23

2.1K 206 77
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶

.

Ironis, serapah yg di ucapkan xuan lu pada xiao zhan terasa hampir sepenuhnya benar di telinganya.

Zhan tak ingin menyangkal bahwa memang dirinyalah penyebab hancurnya rumah tangga kakaknya.

Dia tak lebih dari seekor ular yg membelitkan tubuhnya pada mangsanya yg rapuh. Ya, xiao zhan menerimanya, karena dia berpikir bahwa semua itu sepenuhnya benar, lalu apa lagi yg ingin di sangkal?

Seharusnya, kutukan lain yg lebih kejam bisa dia dapatkan dari kakaknya yg tersakiti, setidaknya itu adalah opini hati xiao zhan seorang diri.

Jika saja, tak ada pertemuannya dirinya dengan wang yibo saat itu, mungkin kisah menyakitkan ini tak akan pernah ada.

Atau mungkin..

Seandainya saja, tak pernah ada malam menakutkan di hari gelap itu, maka dirinya dan wang yibo akan tetap baik-baik saja sampai akhir, atau akan tetap saling menghancurkan seperti saat ini?

Bisakah takdir itu di ubah? Bisakah takdir jelek itu di hapuskan saja? Bisakah dirinya memilih jalan yg lebih baik dari pada menghancurkan kisah lain dua orang suami istri?

Semua gejolak pertanyaan itu seperti kereta yg menabrak jantungnya hingga hancur, mungkin hanya menyisakan sedikit denyut nadi yg sia-sia.

Kakaknya, satu-satunya saudara yg dia miliki di dunia ini, bahkan telah dia sakiti sesakit sakitnya. Bahkan hanya dirinya tumpuan hidup xiao zhan, tapi hanya karena sebuah fakta di masa kelam, sepenuhnya kepercayaan itu tenggelam bersama kapal yg karam.

Semua titik salah xiao zhan telan meski tak sepenuhnya kesalahannya, dia menjadikan dirinya sendiri objek rasa salah meski itu bukan kesalahannya. Tapi, dari dua mata yg menatap sakit ke arahnya baru saja, cukup untuk membuat xiao zhan benar-benar tak berdaya.

"Oh tuhan, apakah aku sejahat itu?" Kata-kata itu berputar di benaknya dalam diam, semua titik di tubuhnya terasa sakit, zhan tak pantas membela diri, batinnya sekali lagi.

Another SpaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang