𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya
Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di...
Uploud lagi deh, hehe meski kemarin dah uploud. Lagi semangat revisinya wkwkwk dan bentar lagi mau ujian jadi aku mau beresin cerita ini. Bisa di bilang mau ngebut. Soalnya bentar lagi juga ending. Hehe, ayooo semangatt!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Recomend song: Kekasih Bayangan - Cakra Khan
~💡~
Kembali libur sekolah. Hal yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. Ya mungkin tau apa penyebabnya.
Namun, kali ini benar-benar menyedihkan. Terakhir bertemu kala itu kita sedang tidak berhubungan dengan baik. Entahlah aku pun tak tahu kenapa. Sifat dia yang tak bisa aku tebak itu dan sifat dia yang membuatku curiga dia mempunyai kepribadian ganda. Kadang kalau lagi baik, baik banget bahkan seolah-olah menunjukan jika dia menyukaiku juga. Tapi di sisi lain juga dia memperlihatkan sisi dinginnya bahkan teman-temannya pun segan ketika dia sudah memasuki fase tidak mau di ajak ngobrol oleh siapapun.
Entahlah, aku tidak tahu. Dan terakhir kali aku kembali sakit hati saat-dia mengantarkan Mega pulang. Aku tahu, Mega juga temannya. Tapi, maaf. Aku tidak bisa berbohong kalau itu cukup membuatku sedih. Di sepanjang jalan, yang dulu biasa menjadi tempat kita jalan bersama, tukar tawa dan canda bersama, kini rasanya teramat rindu untuk me-reka adegan itu semua.
Seminggu sebelum libur tiba
Ga di terima kado.
Hari esok, hari yang sangat aku nantikan. Berhubung esok adalah hari terakhir bertemu, sehingga aku akan memberikan kado esok nanti. Iya, sebentar lagi dia ulang tahun. Menulis sebuah surat ucapan selamat dan pesan yang ingin aku sampaikan. Meski rasanya gemas sekali, hatiku terus memerintahkan untuk menulis sebuah rasa sebenarnya-confess. Namun, otakku menolak karena itu akan mengakhiri sebuah hubungan pertemanan.
Seperti biasa aku pulang bersamanya, kali ini dengan motor. Jika boleh jujur, aku tak pernah suka naik motor ketika bersamanya, karena itu hanya akan mempercepat waktu kita bisa bersama-buset ternyata bucin tuh gini amat.
Setelah sampai di tempat biasa, aku menyuruhnya untuk tunggu sebentar.
"Nih." Aku menyodorkan totebag coklat motif kotak-kotak.
"Apa ini?"
"Selamat ulang tahun," kataku dengan tersenyum. Dia mengerutkan dahinya bingung, "hah?"
"Di hari ulang tahun kamu, tentu aku gakan bisa ngasih kado karena mungkin kita gak akan bertemu. Jadi, aku mutusin buat ngasih kadonya sekarang." Dia membuka mulut tampak tak percaya, lalu kemudian tersenyum malu dan detik berikutnya tertawa.
"Ya elah, kenapa harus repot-repot sih? Ga di kasih juga gapapa kali. Santuy.."
"Ya serah ku lah! Orang aku pengen ngasih!" Ucapku menjadi nada sedikit kesal. Padahal aslinya hanya sedang menahan salting saja.