Dengan berat hati Hikaru harus menerima kenyataan bahwa dia harus menikah dengan seorang pria yang sudah berumur 30 tahun, karena keluarga nya memiliki hutang kepada Rengoku. Karena tidak bisa membayar nya maka ke-2 orang tua Rengoku menawari Hikaru...
Ketika Hikaru membuka matanya, dia terkejut kenapa dia bisa sampai di sebuah ruangan yang dimana ia hanya seorang dengan tubuh terikat oleh tali. "Engh-, aku dimana?" "Ternyata kau sudah bangun" "Siapa itu?" Pria itu mulai mendekatinya perlahan. Dia tidak percaya bahwa pria yang mengurungnya itu adalah teman dekatnya sendiri. "A-Akeno?, kenapa kau membawa ku ke tempat seperti ini?!" "Kau tidak perlu tahu Hikaru, kenapa aku membawa mu kemari" "Lepaskan aku" "Apa! melepaskan mu?, jangan pernah berfikir untuk bisa kabur dariku" "Maksudmu?" Akeno mulai mendekati wajah Hikaru secara perlahan. "Hikaru tsukaze, seorang gadis yang telah membuat ku pertama kali jatuh cinta" "Aku mohon lepaskan aku, Akeno" pinta nya "Kenapa aku harus melepaskan mu, hm? Sekarang kau sudah menjadi milikku sekarang dan selamanya!" Lanjutnya "Kau sudah gila, Akeno!" "Iya aku memang gila, tapi aku tergila-gila oleh mu" "Jangan berfikiran aneh-aneh pada ku!" "Apa yang harus kulakukan untuk pertama kalinya pada seorang gadis yang kusukai agar dia bisa menjadi milikku selamanya yah" Ketika Akeno sedang menatap mata Hikaru, terdengar suara telfon dari suaminya. Kring....kring....kring.....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hmmm.... siapa yang berani menganggu waktu kita berdua yah?" Ketika Akeno mengangkat telfonnya terdengar suara berat pria yang menanyakan Hikaru.
"Sayang....kamu dimana......aku khawatir sama kamu dan anak kita......ini udah malam......kamu lagi dimana....."
"Berhenti memanggil Hikaru dengan sebutan sayang!" Tegasnya
"Ha! Siapa kau?!"
"OM....TOLONGIN AK-" Belum selesai bicara pada suaminya, mulut Hikaru langsung ditutup oleh kain. "Diam!" Bisiknya
"Sayang....itu beneran kamu....."
"Aku bilang berhenti memanggil nya sayang!"
"Siapa kau, Jawab pertanyaan ku dan jangan jadi orang yang pengecut!"
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu itu"
Akeno pun mengakhiri telfon dari Rengoku. *** *Seminggu kemudian Sudah seminggu ini Rengoku terus berdiam diri di kamarnya "Sayang.....kamu dimana?, aku khawatir sama kamu dan juga Rengoku junior ku...." Ketika Rengoku sedang memikirkan Hikaru, tanpa Rengoku sadari ternyata dia sudah ditelfon oleh bodyguard nya.
"Maaf boss, sampai sekarang kami belum bisa menemukan nya"
"Cari istri dan anak ku sampai dapat atau nyawa kalian yang jadi taruhannya, mengerti!"
"I-iya boss" Rengoku pun mematikan telfonnya. Kini Rengoku hanya bisa memikirkan keadaan istri dan anaknya itu. "Sayang.....kamu dimana?" Lirihnya Ketika Rengoku sedang memikirkan keadaan Hikaru dan anaknya di kamar, datanglah Uzui menghampiri nya. "Kyojuro" panggilnya Ketika Rengoku menoleh, ternyata rekan kerjanya datang untuk menemuinya. "Apa yang sedang kau pikirkan Kyojuro, sampai dirimu berantakan seperti ini" "Aku hanya menginginkan istri dan anakku kembali" "Sudah berapa hari dia hilang?" "Satu Minggu kemarin" "Mungkin aku bisa membantu mu" "Bagaimana caranya?" Lirihnya Kini Kyojuro menjadi pria yang lemah dan tidak berdaya di depan Uzui. "Kemana Kyojuro ku yang dulu?, yang selalu bersemangat dalam hal apapun..." "Sekarang dia sudah tiada" "Ayolah kawan.....mari kita mencarinya sama-sama" Rengoku hanya termenung mendengar ucapan Uzui. "Hai..... Jangan melamun seperti ini kawan..." "...." "Kyojuro.....aku tahu caranya untuk menemukan keberadaan mereka" "Bagaimana?" "Aku akan memberi tahu mu. Tapi kau harus mengikuti ku" "Kemana?" "Nanti juga kau akan tahu" "Baiklah, kalau begitu" *** Sedangkan di sisi lain Hikaru harus menghadapi orang yang terobsesi dengan nya.
"Sayang.........kenapa kau tidak memberi tahuku....kalau kau sudah menikah hm?" "Itu bukan urusanmu!" "Padahal aku ingin sekali menikahimu dan juga memiliki seorang anak dari rahim mu" tuturnya sambil memegang perut Hikaru. "Jangan sentuh dia!" "Tenang saja sayang......aku tidak akan melukai anakmu ini, tapi........aku akan merawat kalian berdua seperti keluarga ku sendiri" "Jangan pernah mimpi untuk memiliki aku dan juga anak ku!" "Padahal baru seminggu ini kita hidup berdua, eh maksudku bertiga di dalam rumahku ini yang sangat mewah" "......" "Aku ingin....sekali mencoba mencium bibir manis mu itu Hikaru...... Tapi kenapa kau selalu menolaknya?" Akeno mulai mendekatinya perlahan. "Jangan mendekat!" Titahnya "Why baby....... I wanna your lips" "No!, are you crazy?" *** "Disini!" "Kau yakin kalau istri dan anakku berada disini?" "Iyah, berdasarkan dari data dan GPS yang aku lihat.... mereka benar ada disini" "Baiklah, kalau begitu kita langsung masuk" Uzui pun mengangguk dan masuk ke dalam rumah tersebut. *Sesampainya di dalam........ Sesampainya Uzui dan Rengoku di dalam, mereka harus di hadapkan dengan tampilan ketika Hikaru sedang disentuh oleh Akeno. "Hikaru!" Panggilnya "OM....." Akeno pun menoleh ke arah Uzui dan Rengoku. "Ck, kenapa harus ada pengganggu ketika aku sedang bercinta dengan pujaan hatiku" "Lepaskan dia!" Titah Rengoku "Apa!, melepaskan nya yah?uhm....... kayaknya gak bisa deh om.....aku udah terlanjur cinta mati sama dia" "Jangan sentuh dia!" "Dia adalah gadis yang sudah kusukai semenjak awal sekolah paman...... Tapi kenapa engkau merebutnya dari ku?...." "Aku bilang lepaskan!" Akeno tertawa geli. "Aku tidak akan melepaskan nya!" Rengoku langsung maju dan menghajarnya. "Urusai!" Hardik Rengoku "Om?!" Rengoku langsung menghampiri nya dan melepaskan tali yang mengikat istrinya itu lalu memeluknya erat. "Sayang........aku khawatir sama kamu....." "Aku juga om......" Membalas pelukannya Uzui hanya bisa melihat ketika seorang teman terbaiknya kembali normal. Tangisan diantara keduanya pecah satu sama lain. "Hiks......" "Kamu tenang yak... semuanya bakalan baik-baik aja...." Tuturnya menenangkan Hikaru "Uhm...." Hikaru mengangguk.