Gangguan Narendra

2.7K 362 24
                                        

Menembak, dan muaythai mungkin itu adalah hobi terbaik yang pernah aku miliki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Menembak, dan muaythai mungkin itu adalah hobi terbaik yang pernah aku miliki. Bahkan hingga sekarang aku tidak bisa berhenti berterimakasih kepada Mario yang kini menjadi tahanan khusus atas pelatihannya selama kami bersama. Berkat pelatihannya yang benar-benar keras, aku merasa kekuatan tinjuku jauh lebih berkembang, mungkin pencapaian terbesarku adalah aku bisa mematahkan hidung Narendra hanya dengan sekali pukul.

"Kak Harsa....."

Menginjakkan kaki di Club langganan yang sudah aku datangi bersama Papi beberapa tahun ini membuat beberapa orang mengenalku dengan baik. Mereka menyapa meski terlihat mereka seolah mengasihaniku, yah video viralku mau tak mau membuat wajahku sebagai korban perselingkuhan dikenal banyak orang.

Jika kalian berpikir aku mendapatkan teguran dari atasanku, maka maaf sekali karena harus mengecewakan kalian, bukannya mendapatkan teguran layaknya petugas yang terkena skandal, Atasan tercintaku yang hobinya main suruh-suruh itu justru memberiku acungan jempol, beliau berkata kehidupan cintaku yang menyedihkan ini justru meyakinkan orang-orang jika hidupku begitu biasa sama seperti orang lain. Agak lain memang beliau ini.

Yah, image seorang putri tunggal perwira tinggi militer yang pengangguran, hobi jalan-jalan dan menikmati hidup nyamannya begitu melekat kepadaku. Seperti sekarang, dengan santai di weekdays disaat yang lainnya sibuk bekerja, aku justru menikmati salah satu hobi mahalku.

"Puyeng kayaknya, Sa."

Kevin, crazy rich Surabayan yang aksen bahasanya begitu medok tersebut menyapaku. Matanya yang sipit terlihat menghilang saat dia tersenyum menyapaku.

"Lebih tepatnya gabut nggak tahu mau ngapain, Vin. Tahu sendirikan partner gabutnya sudah gone diambil Pepacor!"

Kevin yang mendengar jawabanku seketika tertawa terpingkal-pingkal, matanya yang cuma segaris kini benar-benar menghilang saat dia tertawa, tawanya begitu heboh bahkan sampai dia meneteskan air mata saking gelinya.

"Ketawa aja terosssss, nggak apa-apa Vin, gue nggak apa-apa!"

Kupasang peredam suara di telingaku, meredam bukan hanya suara tawa Kevin yang menyebalkan tapi juga suara bising di telingaku, saat kesunyian menyelubungiku kini fokusku hanya tertuju pada target, satu hal yang aku sukai dari menembak adalah kesunyian yang indah namun juga menghancurkan.

Satu persatu aku melesatkan peluru menuju target yanh ada di seberang, mengabaikan segala hal yang terjadi di sekelilingku, rasanya sangat menyenangkan saat tembakanku tepat sasaran meskipun tidak semuanya sempurna, sampai akhirnya fokusku terusik saat aku melihat target Kevin berturut-turut selama 4 kali tertembak ditempat yang sama, itu sangat bukan Kevin sekali yang mengambil Club ini hanya demi sebuah gengsi untuk memenuhi footage social medianya. Tentu saja melihat hal ini aku langsung menoleh ke arah sampingku dan mendapati Narendralah yang berada disampingku.

Tamu tak diundang dan sama sekali tidak aku harapkan yang membuatku langsung mendengkus tidak suka.

"Kemampuanmu sama sekali tidak berkurang, Cha."

My Innocent MonsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang