Kini mereka sudah berada di depan mall yang berada di kota Tangerang Selatan. Motor Rafa sudah terparkir rapi dan sekarang mereka hendak masuk ke dalam mall.
“Nanti malam, kamu mau datang ke acara tunangan si Algi?” tanya Rafa sambil menoleh ke arahnya.
“Aku mau, tapi temani ya?” pinta Agatha.
“Siap, nyonya!” seru Rafa.
Cowok itu menariknya ke sebuah toko busana yang terkenal branded. Semua barang-barang yang ada di toko ini limited edition, tak heran jika harga yang dibanderol cukup fantastis.
“Kita ngapain ke sini?” bisik Agatha.
“Beliin kamu baju buat dipakai nanti malam. Kita couple nanti,” balas Rafa setengah berbisik.
“Mahal-mahal tahu!”
“Nggak papa, demi Tuan putri.”
Lagi-lagi senyum bahagia terpancar di bibirnya. Rafa yang melihatnya ikut merasakan kebahagiaan.
Mereka menghampiri dress dan tuxedo yang terpampang indah di manequeen. Tak sengaja matanya menangkap sebuah dress berwarna ungu gelap dengan payetan berwarna emas menambah kesan glamor dari dress tersebut. Tangannya memegang bandrolan dan betapa terkejutnya saat melihat harga dari dress itu.
“Hah, 30 juta?” pekiknya sambil menutup mulutnya akibat refleks.
Rafa tiba-tiba saja menghampiri dirinya dan bertanya, “kamu udah pilih dress buat nanti malam?”
“Be–belum,” ucapnya dengan gugup.
Cowok itu tiba-tiba saja memanggil seorang pelayan di sana dan memintanya membungkus dress yang sempat ia kejutkan harganya.
“Kamu ngapain?” tanya Agatha dengan tampang cengoknya.
“Beliin dress itu buat kamu. Aku tahu kamu suka yang itu, 'kan? Kenapa nggak bilang sama aku,” ujar Rafa dengan santai.
Lagi-lagi dirinya tercengang. Bisa-bisanya cowok itu dengan santainya berbicara seperti itu. Dan dress itu? Rasanya seperti mimpi bisa membeli dress seharga 30 juta.
“Kamu nggak senang ya? Aku beliin dress itu buat kamu,” ucap Rafa dengan lirih.
Gadis itu gelagapan lalu menjawab, “eh? Se–seneng, kok. A–aku cuma kaget aja sama harganya.”
Rafa tersenyum, ia sangat bahagia dan sepertinya tidak salah menaruh cinta pada wanita seperti Agatha. Gadis cantik, pintar, dan unik. Berbeda dengan wanita pada umumnya, yang sangat ingin dibelikan barang branded. Tetapi gadis itu malah ragu untuk memintanya dan tak mau merepotkannya.
“Kamu kalau mau beli sesuatu tinggal bilang sama aku, aku senang direpotin sama kamu. Artinya kamu masih butuh aku,” ujar Rafa sambil menyelipkan anak rambut ke samping telinga gadis itu.
“Ta–tapi harganya nggak semahal itu juga,” ujarnya dengan lesu.
“Nggak papa. Anggap itu hadiah dari aku,” ujar Rafa.
“Makasih ya, Raf. Maaf ngerepotin kamu.”
Rafa mengangguk sambil tersenyum lebar.
Usai membayar pesanan mereka. Kini keduanya kembali berkeliling mall kembali. Seperti biasa, tangannya ditarik kembali oleh Rafa untuk masuk ke dalam toko sepatu dan tas.
Dirinya menatap bingung ke arah Rafa. Rafa yang mengerti dari tatapan itu langsung mengatakan, “sekarang pilih tas sama heels buat kamu.”
Mulut Agatha kini sedikit terbuka akibat tercengang dengan ucapan cowok aneh di hadapannya. “Ta–tapi?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita Berbeda [END]
Teen FictionApa yang terjadi jika mencintai terhalang oleh sebuah perbedaan? Kisah cinta yang begitu rumit dialami oleh gadis SMA bernama Agatha Almasyifa Morgan. Hubungannya terus diuji dan dihantam banyaknya perbedaan, membuat dirinya sedikit putus asa. Ras...
![Kita Berbeda [END]](https://img.wattpad.com/cover/367762899-64-k108957.jpg)