Angel tidak cemburu. Ia terus menyugesti diri. Ia tidak boleh cemburu. Angga cuma kakak angkatnya. Mau seperti apapun perasaannya ke laki-laki itu, Angel tidak boleh egois dengan ingin memiliki Angga, sebab Mami dan Daddy sudah mempersiapkan calon jodoh untuknya. Yang kata mereka akan datang dalam waktu dekat, karena sekarang ini dia sedang mengurus bisnisnya di Jerman.
"Kenapa sih? Gue perhatiin dari tadi, lo kayak lagi mikirin sesuatu," tegur Gita.
Saat ini Angel sedang berada di kosan Gita. Well, sebenarnya hari ini memang tidak ada jadwal ke kampus karena dosen yang mengajar lagi berhalangan, dan sebagai gantinya tentu saja tugas seabrek. Angel sengaja berbohong karena sudah pasti dia bakal mual ngeliat kakak angkatnya bermesraan dengan Chloe.
"Salah gak sih kalau gue naksir kakak angkat gue?" gumam Angel.
"Maksud lo Bang Angga?" pekik Gita heboh.
Angel mengangguk. "Siapa lagi?"
"YA ENGGAK LAH BEGO! ITU MAH NORMAL. NORMAL BANGET! GUE AJA NAKSIR AMA DOI!" kata Gita menggebu-gebu. Tempo hari ia ikut ke bandara untuk menjemput Angga, jadi paham seberapa gantengnya laki-laki itu. "Sayang aja doi udah punya pacar. But it's okay, bukan masalah besar. Selama janur kuning belum melengkung dan ijab kabul belum terucap, Bang Angga masih milik bersama."
"So, gak pa-pa kan kalau gue ngarepin dia?"
Gita mengangguk mantap. "Gak masalah. Cuma bakal jadi MASALAH BANGET KALAU SAMPE LO YANG DAPETIN BANG ANGGA!" nada bicaranya makin meninggi dan ekspresinya berubah sewot. "Ayolah, Ngel! Lo kan udah sama Abraham, si anak teknik yang kekayaannya gak akan abis tujuh turunan. Udah gitu cakep lagi. Masa abang sendiri mau lo embat juga siiiiiih? Sisain buat gue napa," melasnya. "Gue janji gue bakal jadi kakak ipar yang baik buat lo, oke?"
"Gak!"
"Ish!" Gita memutar bola mata, lalu tanpa sengaja sikunya menyenggol dada Angel.
Angel mengaduh kesakitan karena sentuhan siku Gita pada pentil susunya. "Aw!"
"Kesenggol dikit doang," decak Gita.
"Ya tapi kena pentil gue anjir!" gerutu Angel. Gita berdecak lagi, kemudian iseng mencolek pentil susu Angel yang tercetak dibalik tanktop. Otomatis Angel makin kesal. Digeplaknya tangan Gita dan sahabatnya itu malah ketawa ngakak. "Resek amat ini orang! Udah dibilang pentil gue sakit ya sakit," racaunya. "Kalau gak percaya, nih ..." Ia turunkan tanktopnya hingga payudara kirinya menyembul keluar-memperlihatkan payudaranya yang besar, bulat, dan berisi, juga puting susunya yang cokelat dan tebal. "Lecet kan?"
Mata Gita melebar kaget. "Lo abis ngapain anjir?"
"Netekin Abang," jawab Angel jujur.
Gita makin shock. "WHAT?!"
Angel mengangguk. "Iya, gara-garanya tuh gue ketauan baca novel dewasa. Terus dia ngancem bakal laporin gue ke Mami dan Daddy. Panik dong gue. Akhirnya gue nego ke dia. Gue bilang; apapun yang Abang mau, bakal aku kasih, asal jangan diaduin ke Mami dan Daddy."
"Terus dia jawab apa?" kejar Gita penasaran.
"Dia minta jatah, tapi bukan uang," ungkap Angel.
Gantian Gita yang mengangguk. "Oke, gue paham."
"Tapi gak berhubungan ... you know lah," potong Angel segera. "Dia cuma minta nenen doang. Tapi ya gitu, sakit," ringisnya. "Baru beberapa hari sih. Dan sejujurnya gue gak keberatan, karena dari awal gue liat Abang, gue udah naksir dia."
"Njir kalah start gue," dengus Gita kecewa.
Angel nyengir tanpa dosa. Payudaranya masih terekspos sempurna.
Pandangan Gita beralih pada payudara Angel yang bulat, besar, dan berisi. "Even dibanding tetek lo aja, tetek gue gak ada apa-apanya. Dahlah, emang gue ini tercipta sebagai remahan nastar sisa lebaran."
"Jangan gitu dong! Malah gue tuh suka insecure punya tetek gede," aku Angel.
"Why?"
"Ya lo pikir aja, emang apa yang ada di kepala orang-orang tentang tetek perempuan? Apalagi tetek segede gaban kayak tetek gue." Angel menyodorkan payudaranya.
Dengan iseng Gita menowel puting susu Angel sambil ketawa.
Angel langsung marah-marah. "Bocah!"
"Makanya jangan pamer!"
"Siapa juga yang pamer!" Angel membenahi tanktopnya, ia masukkan payudaranya ke dalam tanktop dengan muka dongkol. Tapi kemudian kembali melanjutkan obrolan. "Menurut lo, gue mesti gimana?"
"Ya gak gimana-gimana," sahut Gita.
"Kok gak gimana-gimana sih?!" dengus Angel kesal.
"Emang lo mau gimana?" balik Gita, "Maju dan ngerebut Bang Angga dari pacarnya yang cuakep pol itu?"
Angel makin kesal. "Cakepan gue kali!"
"Whatever!"
"Gue sampe gak mood pulang anjir. Apalagi ada Ce Chloe di sana."
"Ribet amat lo ya. Timbang cewek rambut pirang aja lo sampe segini galaunya," cibir Gita dengan tampang nyebelin. "Tapi wajar aja sih. Pirang-pirang gitu mukanya cakep banget anjay. Jadi kata gue teh, mending lo nurut apa kata kang parkir."
"Hah? Maksudnya?" Angel bingung.
"Mundur," sambung Gita enteng.
"Sialan lo!" dengus Angel, menoyor kepala Gita.
Gita nyengir tanpa dosa. "Ya lagian lo pake minta saran, disaat lo sendiri udah tahu jawabannya."
"Gue cuma butuh diyakinkan, Git," dalih Angel.
"Diyakinkan kalau apa yang lo pikirkan sekarang adalah keputusan yang benar?"
Wait.
Angel tidak bisa menyangkal.
Gita berdecak. "Sekalipun gue naksir abang angkat lo, tapi gue gak ada niat untuk ngelarang lo jatuh cinta sama dia. Siapapun boleh jatuh cinta sama Bang Angga-apapun alasan mereka, termasuk lo, tapi masalahnya lo paham kan gimana situasi kalian sekarang? I mean, status kalian."
"I know." Angel mengangguk mengerti.
"So?"
"Gue jatuh cinta lagi sama dia, Git. Gue gak bisa bohong."
"Bang Angga udah punya pacar, Ngel," ingatkan Gita. "Meski janur kuning belum melengkung dan Bang Angga masih milik bersama, bukan berarti lo bisa memiliki dia seutuhnya. Kalian cuma kakak-beradik yang harus saling menyayangi, tapi tidak untuk memiliki."
"Terus gimana sama perasaan gue?"
"Ya lo urus sendiri lah. Masa kudu gue yang mikirin?" sewot Gita, "Lagian lo kan mau di-" kalimat Gita terpotong oleh dering ponsel Angel. Gita melirik layar ponsel Angel yang menyala. Tertera nama Abangku di sana.
Angel menekan tombol speaker. "Halo, Abang?"
"Gue tunggu di Prima Hospital."
Notifnya masuk gak?
Di gue gak pernah muncul njirr
KAMU SEDANG MEMBACA
Angela; I'm Yours [21+]
RomanceMenceritakan tentang Angga yang jatuh hati pada adik angkatnya.
![Angela; I'm Yours [21+]](https://img.wattpad.com/cover/367317552-64-k685867.jpg)