31

3.4K 199 61
                                        

... Kalo typo maafken ya 🍆🍆

.
.
.
.
.

Sepasang tangan mungil kecil mencoba mendorong pintu kayu yg sedikit terbuka.

Dengan susah payah bocah kecil itu terus mendorong pintu yg sedikit berat dengan sepenuhnya tenaga yg dia miliki.

Hingga jarak yg dia rasa cukup untuk memasukkan tubuhnya yg gendut dia segera memaksa masuk, meski sedikit perutnya terjepit.

Kaki kecilnya berlari ke dalam kamar, tidak ada siapapun di dalam, tapi ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

Rupanya sang ayah sedang mandi pikirnya, dengan tubuh mungilnya dia memanjat naik ke atas ranjang, sedikit susah karena ranjang itu cukup tinggi, dia berjinjit meraih seprai dengan kedua tangannya untuk menarik tubuh bulatnya naik ke atas ranjang.

Setelah berjuang cukup keras, akhirnya bocah bulat itu berhasil naik ke atas ranjang.

Piuuuh..

Serunya mengiringi usaha kerasnya.

Bocah kecil itu menepuk pelan bantal besar di belakangnya, dan tanpa ijin menarik selimut menunggu papanya datang dari kamar mandi.

Tak lama pintu lembab itu di buka juga, dan sang empu menaruh perhatiannya pada buntalan bulat di atas tempat tidur.

Sedikit senyum bibirnya di tarik, "apa aku kedatangan tamu lagi malam ini?"

Dan kepala kecil dari balik selimut mengintip takut, "hawwo papa.." Tawanya kecil.

Pria dewasa yg di panggil papa tersenyum gemas, dia menyisir rambutnya dan segera naik ke sisi ranjang.

"Jadi, apa alasan kau pergi ke kamar tidur ku malam ini? Takut hantu?"

"No papa, an-an hanya tidak bisa tidul dengan nyaman," Bocah bulat itu segera duduk setelah menyingkap selimut.

Wang An Zhi bocah perempuan yg telah berumur tiga tahun itu sedikit menatap ayahnya dengan perasaan malu. Pasalnya, dia selalu takut tidur sendirian.

Wang yibo mengulum bibirnya gemas, "bukan karena kamar mu akan terlihat seram saat lampu di matikan?"

"An-an tidak bisa tidul dengan mudah" Elaknya sambil memalingkan muka.

Wang yibo mengusap kepala putrinya lembut, "sayang apa yg kau takutkan? Bukankah sudah ku katakan bahwa tidak ada hantu, coba katakan pada ku siapa yg tidak ingin di panggil anak kecil tapi dia takut tidur sendirian? Bukankah jika teman-teman mu tahu mereka akan tertawa? Dengar, mulai besok kau akan pergi ke taman bermain Pre-school, seluruh teman mu akan menertawakan mu jika kau masih belum berani tidur sendiri. Aku tahu an-an adalah yg terbaik, dia selalu bisa melakukan yg terbaik, benar bukan? Jadi ayo atasi rasa takut mu dan jangan biarkan rasa takut mengalahkan mu" Yibo menggusak rambut putrinya gemas.

"Tapi, jangklik berbunyi di lual sana, mereka sangat belisik papa, aku tidak bisa tidul" Itu hanya alasan, tidak ada suara jangkrik di rumah besar itu, hanya An-an saja yg merasa sensitif dengan suara-suara kecil, bahkan dengan suara jam dinding saja, an-an akan berimajenasi bahwa itu adalah langkah kaki hantu.

Wang yibo kali ini terkekeh, "baiklah-baiklah, aku akan meminta paman lee untuk merapikan taman agar jangkrik tidak bersarang di semak-semak besok, sekarang ayo tidur atau besok xiao An akan terlambat bangun" Yibo merapikan selimut putrinya.

Seperti biasa wang yibo akan mengusap pucuk kepala an-an lembut, "papa, apa paman cantik tidak beltanya kabal ku? Kapan an-an bisa belkunjung?" An-an menoleh ke samping

Wang yibo tersenyum, "dia bilang, dia akan menemui mu suatu saat nanti, dan dia juga mengatakan bahwa dia merindukan mu" Ujar yibo.

"Paman cantik juga melindukan an-an? Benalkah?" Antusias.

Another SpaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang