Dengan berat hati Hikaru harus menerima kenyataan bahwa dia harus menikah dengan seorang pria yang sudah berumur 30 tahun, karena keluarga nya memiliki hutang kepada Rengoku. Karena tidak bisa membayar nya maka ke-2 orang tua Rengoku menawari Hikaru...
Pagi hari kali ini Hikaru disambut dengan sinar matahari yang menyinari dirinya. Betapa terkejutnya Hikaru ketika sesosok pria yang selama ini mendampinginya menghilang dari tempat tidurnya.
"Uh.....Om kemana yah?, tumben gak ada, biasanya suka nyosor bibir aku pagi-pagi. Tapi kok sekarang gak ada yah" batin Hikaru
Tanpa ba-bi-bu Hikaru langsung mengambil handuknya dan menuju kamar mandi.
Ketika keluar dari kamarnya Hikaru langsung dikejutkan dengan wajah suaminya yang Tampan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah bangun ternyata"
"Om ih, Ngagetin tau! Untung aja gak jantungan" tukasnya
"Hehehe....." Rengoku tertawa kecil
"Ketawa lagi!"
"Soalnya kamu lucu sih"
"Ya iyalah lucu, akhirnya om ngaku juga kalau aku lucu"
"Kamu mau mandi?"
"Uhm" Hikaru mengangguk
"Mandi bareng yuk, biar lebih segar"
"Iie.....om, nanti om macem-macem lagi Ama aku"
"Gak bakal"
"Bohong"
"Gak bakal....percaya deh sama aku"
"Iie!" tolak Hikaru *** "Om"
"Iya"
"Kayaknya Hikaru pulang nya agak sore an deh"
"Kenapa?"
"Ada rapat kelas"
"Kira-kira kamu pulang jam berapa, biar nanti om yang jemput"
"Nanti Hikaru dianterin aja sama temen Hikaru"
"Cowok atau cewek?"
"Sama Shiki"timpal nya
"Ya udah kalo gitu om izinin kamu pulang sama Shiki"
"Yeay.....makasih om..."
"Sama-sama"
Cuph Hikaru mencium bibir Rengoku.
Wajah rupawan Rengoku kini berubah menjadi merah padam.
"Om salting yak......"
"Udah sana masuk ke kelas, nanti terlambat"
"Iya ya"
Hikaru pun keluar dari mobil sambil memberikan flying kiss pada Kyojuro.
Muachhh......
Di dalam mobil Rengoku hanya salting tidak karuan, baru kali ini Hikaru memberikan flying kiss padanya.
Setelah Hikaru pergi ke kelas nya, Rengoku langsung pergi menuju kantornya. *** "Hikaru, kamu di anterin sama siapa tadi?"
"Biasa...sama Om aku"
"Ouh...."
"Ouh yak nanti habis pulang sekolah kamu anter aku ke klinik Shinobu"
"Mau ngapain emang?"
"Mau beli obat aja sih......"
"Kamu sakit apa?"
"Kalau buat 2 Minggu kemarin....aku ngerasa kayak mual-mual terus di tambah kaya pusing gitu...."
"Kayaknya kamu kena maag deh"
"Kayaknya sih"
Sepulangnya dari sekolah Hikaru dan Shiki bertemu di depan gerbang sekolah.
"Kamu gak di jemput sama om kamu?"
"Aku bilang sih... pulangnya sama kamu"
"Kamu bohongin dia?!" Tanya nya terkejut.
"Mungkin"
"Ya elah....ni anak kebiasaan bohong Mulu kerjaannya"
"Hehehehe......." Hikaru tertawa kecil" ya udah yuk langsung aja pergi ke klinik Shinobu, keburu tutup" ajak Hikaru
"Ok"
*Sesampainya di klinik Shinobu "Aku aja yang masuk"
"Lho! Kenapa?"
"Gak papa"
"Beneran nih?"
"Iya gak papa"
Shiki pun akhirnya mengangguk iya.
Hikaru pun akhirnya masuk ke dalam klinik Shinobu dan mulai mencari tespeck.
"Uhm....dimana yah...."
"Ee..... Hikaru san" panggil Shinobu "Hai"
"Kau sedang mencari apa?, mungkin aku bisa mencarikan nya untuk mu"
"Uhm....... sebenarnya aku malu untuk menanyakan nya"
"Kita sama-sama perempuan jadi kau tidak perlu malu Hikaru...." Urai nya
"Apakah di sini ada tespeck?" Shinobu langsung terkejut mendengarnya, bahwa Hikaru membeli tespeck.
"Kamu hamil?!"
"Sssttt....jangan kencang kencang Shinobu....."
"Ouh... maafkan aku"
"Aku hanya ingin mengecek saja"
"Baiklah kalau begitu aku akan mengambilkan nya untuk mu"
"Hai!, arigato....."
"Kamu butuh berapa?"
"Aku rasa.....tiga"
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar"
"Hai!"
Shinobu pun mulai mengambil tespeck untuk Hikaru.
"Ini" memberikan tespeck
Hikaru pun mengambil tespeck nya dan memberikan uang untuk membayarnya.
"Terimakasih Shinobu...."
"Sama-sama Hikaru"
"Kalau begitu aku pulang dulu..."
"Hikaru san"
"Hai"
"Apakah kau ingin memeriksanya secara langsung" tawar Shinobu.
"Uhm.......aku takut Shinobu....."
"Kenapa harus takut?"
"Aku takut kalau aku positif hamil, jika itu benar-benar terjadi......aku belum siap untuk menjadi seorang ibu di usia semuda ini..."
"Tidak ada yang perlu di takutkan, Hikaru"
"Tapi....."
"Percaya sama aku"
"Baiklah"
Hikaru pun akhirnya menurut untuk di USG di klinik Shinobu.