Ingin rasanya Angel menangis melihat suaminya dipeluk wanita lain. Tapi dia tidak boleh terlihat lemah di depan siapapun, termasuk Angga. Karena itu dia hampiri Angga lalu dia tarik lengan suaminya agar menjauh dari Chloe. Tatapan benci Chloe langsung mengarah padanya. Angel tersenyum tenang.
"Hai, Ce Chloe. Long time no see," sapa Angel. "By the way, Cece gak tahu ya, kalo Abang Angga—" Angel sedikit mendongak menatap Angga. Angga menurunkan tatapan dan balas menatapnya. Bibir Angel tersenyum manis ketika menggamit lengan Angga. "Abang Angga udah resmi jadi suami aku," lanjut Angel, lalu kembali menatap Chloe. Dia ulurkan telapak tangan. "Ucapin selamat dong!"
"Aku ke sini bukan untuk ikut berbahagia atas pernikahan kalian," tegas Chloe. "Aku ke sini karena aku butuh Angga." Chloe mengalihkan perhatian menatap Angga. "Ngga, please, tolongin aku. Tolong izinin aku tinggal di sini. Aku udah gak punya tempat tinggal lagi."
"Kamu gila?" sembur Angga.
"Maksud kamu?" Chloe mengerutkan kening.
"Chloe, aku ini suami orang. Dan rumah ini bukan cuma milikku," tandas Angga. Angel tersenyum puas mendengarnya. "Kalo kamu butuh tempat tinggal, kan kamu bisa sewa apartemen atau hotel. Jangan ngerepotin aku kayak gini."
"Oh, wow!" decak Chloe, menggeleng takjub. "Kamu nolak aku karena dia? Oh, ayolah, Ngga. Aku tahu kamu gak seserius itu sama perempuan ini. Aku paham selera kamu dan—"
"Even diri aku aja kadang gak tahu apa yang lagi aku mau. Terus kenapa tiba-tiba kamu bisa nyimpulin kayak gitu sih?" sembur Angga, tidak suka. Dan lagi-lagi Angel merasa puas dengan jawaban Angga barusan.
"Ngga, selama kita berhubungan, kita udah ngelakuin banyak hal. Aku tahu apa yang kamu butuhkan dan perempuan ini jelas diluar kriteria kamu." Chloe melirik Angel dengan sorot sinis. Angel tampak tidak peduli. Baginya, melawan orang ketiga alias pelakor cuma buang-buang energi.
"Terserah kamu mau ngomong apa, tapi yang jelas rumah ini tertutup untuk siapapun, terutama kamu," tukas Angga kemudian menarik Angel masuk dan dia kunci pintunya dari dalam. Tak dihiraukannya Chloe yang menggedor-gedor dari luar sembari menyerukan nama Angga. "Maaf ya, sayang, ada pengganggu."
Angel mengangguk lalu mereka kembali ke kamar. "Aku pikir Abang bakal kasih izin Ce Chloe buat tinggal di sini."
"Sayang, Abang emang gila kalo udah di atas ranjang sama kamu," aku Angga, lalu menghentikan langkah di ruang tengah. Posisinya berhadapan dengan Angel. Kedua tangan Angga meraih bahu Angel. Dia tatap istrinya itu lekat-lekat. "Tapi Abang masih cukup waras untuk memilih mana yang baik dan enggak untuk rumah tangga kita."
Bibir Angel mengulas senyum haru. "Abang," dia peluk suaminya itu dengan manja. "Maaf ya, aku gak ada maksud apa-apa. Aku cuma khawatir kalo tadi Abang beneran kasih izin."
"Kamu gak perlu minta maaf, sayang," kekeh Angga, lalu mengecup puncak kepala Angel.
Angel mendongak menatap Angga. "Abang," panggilnya.
"Iya, sayang?" sahut Angga lembut.
"Abang beneran udah gak ada rasa sama Cece Chloe kan?" Angel bertanya dengan hati-hati. Angga mengangguk tegas. Angel mengulas senyum lega. "Terima kasih ya, Abang, selalu jaga perasaan aku." Angga mengangguk lagi lalu mengecup bibir Angel sebentar. Bersamaan dengan itu terdengar bunyi bel dari luar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angela; I'm Yours [21+]
RomanceMenceritakan tentang Angga yang jatuh hati pada adik angkatnya.
![Angela; I'm Yours [21+]](https://img.wattpad.com/cover/367317552-64-k685867.jpg)