Bab 05 || Ditinggal Kerja

4 2 0
                                        

“Dan mulai detik ini, menit ini, lo jadi pacar gue! Dan gue nggak terima penolakan.”

Agatha masih diam mematung sambil menatap manik indah milik Algi.

“Kalau ada apa-apa, panggil gue. Karena mulai hari ini lo tanggung jawab gue,” lanjutnya.

“Tapi Al, lo tahu kalau kita itu sama. Tapi iman kita berbeda,” lirihnya sambil menundukkan kepalanya.

“Lihat gue, kita lewati semuanya bersama dan waktu yang akan menjawab semuanya, gue yakin bahwa kita akan bisa bersama, selamanya.”

Tapi gue nggak yakin dengan apa yang lo ucapin, ketika Aamiin lo dan Aamiin gue bersatu, tapi tetap kepercayaan kita berbeda, batin Agatha.

“Lo mau, 'kan, jadi pacar gue?” tanya Algi.

Agatha mengangguk kecil sambil tersenyum simpul.

***

Kring ... kring ... kring ....

Saat bel pulang berbunyi, semua murid tergesa-gesa membereskan buku-buku mereka. Semua ke luar kelas secara bersamaan, ada yang sedang piket atau pun ekskul.

“Tha, lo udah ditungguin laki lo, noh!” ledek Rain padanya.

“Noh, ayang Dino apa kabar.”

Rain tersipu malu, memang selama ini Rain diam-diam dekat dengan sahabat Algi yaitu Dino. Saat pelajaran tadi Rain yang memberitahukan kedekatannya dengan Dino padanya. Agatha terkejut sekaligus senang mendengarnya, akhirnya sahabatnya itu memiliki kekasih.

“Duluan ya, Tha!” pamit Rain.

“Hati-hati!” ujar Agatha.

Algi masuk ke dalam kelas lalu menghampiri sang pujaan hati yang baru beberapa jam menjadi kekasihnya.

“Ayo pulang!” ajak Algi.

Agatha tersenyum.

Agatha pulang bersama Algi, karena mobil kakaknya itu bocor di tengah jalan. Jadi ia memutuskan untuk pulang bersama pacar barunya itu.

Sepanjang jalan, telapak tangan mereka saling bertautan seperti ada lem yang menempel di kedua tangan mereka, sampai tidak terlepas seperti itu. Apalagi jari Agatha terbilang mungil, dan sangat berbeda dengan ukuran tangan Algi.

“Tangan kamu gede banget, kayak raksasa,” ujar Agatha.

“Nggak ada raksasa seganteng aku.”

Semenjak Agatha menjadi kekasihnya, Algi memintanya bahwa mereka berdua mengganti panggilan menjadi aku-kamu.

Algi membukakan pintu mobil untuk Agatha, gadis itu tersenyum bahagia melihat sikap manis pacarnya itu.

“Silakan masuk, Tuan putri,” ujar Algi.

“Apaan, sih, geli tahu. Hahaha.”

Mereka berdua tertawa.

“Tuan putri mau ke mana?” tanyanya.

“Ke taman kota, yuk!” serunya.

“Siap laksanakan!”

Mereka pun pergi ke taman kota, setibanya di taman kota mereka berdua berkeliling sambil mencari makanan yang ingin mereka beli. Di sini sangat banyak pada pedagang kaki lima. Menurutnya lebih enak makan di pedagang kaki lima dari pada di restoran, toh rasanya sama saja.

“Kamu mau makan apa?” tanya Algi.

“Aku mau bilung, bihun gulung,” serunya sambil menunjuk pedagang bihun gulung.

Kita Berbeda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang