Pagi harinya...
Jake terbangun. Ia merasakan ada sesuatu yang menimpa lengan kirinya. Jake mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melihat Wina tertidur disebelahnya, dengan lengan Jake sebagai tumpuan untuk kepalanya.
Jake memandanga wajah Wina dan menyunggingkan senyuman. Ia kemudian mengusap kepala Wina dan mencium keningnya.
Hal itu membuat Wina terbangun. Ia menatap Jake kemudian langsung bangkit dari kasur. Wina langsung berkaca di depan meja rias Jake. Ia melihat penampilannya yang lumayan berantakan. Bagian pundak kanan yang terbuka dan lehernya yang ada bekas merah.
Wina buru-buru merapikan piyama nya dan menutup lehernya menggunakan tangan.
"Leher lo kenapa?"- tanya Jake.
"Gapapa"- jawab Wina.
Jake bangkit dari kasur kemudian mendekat kearah Wina. Wina mundur selangkah sampai menabrak meja rias nya Jake.
Jake kemudian menarik tangan Wina dan melihat bekas merah tersebut.
"Kissmark?"-ucap Jake.
Wina mengangguk cepat tetapi kecil.
"Did i make it?"- tanya Jake lagi.
"Udah gapapa. Karena lo karena mabok kemarin"- ucap Wina kemudian melepas tangannya dari Jake.
"Ayo ke mall"- ucap Jake.
"Ngapain?"- tanya Wina.
"Udah lo siap-siap aja"- ucap Jake.
Wina kemudian keluar dari kamar Jake. Ia buru-buru ke kamarnya, kemudiam menutup pintu nya.
Wina langsung menatap dirinya di depan kaca. Dan melihat bekas merah di lehernya.
"Goshhh! Gue merinding bayangin yang semalam. Astaga, gue sama dia ngapain sih anjirr!"- ucap Wina.
Wina kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengambil air kemudian menggosok-gosok bekas merah tersebut.
"Ck! Gimana sih ngilanginnya?! Jake sialan memang!"- ucap Wina.
Karena tak kunjung hilang, Wina menyerah. Ia langsung mandi dan berpakaian rapi. Lebih tepatnya pakaian santai tapi masih rapi.
Wina kemudian duduk di kursi meja riasnya, ia masih menatap bekas merah tersebut. Ia kemudian mengambil skintint dan mengoleskannya ke lehernya.
"Ck! Ah ilah masih keliatan"- greget Wina.
Ya gimana, skintintnya punya coverage yg ga nutup banget. Wina jarang menggunakan make up. Bukan ga pernah, tapi jarang. Sekalinya pernah, make up tipis saja.
Wina menghela nafasnya kasar. Ia merapikan rambutnya dan menaruhnya ke depan, agar menutupi lehernya.
Ia kemudian turun kebawah dan mendapati Jake sudah siap dan sedang duduk di ruang tamu.
Jake hanya mengenakan hoodie hitam dan celana panjang miliknya.
Mereka kemudian berjalan ke garasi, memasuki mobil dan pergi menuju mall.
"Ngapain ke mall?"- tanya Wina.
"Ya belanja"- ucap Jake.
"Buat siapa?"- tanya Wina.
"Buat lo. Udah lo santai aja"- ucap Jake.
"Santai gimana? Nih bekas di leher gue, juga gara-gara lo!"- tegas Wina.
"Gue kekencengan ya ngisepnya? Tapi gapapa sih, gue suka warna merah"- ucap Jake.
Wina kemudian memukul kuat lengan Jake dan memaki-maki Jake.
"Jorok banget!"- ucap Wina.
"Kok jorok sih? Kita juga sudah halal nyai Wina"- ucap Jake lembut.
"Dasar monyed!"- ucap Wina yang hanya dibalas kekehan oleh Jake.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tendresee (Jake x Winter)
Fanfiction"Gamau bicarain pernikahan kita?" "Ga ada yang perlu dibicarain" #3 jake
