Pagi hari...
Wina mengerjap-ngerjapkan matanya. Silau, karena tempat tidurnya dekat jendela yang ga ditutup tadi malam. Jadinya mataharinya beneran terang banget masuk kamar. Wina merasakan ia memeluk sesuatu. Awalnya dia mengira itu bantal guling sampai di sadar kalau itu manusia.
"ANJENG!"- teriak Wina ketika ia menyadari apa yang sebenarnya ia peluk.
Ya, itu Jake.
Wina buru-buru bangkit dari kasurnya dan berdiri di pinggir kasur dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Teriakan Wina tentu membuat Jake terbangun.
"Hah?"- ucap Jake sembari mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap Wina.
"LO NGAPAIN?!?!?! LO APAIN GUE?!?!?!"- teriak Wina kepada Jake.
Jake kemudian bangkit dari tidurannya dan duduk di kasur sambil mengusap wajahnya.
"Kenapa sih Win pagi-pagi udah teriak aja"- ucap Jake sembari menggaruk lehernya yang ga gatal sama sekali. Rambutnya masih berantakan, dan matanya juga belum full terbuka.
"LO NGAPAIN DISINI ANJIR?!?! LO... LO... KITA NGAPAIN SEMALAM? ITU KANCING KEMEJA LO KENAPA TERBUKA BAGIAN ATASNYA?!?!?! LO APAIN GUE?!?!?"- teriak Wina histeris.
"Gue ga ngapa-ngapain lo kali. Lo tadi malam mabok, terus si Rachel nyuruh gue jemput lo di club. Dan pas gue gendong lo ke kamar, lo ngajak gue tidur bareng. Nih kancing kemeja, gue buka karena gerah. Gue mau ngambil remote AC ke meja lo sono, tapi lo gamau ngelepas pelukan di gue, gimana mau ngambil? Lagian lo ngapain deh ke club? Baju lo juga minim banget, lo beli dimana sih!"- jelas Jake panjang lebar.
"Hah?! Gue? Ngajak lo tidur bareng?!?! Yang bener aja lo! Lo pasti boong kan? Dan terserah ya gue beli baju ginian dimana, ga urusan lo!"- tanya Wina dengan penuh kecurigaan.
"Ah terserah lah, yang pasti tadi malam lo yang gamau ngelepas gue. Titik."- ucap Jake sembari turun dari kasur dan berjalan mendekat ke Wina.
"Mau ngapain lo?!"- ucap Wina mundur selangkah
Jake kemudian mengambil sesuatu di belakang Wina. Ia mengambil jam tangannya yang terletak di meja nakas.
"Ngambil ini"- ucap Jake sambil menunjukkan jam tangannya.
Jake kemudian berjalan ke arah pintu kamar Wina. Sebelum dia berhenti sebentar dan menatap Wina, kemudian keluar dari kamar Wina.
Wina kemudian berlari ke arah cermin panjang yang ia letakkan di sudut ruangan. Ia melihat dirinya dan memastikan tidak ada tanda-tanda mencurigakan apapun di tubuhnya.
Wina kemudian langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
*****
"SUMPAH WIN?!"- ucap Selia.
"Sssstttt pelan² aja ngomongnya"- ucap Wina.
"Win, seriusan lo tidur bareng sama Jake? Wah gila sih coy"- ucap Cynthia yang masih ada trust issue sama apa yang disampaikan oleh Wina.
"Gue ga sadar sama sekali, suer deh. Gue beneran gatau coy kalau gue dijemput dia, di gendong, tidur sama. Gue beneran ga sadarrr!"- ucap Wina dengan penuh penekanan.
"Kalau kata gue sih ya, baikan lah sana. Masa udah 4 taun lebih dikit belum baikan. Ya emang udah nikah, cuman kan masih ada masalah yang lalu ya, and ya terbuka aja lo sama laki lo. Biar ga ada yg janggal gitu san biar lebih plong. Terlepas ntar lo sama dia diem-dieman lagi, yang penting di rumah ga kaya musuhan"- ucap Lucy, dewasa banget emang.
"Gue mau baikan, kalian juga tau kan gue mau banget baikan sama dia. Cuman gimana ya, dia ngeliat gue aja males gitu. Gue juga jadinya males dong ngadepin dia"- ucap Wina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Hayran Kurgu"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
