Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

[ 21 ] Jadi, siapa dia?

91 14 2
                                        

"Semuanya tidak akan berakhir jika diantara kita tidak ada yang mati."
-?

ᜊᜊᜊ

Tok

Tok

Terdengar suara ketukan dari luar pintu rumah sakit. Dara berjalan menuju pintu tersebut, dan melihat paras Chandra berada didepannya, lalu mempersilahkan Chandra masuk dengan beberapa barang dan makanan berada di kedua tangannya.

"Loh Chandra kesini kenapa ga ngabarin aku dulu?" Tanya Dara seraya membantu Chandra menaruh beberapa barang bawaannya. "Ini kamu kenapa bawa banyak barang?"

"Ini.. Chandra ada bawa beberapa makanan buat kamu sama Jean," Jawabnya seraya mengeluarkan beberapa makanan yang telah ia beli.

"Untuk sementara Dara jangan kemana mana dulu ya, orang yang membahayakan Dara dan Jean hilang gitu aja tanpa ada jejak. Untuk barang bukti penus*kan di TKP aku udah urus, semuanya aman." Perjelas Chandra mengenai kejadian beberapa hari lalu.

Wajah Dara terlihat sangat cemas. Ia tidak takut apabila ia akan ditahan dipenjara, yang Dara takut kan jika dirinya bertemu dengan pria misterius itu lagi. Hal yang akan membahayakan dirinya bisa saja terjadi di orang orang yang berada disekitarnya.

Melihat Dara yang merasa tidak aman, Jean berusaha mengalihkan topik pembicaraan, dan memperlihatkan semua rasa pedulinya kepada Dara. "Udah gausah dipikirin. Mending kita makan makanan yang udah dia bawain aja, keburu dingin." Ajaknya dengan menunjuk kearah Chandra.

Chandra menyetujui hal itu dengan menganggukkan kepalanya. "Kalian tunggu disini ya, Chandra ada urusan sebentar aja. Ada panggilan alam hehe" Katanya seraya tertawa kecil.

Dara dan Jean yang mendengar hal itu sontak tertawa bersama. "Yaudah sana, jangan lama lama ya Chandraa" Jawab Dara masih dengan tertawa kecilnya. Chandra hanya menjawabnya dengan anggukkan yang disertai dengan senyuman.

Saat Chandra sudah meninggalkan ruangan, keheningan pun terjadi sesaat setelah Chandra meninggalkan mereka. Dara melahap makanannya sambil menatap kearah Jean, begitu pun sebaliknya, ternyata sedari tadi Jean sudah sudah memperhatikannya lebih dulu.

"Jean minta maaf ya, udah bawa Dara sejauh ini." Ucapnya tiba-tiba seraya mengelus tangan kiri Dara lembut. Dara yang mendengar hal itu, ia berpikir selama beberapa detik. Dipikirin nya terlintas peristiwa beberapa hari lalu, saat ia menus*k pria misterius itu.

Dara tidak menjawab, ia hanya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Rasa bersalah sekaligus perasaan bingung mulai menyelimutinya.

"Are you okay? Kenapa? Kamu bisa cerita sama aku" Ucap Jean membujuk Dara agar ia mau bercerita apa yang ia rasakan. Namun, perlahan air mata itu turun. Rasanya sangat kacau, Dara merasa kehidupannya yang sekarang sangatlah buruk, dan tidak mencerminkan Dara yang dulu.

"Dara? Jangan nangis, ada aku disini.. udah yaa, stop nangisnya" Kata Jean seraya memeluk Dara dengan kasih, yang sedikit membuat Dara tenang. Ia pun membuka kedua tangan itu yang menutupi wajahnya, kemudian ia menatap Jean dengan air mata yang masih berlinangan.

Jean mengusap air mata Dara dengan hati-hati. "Cup cupp, udah ya nangisnya." Kata Jean. Mendengar hal tersebut, Dara semakin mempererat pelukannya, yang membuat Jean tersenyum lalu mengusap rambut Dara lembut.

Mereka tidak sadar bahwa sedari tadi Chandra mengintip dari celah pintu. Chandra yang melihat hal itu, ia sangat senang bisa melihat Dara tidak hanyut dalam kesedihan, namun disisi lain Chandra sangat khawatir sekaligus takut jika sesuatu yang buruk akan menimpa Dara.

Stalker -On GoingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang