24

2.5K 185 27
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*+:。

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*+:。.。 。.。:+**+:。.。 。.。:+*

.
.
.

"tinggallah bersama ku sampai bayi kita lahir, dan aku berjanji akan bersedia bercerai dengan mu setelah umur bayi kita berada di satu tahun.."

Wang yibo terdiam cukup lama, bukan dia tak berpikir saat ini dengan otaknya. Penawaran yg di berikan xuan lu padanya cukup bagus. Bukankah nanti dirinya akan bersama dengan xiao zhan? Tidak hanya itu, xuan lu juga akan berlapang dada pada hubungan mereka.

Tapi,,

"Tidak.." Itu adalah jawaban wang yibo yg mutlak.

Kerutan di kening xuan lu ketara, apakah penawaran darinya tak cukup bagus? Batinnya.

Wang yibo paham apa yg di pikirkan xuan lu saat ini, penawarannya bagus, sangat bagus. Jika di pikir lagi, pada kesempatan ini dirinya bisa mendayung dua pulau sekaligus. Menebus segala kesalahannya pada xuan lu dengan merawatnya selama hamil sampai bayi mereka tumbuh. Setelahnya kembali pada xiao zhan setelah dirinya melakukan penebusan.

Tapi, apa bedanya dengan saat ini?

Jika dirinya menunda lebih lama, maka xuan lu akan kembali berharap padanya dan kembali enggan untuk memutus semuanya. Akan Semakin berat beban yibo di masa depan, dia harus berjuang lagi untuk memisahkan diri dari xuan lu dan bahkan bertambah menyakiti buah hatinya.

Tentu saja, anak kecil itu tidak akan yibo biarkan tersakiti sekalipun dia dan xuan lu bercerai. Kewajiban tetaplah kewajiban untuk yibo lakukan, dan itu akan sebatas ayah dan anak, bukan lagi suami dan istri.

Untuk apa menunda lagi? Jika di masa depan akan tetap terasa sakit atau mungkin lebih menyakitkan. Tak pahamkah xuan lu dengan keinginan tulusnya untuk membiarkan wanita itu mencari cinta yg benar tulus mencintainya, bukan bajingan seperti wang yibo.

Karena itu, wang yibo dengan tegas menolak pilihan itu. Baginya, dia tak perlu menunda lagi, tinggal bersama sama saja dengan urungnya perceraian. Dan dia tak ingin memanggul dua timba di pundaknya.

Another SpaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang