Lampu toko bersinar terang memerlihatkan benda-benda lucu pemenuh kotak pensil dan tas sekolah. Ada buku catatan unik yang membuat Sel tertarik untuk membelinya. Buku berwarna-warni dengan sampul bergambar benda langit. Di situ tertulis label harga sebesar tiga ratus ribu koin.
Saldo koinnya saat ini sebanyak dua juta, berbeda dengan Roy yang tak sampai mendapat satu juta.
"Roy, kamu mau apa?" tanya Sel sambil berjalan menyusuri rak dengan membawa buku incarannya.
"Seragam aja deh." Jawab Roy.
"Ngomong-ngomong, Yen. Boleh gak sih kita ngintip Photo Box buat liat peralatan lain?" tanya Sel penasaran. Ia tidak ingin membeli barang yang kebetulan sama dengan di kotak ajaib itu.
Sel dan Roy menyusuri ruangan foto, ternyata background dan perlengkapan lainnya sudah disediakan. Terdapat sepatu pria dan wanita, jam tangan, buku tentang astronomi, serta tas.
"Lagi-lagi tas selalu ada." Omel Sel lalu kembali ke toko.
Saat ini jam menunjukkan pukul dua dini hari. Sel memutuskan untuk mengajak Roy beristirahat sejenak sebelum petualangan dimulai.
Saat memasuki toko, Sel mendongak ke atas melihat perlengkapan lain. Biasanya toko yang menjual peralatan sekolah selalu menjual tas. Namun yang tergantung di atas hanyalah kaus kaki.
"Kenapa gak pernah jualan tas?" tanya Sel.
"Karena sudah tersedia di Photo Box." Balas Yen singkat. Kemudian ia memberikan sepaket seragam perempuan pada Sel.
"Ini kak, kayaknya pas." Kata Yen sambil menarik Sel ke cermin.
Roy juga sudah membeli paket lengkap seragamnya beserta almamater.
"Ada kamar buat tidur kan?" Ujar Sel sambil mengintip ruangan dibalik pintu dekat cermin.
Yen menggeleng.
"Lah terus kita mau tidur di mana? Aku batal tidur gara-gara nangkep buronan itu, asal kamu tau aja" Oceh Sel sambil menunjuk-nunjuk.
"Cuma ada kamar mandi aja, kak. Di mana ada minimarket menyediakan kamar buat pelanggan?"
Benar juga yang dikatakan Yen, pikir Sel begitu.
"Yaudah tidur di kamar mandi aja." Ajak Roy, suaminya memang bisa tidur di mana saja, bahkan pernah tertidur di bus dengan posisi berdiri karena saking lelahnya.
Sel langsung menyetujui usulan Roy.
Di kamar mandi, pasutri itu berdiskusi mengenai keanehan yang terjadi di sini. Mulai dari bagaimana mereka terlempar menembus tempat dan waktu, siapa dalang dibalik ini, dan apa motifnya.
Sel membuka ponselnya, melihat riwayat panggilan sebelumnya saat bekerja di kepolisian. Kosong, hanya nama Roy panggilan dua hari yang lalu. Begitu juga dengan galeri, tidak ada apapun yang tertinggal.
"Aneh gak sih, Yang?" Tanya Roy, ia kemudian membuka aplikasi peramban untuk mencari kasus narkoba.
"Sayang, kita ada di tahun berapa tadi?" Tanya Roy lagi memastikan.
"Dua ribu dua tiga, bulan Juni. Iya aku inget waktu pertama kali sampai."
Roy langsung menunjukkan hasil pencarianannya kepada Sel.
Gerak Cepat Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Berhasil Menembak Ketua Bandar Narkoba.
Satresnarkoba Polres Cirebon yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Van, S.H. berhasil mengamankan lima pelaku pengedar Narkoba berbagai jenis di tempat persembunyian para komplotan, tepatnya dekat hutan perbatasan Jawa barat dengan Jawa Tengah, Sabtu (17/06/2023).
KAMU SEDANG MEMBACA
Photo Box
AcakRoy dan Sel adalah pasutri yang baru saja menikah, mereka sedang menikmati libur cuti untuk bulan madu di Bali selama seminggu. Banyak tempat yang telah mereka kunjungi di sana. Ketika mereka ingin mengabadikan momen di photo box, mereka harus mengi...
