Tangan besar itu memeluk erat pinggang sempit di sampingnya erat. Wajahnya mengendus ceruk leher pria ramping di hadapannya lembut.
Lama tak bertemu menumpuk seluruh rasa rindu di dadanya begitu banyak tidak terhitung, hingga kadang membuat harinya sesak.
Hari ini mereka bertemu setelah setahun, sungguh itu bukan waktu yg sedikit. Waktu yg cukup membuat harinya sedikit jomplang tanpa hadirnya sosok yg harusnya ada di sampingnya setiap waktu.
Kedua mata mereka terpejam, tapi belaian di tubuh mereka masih terasa satu sama lain. Malam ini benar-benar membeli rindu, hal pasif yg menumpuk di dalam hati mereka urai satu persatu.
Bertemu dan meluapkan rindu itu bukan tentang hubungan badan, tapi tentang cerita di hari kemarin yg ingin mereka bagi satu sama lain.
Sang pria dominan masih betah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher pria yg begitu dia cintai dan rindukan. Tak ingin sejengkalpun jarak di antara keduanya.
Mereka sama-sama tak tidur, hanya memejamkan mata, mengulur kehangatan tubuh satu sama lain.
"Jadi,, apa putri mu sehat?" Xiao zhan berbalik pelan hingga wajah mereka bertemu pandang di atas bantal.
Wang yibo membuka mata, melihat kedua mata xiao zhan yg terlihat syahdu teduh malam ini. Wang yibo tersenyum, tangannya mengusap pipi putih xiao zhan lembut.
"Dia tumbuh dengan sehat, dia bulat seperti sapi" Terang yibo.
Xiao zhan tertawa kecil kemudian, "hei, dia putri mu, bagaimana bisa kau menyamakannya dengan sapi?" Zhan mencubit lengan yibo pelan.
Wang yibo masih tersenyum, mengagumi wajah tampan sekaligus cantik yg begitu dia cintai, "tidak, tapi memang sedikit mirip" Santainya.
"Yaak yibo ge, kau keterlaluan. Putri cantik seperti an-an tidak layak untuk itu" Kesal zhan.
Wang yibo tak menjawabnya, dia masih mengusap pipi xiao zhan pelan.
"Lalu,, bagaimana kabar kakak?" Tanya xiao zhan pelan.
Wang yibo menghela nafas, kemudian dia menggeleng kecil, "aku tidak begitu yakin karena aku tidak pernah bertanya, tapi kurasa dia baik-baik saja. Ku dengar dari beberapa orang, xuan lu dekat dengan seorang pria, tapi aku tidak bertanya lebih" Ujarnya.
Xiao zhan sedikit menarik lengannya, "kakak? Dengan siapa? Apa pria itu baik?"
Wang yibo mengangguk, "sedikit informasi yg ku dengar, pria itu baik,"
Xiao zhan menyipitkan mata, "yibo ge, harusnya kau menyelidiki lebih banyak, kau juga harus sedikit perduli pada kakak ku, setidaknya itu bakti mu untuknya setelah perpisahan"
"Baiklah,, aku akan meminta orang ku untuk menyelidiki sedikit lagi, tapi zhan aku benar-benar tak ingin terlibat lebih jauh, aku hanya akan fokus pada mu dan putri ku saja" Terang yibo.
Xiao zhan mengerti, "aku tahu, maafkan aku, aku hanya merasa bersalah pada kakak ku, jadi aku hanya ingin memastikan hidupnya baik-baik saja, dan orang yg dekat dengannya juga harus baik." Zhan menunduk.
Wang yibo beralih mengusap rambut xiao zhan pelan, "kau tidak perlu merasa bersalah, dengarkan aku, bukankah sudah berulang kali aku katakan, semua kesalahan itu hanya ada pada ku saja, sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu, jadi jangan menyalahkan diri mu zhan. Aku sudah menemui semua karma ku, aku menerimanya, aku berjalan perlahan sambil memperbaiki semua yg ku buat berantakan. Jadi, jangan mengutuk diri mu lagi" Kemudian wang yibo mengecup kepala zhan pelan.
Xiao zhan merasakan hangat di kepalanya, "aku tidak akan mengatakannya lagi" Lemahnya
Wang yibo tersenyum, memeluk tubuh xiao zhan hangat. "Dengar, ku mohon pada mu untuk fokus pada kesehatan mu saja, setelah semua ini, ayo pulang bersama ku, kita mulai semua impian kita dari awal" Inginnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Space
Fiksi PenggemarWang yibo dan xiao zhan pernah menjadi sepasang kekasih. Hubungan mereka baik-baik saja, sebelum adanya pertengkaran hebat karena kesalah pahaman dan berujung hubungan keduanya berakhir. Wang yibo tak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang ternya...
