Embun di pagi hari mewarnai dedaunan, udara sejuk nan asri membuat para pekerja perkebunan makin bersemangat. Tak lupa suara kicauan burung menghiasi pedesaan.
"Selamat pagi semuanya" sapa Roy kepada para warganya.
"P-pagi ... raja ... " jawab salah satu ibu-ibu yang memasang wajah takut.
"Sudah sarapan, bu?" tanya Raja dengan meletakkan kedua tangannya di belakang seraya menunduk, menandakan gestur kesopanannya terhadap orang yang lebih tua.
"Sudah, raja"
"Saya umumkan, nanti siang para pekerja di kebun saya akan istirahat selama satu jam. Makan siang bersama di halaman istana"
Semua orang berbisik-bisik, Roy tahu pasti bagi mereka hal ini asing. Berkat sang Ratu yang memberi tahu jika para pekerja di sana tidak mendapat upah yang sepadan, keuntungan diambil terlalu banyak sehingga banyak yang tumbang saat bekerja. Tentu Roy tak ingin hal tidak manusiawi itu terjadi.
Sehingga setelah ia mengumumkan itu, suara koin bermunculan lagi, namun Roy tidak berani membuka di hadapan banyak orang.
"Raja, lapor! Banyak hama"
"What? Oh .. Apa???" Roy mempercepat langkahnya. Ia mendapatkan banyaknya larva di tanaman sayuran. Seketika ia tenang melihat larva kumbang koksi.
Kumbang itu bukanlah hama, justru serangga berbintik hitam mungil lucu tersebut membantu petani, ia memangsa binatang yang lebih kecil darinya. Kutu daun yang sering dimakan. Sehingga dengan adanya ladybug, kutu daun akan berkurang.
"Tenang bapak-bapak, ibu-ibu, larva ini yang akan jadi kumbang koksi, kumbang yang memberantas hama" jawab Roy ditambah penjelasannya yang mengedukasi para pekerja.
Menurut kepercayaan masyarakat di asal asli Roy, jika kumbang itu masuk rumah, maka hal baik akan terjadi.
"Roooyyy!" Suara cempreng ini seperti tidak asing di telinga Roy.
"Roy tolong aku"
Roy tidak melanjutkan penjelasan kumbang koksi lagi, ia teralihkan dengan suara Sel.
"Aku di atas bunga mawar"
Roy menoleh ke arah bunga yang ada di sampingnya, ada kumbang kecil sedang terbang. Itu adalah Sel.
"Ini aku"
Roy kemudia memungut tubuh mungil Sel lalu diletakkan di telapak kirinya.
"Seeell!! Wahahahaha! Seelll" Ia kegirangan sampai berputar-putar di lihat para pekerja.
"Ih lucu banget kamu, mungil kaliii, aaaa gemesnyaaa, mumumumu" Roy memajukan bibirnya hendak mencium serangga mungil yang baru ia presentasikan. Kakinya melompat, berlari ke halaman istana menuju pohon buah mangga.
Ia mengupas sendiri lalu membiarkan Sel hinggap di mangga, sesekali Roy menggigit karena ia menyukai buah itu.
Semua orang yang ada di sana menatapnya heran, berpikir ada kesalahan pada otak sang Raja. Namun, hal itu menjadi pertanda bagus untuk mereka. Pedesaan menjadi tidak tegang dan menyeramkan jika ada sosok pemimpin seperti Roy.
Bukan gila,
melainkan memanusiakan warganya membuat mereka senang. Sejak kejadian semalam gadis kecil mencuri ubi, membuat warga sekitar berpikir rajanya telah bertaubat.
"Eh sel, kamu kemarin makan apa?"
"Iiiihh, sebel banget tau. Kamu tuh ya dipanggilin nggak denger dari tadi. Aku mau cerita banyak" tanduk kecil tipis Sel bergerak menunjukkan ia sedang marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Photo Box
OverigRoy dan Sel adalah pasutri yang baru saja menikah, mereka sedang menikmati libur cuti untuk bulan madu di Bali selama seminggu. Banyak tempat yang telah mereka kunjungi di sana. Ketika mereka ingin mengabadikan momen di photo box, mereka harus mengi...
