"Sayang...."
"Uhm"
"Aku mau minta izin sama kamu buat kerja di luar negeri selama 2 Minggu kedepan, boleh gak?"
"Kan itu udah jadwal aku om... Buat lahiran..."
"Maaf ya sayang.... Tapi ini udah jadi kewajiban aku sebagai CEO"
"Kamu udah gak sayang lagi sama aku yak?"
"Bukan gitu sayang....."
"Ya udah kalau gitu buktiin kalau om masih sayang sama aku!"
"Aku ajak kamu jalan-jalan di taman kota Ok?"
"Uhm..... Ya udah deh...boleh"
"Makasih ya sayang..."
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rasanya sedih banget yak aku harus ninggalin kamu sama anak kita buat 2 Minggu ke depan"
"Uhm..."
"Maaf ya sayang..."
Rengoku pun memeluk perut buncit istrinya sambil menangis.
"......."
Hikaru pun mengelus kepala suaminya itu.
"Udah...... Jangan nangis donk.... Malu sama yang lain"
"Hiks hiks hiks"
"Nanti kalau ada rekan kerja kamu yang liat kamu nangis gini, gimana kata mereka hm?"
"Aku sedih sayang......"
"Cup cup cup.... Bayi gede aku gak boleh nangis Ok?"
"Huwaaaa......gak mau kesana... Pengen sama kamu aja"
"Ayo donk om..... Ini juga demi masa depan keluarga kita"
"Nanti biasanya aku meluk kamu setiap malam, tapi nanti kalau di sana aku meluk siapa...."
"Meluk aja rekan kerja kamu"
"Ih.... Gak mau"
"Udah..... Mending kita pulang yuk" ajak nya.
Rengoku pun mengangguk.
Sesampainya di rumah rengoku menyuruh Hikaru untuk beristirahat di ruang tamu.
"Kamu pasti capek bukan?"
"Uhm"
Hikaru mengangguk
"Kamu duduk dulu disini sementara aku akan pergi ke dapur untuk membuat sesuatu untuk mu" pinta nya.
"Oke"
Hikaru pun duduk di sofa ruang tamu, sementara itu Rengoku pergi ke dapur untuk membuat cemilan yang Hikaru suka.
*10 menit kemudian
"Sayang...... Aku datang..."
"Uh?"
Hikaru pun menoleh
Rengoku duduk di samping Hikaru.
"Liat ini, apa yang ku bawa untuk mu dan anak kita"
"Ih.... Om kok tau aja sih kalau aku lagi pengen ini"
"Iya donk pastinya"
"Makasih ya..."
"Iya sayang sama-sama"
"Kalau gitu aku langsung makan yak"
Rengoku mengangguk sambil Memberikan senyuman manisnya.
"Uhm...... Enak tau om... Apalagi ditambah om ngasih senyuman manis milik om" goda Hikaru
Mendengar pujian dari istrinya, muka Rengoku langsung berubah drastis menjadi merah padam.
"Ih.... Om salting"
"Aaaa......." Menjerit
"Aku baru tahu kalau om tuh bisa salting"
"Aku masih manusia sayang........ Jadi wajar aja donk kalau aku bisa salting kayak yang lain"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Rengoku
FantasyDengan berat hati Hikaru harus menerima kenyataan bahwa dia harus menikah dengan seorang pria yang sudah berumur 30 tahun, karena keluarga nya memiliki hutang kepada Rengoku. Karena tidak bisa membayar nya maka ke-2 orang tua Rengoku menawari Hikaru...
