duduk di pinggir makam tersebut. Terdapat foto mama-nya di bagian kepala makam tersebut, disertai dengan tanggal lahir, tanggal wafat dan tanda salib.

Wina sedari tadi hanya diam sambil meletakkan bunga mawar putih dan beberapa bunga lainnya di depan foto mama-nya.

Jake yang tidak tahan dengan situasi diem-dieman seperti ini memilih untuk membuka suara.

"Hai mama"-ucap Jake, hal ini membuat Wina refleks mendongak melihat Jake yang berdiri di samping kepala makam tersebut.

"Kok mama bisa sih punya anak perempuan baik, mandiri, cantik manis lucu kaya gini?"- tanya Jake.

"Aku tiap hari sujud syukur tau ma. Kenapa? Karena punya istri yang baikkk banget. Apalagi udah aku incar kurang lebih empat tahun"-ucap Jake lagi.

"Aku sayang banget sama anak bungsu mama ini. Aku bakalan terus berusaha buat bahagiain dia. Apapun bakalan aku lakuin demi istriku ini. Asal aku bisa liat dia senyum, aku bakalan lakuin apa aja"-ucap Jake.

Wina yang sedari tadi hanya diam, kini memalingkan wajahnya. Ia tak kuasa menahan air matanya.
Semenjak nikah, Wina banyak terharunya.

"Eh eh lo nangis? Yah padahal gue baru bilang ke mama kalau mau buat lo senyum terus"- ucap Jake.

"Bukan gitu"- ucap Wina.

"Jadi?"- tanya Jake.

Jake yang tadi berdiri, kini beralih duduk di samping Wina.

"Lo memang buat gue nangis, tapi gue berterima kasih sama lo. Sejak mama meninggal emosi gue kaya jadi rata aja, gue ga ngerasain apa-apa. Semuanya kaya abu-abu. Nangis engga, ketawa juga jarang. Jumpa sama temen-temen gue juga jarang krn beda univ dan beda kota. Jadi emosi gue kaya rata aja gitu"- ucap Wina terjeda.

"Air mata gue ini, nandain kalau perasaan, emosi gue ini ga abu-abu lagi. Karena lo"- ucap Wina.

"Semua perlakuan lo, ucapan lo, berhasil buat gue luluh dan ngerasain emosi yang seharusnya"- ucap Wina.

Wina menghapus air matanya, semua ucapannya tadi, dia ucapkan dengan mulut yang bergetar dan sesenggukan.

Jake yang sedari tadi menyimak Wina berbicara, beralih mengenggam tangan Wina dan mengelusnya lembut.

"Udah lega?"- tanya Jake dan dibalas anggukan oleh Wina.

"Mau peluk?"- tanya Jake dan dibalas anggukan lagi oleh Wina.

Jake mendekat kemudian menarik Wina ke dalam dekapannya. Dia mengelus rambut Wina dan mengusap punggung Wina lembut.

"Liat nih ma, anak cantiknya lagi nangis"- ucap Jake untuk mencairkan suasana. Wina terkekeh dan menepuk pundak Jake.

Tendresee (Jake x Winter)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang