Wang yibo dan xiao zhan pernah menjadi sepasang kekasih. Hubungan mereka baik-baik saja, sebelum adanya pertengkaran hebat karena kesalah pahaman dan berujung hubungan keduanya berakhir.
Wang yibo tak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang ternya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. .. ...
Saliva xuan lu tercekat, sungguh dia tidak menyangka bahwa xiao zhan akan mengakuinya segamblang itu.
Cinta? Dia benar mencintai wang yibo? Betapa egoisnya xiao zhan padanya. Tidak melihatkah xiao zhan bahwa dirinya saat ini sedang mengandung buah hatinya dengan wang yibo?
Dengan raut wajah sepenuhnya kecewa xuan lu menggeleng lemah, "zhan, tidak taukah kamu bahwa yg kamu katakan sangat menyakiti hati ku? Dia adalah suami ku zhan, dia ayah dari bayi yg aku kandung, kau bukan hanya mencoba menyakiti satu orang, keponakan mu sendiri, dia juga harus menanggung semua keegoisan mu"
Tapi xiao zhan hanya menatap dalam diam, dia tak memalingkan wajahnya ke arah jendela kamar yg dingin.
"Kakak, apa yg sedang kakak katakan? Mengapa menganggap ku egois? Wang yibo yg ingin bersama ku, kenapa kakak masih ingin mempertahankan cinta sepihak saja?" Datar zhan.
"XIAO ZHAN!!" bentak xuan lu penuh amarah, dirinya tak bisa membendung lagi rasa sakit di hatinya. Adiknya, kenapa begitu tega?
"Kenapa hati mu sekeras batu,? Apa kau memikirkan apa yg kamu pilih? Dengarkan aku, yibo hanya dalam masa bernostalgia dengan masa lalunya saja, dia tidak mungkin menikahi ku jika dia tidak mencintai ku, lihat ini, ada bayi di sini,. Apa kau lupa daging yg hidup ini adalah milik ku dengan yibo, sama seperti sebelumnya, kau hanya akan di tinggalkan saja, jadi kembalikan wang yibo pada ku, jangan merusak lagi, ku mohon" Xuan lu menangis pilu.
Xiao zhan tersenyum kecut, "kenapa aku harus mengembalikan wang yibo? Padahal dia yg datang pada ku kak? Aku sudah banyak mengalah di hari kemarin, jika ada kesempatan ku memperbaikinya, maka aku akan mempertahankan wang yibo. Kak, kau bertanya pada ku, kenapa tidak mengalah? Hal yg sama aku katakan pada mu, jika satu pihak sudah tak ingin mengakhiri, kenapa tidak kakak lepaskan saja-"
Plak
Emosi xuan lu sudah tidak terbendung, tangannya yg bergetar menampar pipi xiao zhan yg pucat, sungguh dia benar-benar tidak menyangka bahwa adiknya akan mengatakan hal senista itu.
Sementara xiao zhan, merasakan panas di belah pipinya, tamparan xuan lu memang begitu keras, tapi sama sekali tak menyurutkan emosi labil xiao zhan di sana.
"Benar-benar tidak tahu malu, aku benar-benar tidak menyangka telah merawat monster jahat seperti mu zhan" Rutuk xuan lu penuh kecewa.
Xiao zhan menelan salivanya yg terasa perih di tenggorokan, dia tidak menangis atau pula menunjukkan raut wajah sedih. Setelah mengusap pipinya yg terasa panas, xiao zhan mendongak dengan kedua matanya yg terlihat begitu datar.
"Kakak? Apa lagi yg kau inginkan? Apa yg perlu aku kembalikan?" Kemudian xiao zhan tertawa kering dengan sudut matanya yg sedikit bergetar menatap mata xuan lu di hadapannya, "di hari kemarin, apa yg kakak minta telah aku penuhi, apa kakak lupa? Siapa yg meminta ku untuk mati?"