Dengan berat hati Hikaru harus menerima kenyataan bahwa dia harus menikah dengan seorang pria yang sudah berumur 30 tahun, karena keluarga nya memiliki hutang kepada Rengoku. Karena tidak bisa membayar nya maka ke-2 orang tua Rengoku menawari Hikaru...
ATTENTION!!!!!!!! JANGAN LUPA BUAT VOTE SAMA KOMEN YA GUYS...... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . "Sepertinya dia tampak kelelahan setelah aku gempur dia sampai pagi" ucapnya sambil mengambil handuk.
Melihat istrinya yang tertidur pulas karena ulahnya semalam membuat pipi Rengoku merah padam, dan dia memutuskan untuk mandi agar badan nya jauh lebih fresh.
"Engh-"
Hikaru mulai bangun dan merasakan perih dan nyeri pada seluruh badannya apalagi bagian bawahnya.
"Argh.....sakit banget ih"
Rengoku pun keluar dari kamar mandi.
"Kamu udah bangun?" tanya nya khawatir.
"Uhm"
Hikaru yang menyadari bahwa dia tidak memakai sehelai benang pun langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Kamu ngapain lagi nutupin badan kamu pake selimut?" Tanya nya.
"Malu" ucap Hikaru singkat
"Ngapain harus Malu sih, lagian juga aku udah liat semuanya. Apalagi yang bagian........."
"Stop ih!, malu tau nginget nya"
"Apalagi pas kamu bilang Ommmmhhh........ Fasternhhhh...." Ejek Kyojuro.
"Om ih!" Sesuai Hikaru melempar bantal ke Kyojuro.
"Ya udah iya-iya" urai nya"maaf deh gara-gara aku badan kamu jadi sakit semua"Lanjutnya duduk di pinggir Hikaru.
"Uhm!" Tukasnya
"Mau mandi gak?"
"Iya"
"Bisa gak jalan nya?"
"Perih"
Rengoku hanya terkekeh kecil mendengar kata "perih" yang Hikaru lontarkan pada dirinya. "Maaf yah sekali lagi"
"Uhm" ∆∆∆ "Sayang....."
"Iya"
"Aku mau tiduran di paha kamu, boleh gak?"
"Boleh,tapi jangan macem-macem"
"Ok"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hikaru san"
"Uhm...."
"Nanti kalau kita punya anak, kamu mau cowok apa cewek?"
"Terserah sih, kalo yang keluar nya cewek aku terima, kalau pun cowok aku terima"
"Kalau aku maunya cowok gimana?"
"Boleh..... emangnya Om tau cara bikin anak cewek sama anak cowok"
"Ya... Taulah"
"Emangnya gimana cara bikin nya?"
"Kamu mau tau caranya hm?"
"Aku ma-"
Tanpa Hikaru sadari ternyata dia sudah memancing Rengoku untuk menerkam nya hidup-hidup.
"Iya......" Rengoku mulai mendekatinya.
Tanpa mereka sadari ternyata Ke-2 orang tua mereka datang untuk menjenguk mereka berdua setelah 6 bulan lamanya.
"Sumimasen......."
Rengoku yang terkejut akan kedatangan orang tuanya langsung duduk dari pangkuan Hikaru.
"Uhm......Ookasan, Otousan nee......"
Seketika juga wajah tampan Rengoku berubah menjadi kepiting rebus.
"Eh.... kurasa kita datang di waktu yang tidak tepat" ucap Ruka terkekeh.
"Aku rasa Kyojuro sedang bermanja pada Hikaru" timpal Amikaze
"Eh, Ookasan"
"Kyojuro.....bagamana dengan pernikahan mu dengan Hikaru?" Tanya Ruka.
"Hai!, tentu saja ibu, pernikahan ku dengan Hikaru sangatlah berarti bagi kami berdua"
"Hai! Ookasan......"
Ruka yang sadar akan tanda kepemilikan pada leher jenjang milik Hikaru langsung bertanya padanya.
"Hikaru"
"Uhm..."
"Mengapa lehermu pada merah-merah, apakah itu karena serangga atau karena-"
"Iya ibu, ini karena serangga kemarin malam"
"Ouh..."Ruka mengangguk pelan
"Ouh ya Kyojuro, ngomong-ngomong....... Apakah kamu sudah-"
"Iya ayah, tentu saja aku sudah melakukannya kemarin malam dengan Hikaru san" celetuk Kyojuro polos.
"Om ih........malu" urai nya sambil menutupi mukanya dengan kain bajunya sambil memukul paha milik suaminya.
Dan sekarang malah wajah Hikaru yang merah merona, Dirinya tidak kuat untuk mengingat kejadian kemarin malam.
"Tidak usah malu Hikaru......wajar saja jika kalian berdua sudah melakukan hubungan itu"
"Ouh ya Kyojuro....kau sudah melakukannya berapa kali?"tanya Ruka.
"Aku baru saja melakukannya kemarin malam"
"Kamu baru melakukannya kemarin malam?, berarti selama ini kamu belum mencoba nya?"
"Iya ibu, itu karena Hikaru terus menolak ku"
"Ibu mengerti kenapa Hikaru terus menolak mu untuk melakukan hubungan intim itu"
"Iya bu...aku juga mengerti kenapa dia terus menolak ajakan ku untuk melakukannya"
"Om udah ih...malu...., jangan di ingetin lagi!" Seraya menyenggol lengan suaminya itu.