nafas Sisca tersenggal tidak beraturan, air matanya mengalir deras dari kedua mata tajamnya itu, berusaha sekuat tenaga untuk menahan mati matian namun semua gagal, malah semakin sesak dan semakin kuat isak tangis yang dia keluarkan
semua orang berkumpul, mereka semua merasa berkabung dan berduka.
"sayang hiks sayanggg"
Jinan dan Gita pun tak kuasa menahan Isak tangisnya, di tambah dia juga menyaksikan bagaimana kesaktiannya Sisca kehilangan Shani
Anin menangis dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia tidak tega melihat dan mendengar rancauan Sisca yang menyakitkan
"Sisca udah sis, ikhlasin Shani" Gabby memeluk erat Sisca, dirinya berusaha menguatkan Sisca walaupun dia juga tidak bisa membendung air matanya sendiri
Sisca hanya menangis terisak dengan menggelengkan kepalanya, apa apaan ini? kenapa dengan tiba tiba seperti ini? dia seperti tengah di permainkan oleh takdir
"Sisca ga bisa kak hiks.. gimana anak Sisca kalo gaada Shani"
mendengar rancauan Sisca, mama Shani segera mendekati Sisca.
"kuat sayang, Sisca kuat hmm" mama Shani mengusap sayang tubuh Sisca
Sisca menatap mata mama Shani, yang berusaha menguatkan dirinya padahal Sisca juga tau mama Shani juga pasti merasa kehilangan bahkan jauh dari dia.
"kuat hm" mama Shani mengecup pipi Sisca
Sisca mengangguk lemah dan kemudian tiba tiba ia meluruh begitu saja tidak sadarkan diri membuat mama Shani kaget.
"nak"
"Sisca hey nak"
"Sisca bangun sayang"
"nak"
"nak"
"haaahh"
Sisca terbangun dari tidurnya, ia menatap mama Shani yang kini menatapnya dengan kebingungan ini serta kekhawatiran, mama Shani dengan sayang mengusap keringat di pelipis Sisca serta air mata yang mengalir di kedua pipinya
"mah Shani" ujar Sisca
"itu Shani di samping kamu, abis makan eh ketiduran"
Sisca menoleh, ia menatap Shani yang menidurkan kepalanya berbantal lengannya dengan duduk di kursi samping ranjangnya
"hiks.. " nangis Sisca kembali pecah
"shh, ada apa nak?" mama Sisca kembali di buat khawatir
Sisca menggeleng dengan masi terisak, "s-sisca mimpi buruk banget mah" lirihnya
"shh, It's okay jangan di ingat ingat sayang, itu cuma mimpi" mama Shani mengerti sekarang mengapa Sisca gelisah dan menangis dalam tidurnya
Shani terusik dari tidurnya, dia melenguh panjang. perlahan matanya terbuka, setelah matanya terbuka dengan sempurna kini matanya menatap mamanya dan juga Sisca yang ternyata sedang menatapnya juga
"eh? ada apa sayang, kenapa menangis?" ucap Shani khawatir dengan tangannya menyeka air mata Sisca
Sisca hanya menggeleng, dia tidak mau memberi tahu siapapun mimpinya yg sangat menyeramkan itu, sungguh tidak terbayang jika Shani benar benar meninggalkannya sendiri bersama dengan sang anak.
"mah?" tanya Shani pada sang mamah
"mimpi buruk tadi nak, tidurnya gelisah sama nangis" jelas mama Shani
mendengar itu Shani sedikit lega, dia pikir Sisca kembali merasakan sakit di kepalanya.
tangan Shani terulur mengusap lembut perut Sisca, "It's okay sayang itu hanya mimpi"
"kamu udah baik baik aja?" tangan Sisca mengusap wajah Shani yang sudah tidak lagi pucat dan terlihat lebih segar sekarang
"hmm, aku udah gapapa" ujarnya
"sehabis bangun tidur dia makan banyak tadi nak, terus ketiduran lagi di sini" kikik mama Shani.
"gapapa, kamu harus banyak banyak istirahat juga sayang. aku takut banget ngeliat hidung kamu ngeluarin darah"
"maaf bikin kamu khawatir, aku mana bisa istirahat waktu tau kamu di culik"
cklek
pintu terbuka, masuk Jinan Gita dan Anin
"halo semua" sapa Anin riang dengan berjalan cepat meng hampiri mereka, meninggalkan Jinan dan Gita yang kesusahan membawa banyak makanan
"ck, kenapa kita jadi nurut banget sama tuh bocah" decak Jinan kesal
"gue juga bingung" saut Gita
sedangkan Anin memeluk tubuh mama Shani sekolah lalu menghampiri sang sahabat
"Sisca, gue bawa banyak makanan buat semuanya. Lo harus makan yang banyak yaa, biar keponakan gue di dalem sini gembul" oceh Anin sebari mengusap perut Sisca
"oh iya, Daddy Adam sama mommy Puspa kemana?" ucap Anin celingak celinguk mencari mommy dan Daddy Sisca
"pulang ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar katanya, sebentar lagi juga datang" ucap mama Shani
16:25
ruangan VVIP Sisca kini tengah ramai, teman temannya kembali berkumpul datang dan juga kedua orang tua Sisca.
mereka kini tengah makan bersama sama di sofa, setelah Anin Gita dan Jinan datang membawa banyak makanan ternyata Gabby, bebby dan juga kedua orang tua Sisca juga membawa makanan, jadilah mereka kini seperti makan besar di kamar rawat Sisca. Sisca juga ikut makan sepiring berdua dengan shani
mereka semua makam dengan nikmat di isi dengan obrolan ringan yang begitu menyenangkan
dalam hati Sisca dia berdoa semoga kebahagiaan selalu mendampingi kehidupannya dengan Shani bersama sang buah hatinya nanti
TBC.
sisca nih mimpinya serem bgt😣
*guyss! tenang aja, walaupun sebentar lagi cerita ini end. guehh author nan baik hati ini akan bikin cerita shansis baru! biar apa?
biar menyala shansis kuhh🔥🔥

KAMU SEDANG MEMBACA
YOU (SHANSIS)
Teen Fictionperistiwa yang terjadi di luar kendali kedua manusia tersebut. akan kah kisah mereka berjalan manis? we don't know Ini hanya fiksi be smart all.