Chapter 18 : Newborn

112 6 0
                                        

"Keadaan Hikaru sekarang perlu di khawatirkan" tutur Amikaze.

"Maksudmu?" Tanya Ruka

"Ada kabar baik dan kabar buruk dari Hikaru"

"Hikaru san?" Ujar Shinobu

"Kata dokter..... Hikaru sudah pembukaan 9 dan di perbolehkan untuk mengejan, tapi sayangnya dia....... Sedang dalam keadaan kritis" tutur Amikaze.

"Huh?!" Semua orang terkejut tidak mengira.

"Padahal air ketuban Hikaru sudah pecah dari kemarin malam" ujar Ruka.

"Aku jadi takut...." Ucap Mitsuri.

"Tenang saja Mitsuri...... Pasti dia akan baik-baik saja. Aku yakin Hikaru pasti bisa melewati semua ini" tutur iguro menenangkan Mitsuri.

Mitsuri memeluk iguro. Iguro merasa terkejut ketika Mitsuri memeluknya erat.

"Hiks....iguro san"

Namun dengan perlahan iguro membalas pelukan nya.

"Tenanglah"

Sedangkan di dalam ruang bersalin, Hikaru harus berjuang antara mati atau hidup. Yah... Hanya itu saja yang Hikaru bisa pilih.

"Apa kita harus melakukan Caesar?"

"Aku rasa.... Kita tunggu 3 menit lagi kalau dia belum saja sadar kit-"

Ucapan dokter tersebut terpotong ketika Hikaru mulai sadar.

"Uh?"

"Apakah kau sudah siap nyonya?"

Hikaru yang sudah mengumpulkan energi nya itu pun langsung mengangguk.

"Saya akan kasih instruksi untuk ibu dan calon anaknya"

Hikaru mengangguk.

"Nanti kalau ibu merasakan sakit langsung mengejan ya bu, tapi kalau tidak sedang dalam keadaan sakit lebih baiknya jangan. Apakah ibu mengerti?" Tutur dokter tersebut.

Lagi-lagi Hikaru mengangguk sebagai jawaban.

"Sssshhhtt........."

Hikaru mulai menarik nafas untuk mendorong bayinya keluar.

"Iya terus...."

"Fyuuhh........"

"Iya bagus Terus....." Ucap dokter menyemangati.

Hikaru terus melakukan instruksi yang dokter itu perintahkan. Hingga akhirnya.......

"Ooooeeeeekkkkk......"

Tangisan bayinya pecah menandakan bayi itu sehat. Bayinya pun langsung di taruh di dada miliknya.

Hikaru tersenyum manis.

"Akhirnya aku berhasil" batin Hikaru.

Tak lama kemudian bayi itu di ambil kembali oleh suster untuk melakukan pembersihan.

"Rasanya hanya sebentar untuk bertemu dengan malaikat kecilku"

"Lebih semangat lagi ya Bu... Tinggal satu lagi ....."

"Uhm"

Hikaru mengejan sekuat tenaga untuk melahirkan anak ke-2 nya.

"Kepalanya agak ke bawah dan dorong nafasnya dengan perlahan..." Titah dokter tersebut.

Hikaru menuruti perintah dokter tersebut.

"Ayo semangat....... Ya..... Kepalanya sudah mulai keluar..."

Hikaru terus mengejan sekuat tenaga nya, dan mengingat moment-moment terindah yang dia dan Kyojuro lewati bersama.

"Ooooeeeeekkkkk......"

Perjodohan RengokuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang